BONTANGPOST.ID, Bontang – Sebanyak 2.528 penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bontang Utara terdampak penghentian sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bontang Utara 2 sejak Rabu (10/6/2026).
Informasi penghentian layanan tersebut telah disampaikan kepada sekolah dan posyandu yang selama ini menjadi sasaran program. SPPG Bontang Utara 2 diketahui melayani enam sekolah dan lima posyandu di wilayah Bontang Utara.
Kepala Regional SPPG Bontang, Surya Dwi Saputra, membenarkan penghentian sementara operasional dapur MBG tersebut. Menurutnya, kendala terjadi karena dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum diterima oleh pengelola.
“Benar, ada beberapa dapur yang sementara berhenti beroperasi karena persoalan teknis pembayaran dari pusat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pencairan dana operasional yang sebelumnya dijadwalkan pada awal pekan ini mengalami penundaan. Akibatnya, pengelola dapur tidak dapat melanjutkan proses produksi dan distribusi makanan kepada para penerima manfaat.
Meski demikian, Surya belum dapat memastikan kapan operasional dapur akan kembali normal. Saat ini pihaknya masih menunggu proses pencairan anggaran dari pemerintah pusat.
“Untuk waktunya kami belum tahu sampai kapan. Tapi semoga saja bisa secepatnya,” katanya.
Selain SPPG Bontang Utara 2, dua dapur MBG di wilayah Bontang Selatan juga masih belum beroperasi. Namun penghentian layanan di lokasi tersebut disebabkan proses evaluasi karena belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan Badan Gizi Nasional.
Kondisi ini membuat ribuan penerima manfaat program MBG di Kota Bontang untuk sementara belum mendapatkan layanan hingga permasalahan operasional dan administrasi tersebut terselesaikan. (*)







