bontangpost.id – Penundaan pembangunan tambahan ruang kelas di SMPN 2 mendapat sorotan legislator. Anggota Komisi I DPRD Bontang Maming menilai, tahun depan anggaran pembangunan wajib masuk skala prioritas.
“Karena ini sangat mendesak dan penting maka harus dibangun tahun depan,” kata Maming.
Politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini meminta, kepada pihak sekolah untuk mengajukan kembali usulan pembangunan sebelum pembahasan APBD 2021. Nantinya, wakil rakyat bakal mengawal saat rapat pembahasan anggaran.
Meski mendapat prioritas, namun pembangunan tidak bisa dilakukan sekaligus. Konsepnya bertahap. Mengingat ketersediaan anggaran. Termasuk beberapa sekolah lain juga membutuhkan renovasi infrastruktur gedung.
“Jadi tidak bisa langsung dilipatkan menjadi 24 ruang kelas. Tahun depan 12 ruang kelas dulu. Sisanya tahun selanjutnya,” ucapnya.
Tambahan ruangan ini dipandang perlu. Pasalnya, SMPN 2 Bontang hingga kini masih menyelenggarakan pembelajaran dua sif. Kondisi ini tentu tidak ideal. Sebab, sekolah harus mengatur jadwal guru secara komprehensif. Supaya tidak mendapat tugas sehari utuh.
“Meski begitu guru sangat maksimal. Hasilnya ada peningkatan nilai ujian nasional tahun lalu. Sehingga memperoleh BOS Kinerja. Ini patut diacungi dua jempol,” paparnya.
Saat ini di satuan pendidikan tersebut memiliki 12 ruang kelas. Padahal jumlah rombongan belajar ada 24. Alhasil sekolah membagi jam kegiatan belajar mengajar. Bagi siswa kelas IX dan separuh kelas VIII masuk di sif pertama. Pembelajaran di sif itu dimulai 06.45 hingga 12.10 Wita. Dilanjutkan siswa kelas VII dan empat rombel kelas VIII pada 12.30 hingga 17.45 Wita. (*/ak/rdh/kpg)







