• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Ragam

Diagnosis Pasien Hanya Butuh 5 Menit, BPPT Siap Komersialkan Kit DBD

by M Zulfikar Akbar
12 Februari 2019, 16:00
in Ragam
Reading Time: 1 min read
0
Ilustrasi fogging. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

Ilustrasi fogging. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

Share on FacebookShare on Twitter

Alat diagnosis demam berdarah dengue (DBD) atau kit DBD bikinan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sudah beres. Akhir tahun ini alat tersebut bisa dikomersialkan.

Perkembangan terbaru terkait kit DBD disampaikan Perekayasa Utama BPPT Imam Paryanto di sela-sela seminar inovasi pangan dan kesehatan di Jakarta kemarin (6/2). Imam mengungkapkan, saat ini ada penjajakan kerja sama dengan sejumlah mitra farmasi. Di antaranya adalah Kimia Farma dan Prodia.

BPPT, jelas Imam, belum bisa memperkirakan harga kit DBD itu. Mereka hanya menyebutkan bahwa harga kit serupa bikinan luar negeri sekitar Rp 200 ribu. Namun, menurut dia, urusan harga ditetapkan perusahaan farmasi dengan pertimbangan bisnis masing-masing.

Menurut Imam, serangkaian uji coba sudah dilakukan. Perangkat tersebut bukan kategori obat atau makanan, melainkan alat kesehatan (alkes). Karena itu, tidak diperlukan pengujian di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). “Yang diperlukan adalah izin edar dari Kementerian Kesehatan,” ucapnya.

Baca Juga:  60 Penduduk Tihi-Tihi Ikuti Tes IVA dan Sadanis 

Namun, bukan BPPT yang mengurus izin edar tersebut, melainkan perusahaan farmasi. Mereka yang akan menjalin kontrak hak komersialisasi dengan BPPT. Isi perjanjian yang sedang dimatangkan antara lain soal royalti.

Imam menceritakan, penggunaan kit DBD karya BPPT tersebut cukup ringkas. Cukup meneteskan darah di kit, 5-10 menit kemudian akan diketahui apakah yang bersangkutan positif terkena DBD atau tidak. Meski sederhana, mirip pengecekan kehamilan, BPPT tidak menganjurkan pasien mengecek sendiri. Pengecekan harus didampingi dokter atau dilakukan di fasilitas kesehatan (faskes).

BPPT tidak berhenti pada kit DBD saja. Mereka juga bakal mengembangkan kit untuk mendiagnosis penyakit tifus. Imam berharap kit DBD tersebut bisa menjadi momentum Indonesia untuk mandiri pada urusan alkes.

Baca Juga:  Racikan Air dan Jahe Bantu Turunkan Berat Badan?

Deputi Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB) BPPT Soni Solistia Wirawan menuturkan, pengurusan izin edar tidak bisa berjalan cepat. “Dalam prosesnya tentu ada beberapa dokumen yang masih kurang dan harus dilengkapi,” jelasnya. Namun, dia optimistis kit DBD segera mendapatkan izin edar dari Kemenkes. (jpc)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: bpptdbdkesehatankit dbd
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pemerintah Telusuri Rencana CSR dari LPCI, PJU Dinilai Belum Mendesak

Next Post

Berantas DBD, 25 RT di Gunung Telihan di-Fogging

Related Posts

Kasus DBD Bontang Melandai, Berebas Tengah Paling Banyak
Bontang

Kasus DBD Bontang Melandai, Berebas Tengah Paling Banyak

13 April 2026, 12:00
Kasus DBD Meningkat, Wali Kota Bontang Perintahkan Fogging Fokus di Titik Rawan
Bontang

Kasus DBD Meningkat, Wali Kota Bontang Perintahkan Fogging Fokus di Titik Rawan

9 Maret 2026, 09:53
Tanjung Laut Indah Bontang Jadi Wilayah Tertinggi Kasus DBD Selama Februari 2026
Bontang

Tanjung Laut Indah Bontang Jadi Wilayah Tertinggi Kasus DBD Selama Februari 2026

3 Maret 2026, 10:00
Kasus DBD Renggut Nyawa Bocah 7 Tahun di Bontang
Bontang

Kasus DBD Renggut Nyawa Bocah 7 Tahun di Bontang

2 Maret 2026, 15:28
DBD Masih Mengintai Bontang, 328 Kasus Sepanjang 2025, 2 Meninggal Dunia
Bontang

DBD Masih Mengintai Bontang, 328 Kasus Sepanjang 2025, 2 Meninggal Dunia

28 Januari 2026, 10:00
Tekan Kasus DBD, Wali Kota Bontang Gencarkan Jumantik dan Puskesmas Goes To School
Bontang

Tekan Kasus DBD, Wali Kota Bontang Gencarkan Jumantik dan Puskesmas Goes To School

30 September 2025, 11:00

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Bontang Berulah Lagi, Uang Curian Rp20 Juta Ludes untuk Judi Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SPMB Bontang 2026 Dibuka Mei, Jalur Afirmasi Dapat Kuota 25 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1.700 Personel Kawal Demo 21 April di Samarinda, Kantor Gubernur dan DPRD Jadi Sasaran Aksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.