bontangpost.id – Tak semua sekolah memiliki perangkat server yang memadai untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Salah satunya di SMPN 1 Bontang. Pihak sekolah hanya punya tiga unit server. Akibatnya, harus dikelompokan menjadi dua sif tiap angkatan.
Admin Chamilo Learning Management System (LMS) kelas IX, Tulus Nugroho mengatakan, tiap perangkat memiliki random acces memory (RAM) berkapasitas 24 Gigabyte. Bercermin dari uijan akhir semester lalu, kapasitas ini tak mampu menampung jumlah kelas yang ada.
“Jadi kami bagi misalnya kelas 7A hingga 7D mengakses di sesi pertama kemudian dilanjutkan 7E hingga 7H,” kata Tulus.
Ia pun meminta spesifikasi server yang memadai. Baik dari sisi prosesor, RAM, maupun kecepatan internet. Namun, sekolah belum mengkalkulasi berapa kebutuhan tambahan spesifikasi yang ada. Sehingga tiap server-nya dapat diakses oleh delapan rombel yang ada. Dengan kecepatan yang stabil.
“Kepastiannya saya tidak bisa menentukan,” ucapnya.
Sementara, Dosen Teknik Informatika Sekolah Tinggi Teknologi Bontang (STITEK) Bontang, Lapu Tombi Layuk mengatakan, upgrade server menjadi solusi utama menunjang pembelajaran daring. Spesifikasinya minimal memiliki prosesor Intel Core i3, RAM di atas 32 Gigabyte, dan penyimpanan wajib menggunakan solid-state drive (SSD).
“Kecepatan internet minimal 300 Mbps,” jelasnya.
Kata dia, pembelajaran daring layak diberikan kepada pelajar tingkat SMP-SMA atau sederajatnya. Pun demikian bagi siswa sekolah dasar kelas V dan VI. Ketika tingkatannya masih di bawah itu tentunya membutuhkan pendampingan orangtua.
“Ini menyangkut faktor pemahaman dan konsentrasi pelajar itu sendiri,” pungkasnya. (*/ak/rdh/kpg)







