• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

DBD Telan Tiga Korban Jiwa, Pemkot Dianggap Lamban Tanggap

by M Zulfikar Akbar
23 Agustus 2019, 19:00
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Etha Rimba Paembonan - Rusli. (dok/Bontangpost.id)

Etha Rimba Paembonan - Rusli. (dok/Bontangpost.id)

Share on FacebookShare on Twitter

ANGGOTA DPRD Bontang prihatin atas kasus demam berdarah dengue (DBD) yang terjadi di Kota Taman. Saat ini trennya terus meningkat. Bahkan sudah memakan tiga orang korban sepanjang tahun ini. Pemerintah setempat dianggap tutup mata pada kasus tersebut.

“Saya melihat pemkot selalu menutup kesalahan. Kayak tidak punya salah. Nanti ada DBD baru mau turun. Saya anggap pemkot tutup mata dengan kejadian ini,” ucap Rusli.

Baca juga: Waspada, Bahaya DBD Masih Mengintai

Politikus Partai Hanura itu menjelaskan, seharusnya dinas terkait dapat bekerja dengan baik. Bahkan jika tak becus dalam menjalankan tugasnya, Ia meminta agar pemkot member teguran. Dalam menangani DBD, lanjutnya, harus mampu memberikan solusi, setidaknya menekan angka kasus itu.

Baca Juga:  DBD Bontang Naik-Turun, Angka Tertinggi Pernah Capai 588 Kasus

“Ya, katanya Bontang cerdas, bagaimana kalau begini. Masa dinas terkait tidak memperoleh informasi dari puskesmas berapa dan siapa saja yang terjangkit, setelah itu segera ditangani dan direspon,” jelasnya.

Dia juga menyinggung soal jaminan kesehatan. Menurutnya meski sebagian masyarakat tak memiliki jaminan kesehatan, namun jika sudah terjangkit DBD harus segera ditangani. Sehingga nyawa seseorang dapat terselamatkan.

Baca juga: Berantas DBD, Pemberian Wolbachia Butuh Dana Rp 4 Miliar

“Kalau orang kaya tidak masalah, yang kurang mampu gimana. Ini soal nyawa, masa mau dibiarkan gitu aja. Jadi tolonglah pemerintah ini buka mata bagi masyarakatnya,” sebutnya.

Keresahan lainnya datang dari anggota DPRD Etha Rimba Paembonan. Politikus Partai Gerindra ini mengatakan, dalam menuntaskan kasus DBD perlu melihat penyebabnya. Sejauh ini sanitasi dan sebagainya begitu buruk, sehingga hal ini dapat menyebabkan timbulnya DBD.

Baca Juga:  Tekan Kasus DBD, Wali Kota Bontang Gencarkan Jumantik dan Puskesmas Goes To School

“Tiap tahun sanitasi kita buruk, sering banjir, ini kesempatan nyamuk untuk berkembangbiak. Saya melihatnya di situ, kalau berhasil mengatasi air dan infrastruktur saya pikir ada pengaruhnya menekan DBD,” tuturnya.

Baca juga: Anak Obesitas Berisiko Alami Demam Berdarah Berat

Kasus DBD menurutnya sudah menjadi pelajaran setiap tahunnya. Akan tetapi, Ia melihat ada sistem penanganan kurang tepat yang diterapkan selama ini. Seperti fogging, pemerintah tidak melihat kejadian. Akan tetapi selalu melihat dari segi kebutuhan. Jika memang itu merupakan kebutuhan, tentu dapat diprediksi kapan dan apa yang harus dilakukan dalam menangani DBD.

“Ayo berbenah. Perbaiki infrastruktur soal air, konsen lah dulu di situ, lakukan pencegahan,” ucap perempuan ramah senyum tersebut.

Baca Juga:  Musim Hujan, Waspada Peningkatan Kasus DBD

Ia menambahkan, meski kejadian ini belum secara resmi disebut kejadian luar biasa (KLB), akan tetapi, jika sudah memakan korban, Ia menyebutnya sudah luar biasa. “Enggak usah nunggu tiga, satu nyawa saja yang hilang sudah luar biasa,” imbuhnya. (rsy/kp)

Tags: dbddemam berdarah dengue
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Anak Obesitas Berisiko Alami Demam Berdarah Berat

Next Post

Dianggap Pengalaman Didik Anak Berkebutuhan Khusus, Forum PAUD Paser Belajar ke Bontang

Related Posts

DBD di Bontang Bertambah 28 Kasus dalam Sepekan, Dua Kelurahan Jadi Perhatian
Bontang

DBD di Bontang Bertambah 28 Kasus dalam Sepekan, Dua Kelurahan Jadi Perhatian

27 Oktober 2026, 13:18
DBD Masih Mengintai di Bontang, Lima Kelurahan Catat Kasus Terbanyak
Bontang

DBD Masih Mengintai di Bontang, Lima Kelurahan Catat Kasus Terbanyak

6 Oktober 2026, 09:42
Gunung Telihan Bontang Catat Kasus DBD Tertinggi, Warga Diminta Tak Lengah
Bontang

Gunung Telihan Bontang Catat Kasus DBD Tertinggi, Warga Diminta Tak Lengah

11 September 2026, 10:03
Gunung Telihan Catat Kasus DBD Terbanyak di Bontang, Warga Diminta Waspada
Bontang

Gunung Telihan Catat Kasus DBD Terbanyak di Bontang, Warga Diminta Waspada

2 September 2026, 09:00
Dinkes Bontang Luncurkan Peta Digital DBD, Warga Kini Bisa Pantau Sebaran Kasus Per RT
Bontang

DBD Bontang Naik-Turun, Angka Tertinggi Pernah Capai 588 Kasus

15 Agustus 2026, 10:00
Didiagnosis DBD, Anak 6 Tahun di Bontang Meninggal akibat Komplikasi Penyakit Penyerta
Bontang

Didiagnosis DBD, Anak 6 Tahun di Bontang Meninggal akibat Komplikasi Penyakit Penyerta

14 Agustus 2026, 12:33

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.