• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Dianggap Tak Sesuai, Neni Koreksi Empat Rekomendasi Pansus Banjir

by M Zulfikar Akbar
12 Februari 2019, 19:05
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni (kiri) memberikan koreksi terhadap rekomendasi yang disampaikan Pansus Banjir DPRD Bontang. (Foto: Lukman/BontangPost.id)

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni (kiri) memberikan koreksi terhadap rekomendasi yang disampaikan Pansus Banjir DPRD Bontang. (Foto: Lukman/BontangPost.id)

Share on FacebookShare on Twitter

WALI Kota Bontang Neni Moerniaeni menanggapi baik 16 rekomendasi dari Panitia Khusus (Banjir) DPRD Bontang. Namun demikian, ada empat poin rekomendasi yang dikoreksinya. Lantaran dianggap tidak sesuai kondisi di lapangan. Serta mempertanyakan dasar dari penyusunan rekomendasi yang dikoreksi tersebut.

Salah satunya rekomendasi nomor 6, yaitu DPRD meminta Pemkot Bontang wajib menyediakan anggaran penanggulangan banjir. Yang nominalnya 10 persen dari total APBD yang dimulai pada tahun 2019. Menurut Neni, rekomendasi tersebut mustahil dilaksanakan lantaran porsi APBD telah terstruktur sedemikian rupa.

“Kalau 10 persen dari total APBD, dengan rincian 20 persen pendidikan, 10 persen kesehatan, 10 persen penanggulangan banjir, mana nanti buat kesejahteraan masyarakat? Mana nanti buat membangun infrastruktur lainnya?” tanya Neni.

Baca Juga:  Badak LNG Gerak Cepat, Beri Sejumlah Bantuan untuk Korban Banjir

Karenanya, orang nomor satu di Kota Taman itu memberikan koreksi. Yaitu dengan kesepakatan bahwa anggaran yang dimaksud yaitu 10 persen dari belanja modal, bukan 10 persen dari total APBD.

Koreksi lainnya pada rekomendasi nomor 9, yaitu Pemkot Bontang wajib melakukan perubahan Amdal Danau Kanaan yang semula bertujuan pariwisata. Sehingga memungkingkan untuk penggunaan Danau Kanaan sebagai pengendali banjir. Hal itu berkaitan dengan pembuatan kolam retensi yang memerlukan luas lahan 63 hektare dengan kedalaman kolam minimal 3 meter.

“(Lahan) yang ada di situ saja hanya dua hektare. Bagaimana bisa 63 hektare?” sebut Neni.

Kata dia, rekomendasi tersebut sejatinya tidak masalah. Neni mengaku setuju saja. Namun rekomendasi tersebut juga mesti disesuaikan dengan kearifan lokal Bontang. Artinya, menyesuaikan dengan kondiri riil di Bontang, termasuk juga dengan kemampuan keuangan pemkot. Menurut dia, koreksi dilakukan lantaran rekomendasi merupakan putusan secara kelembagaan.

Baca Juga:  Neni Tanya Soal Progres Kilang Bontang, Ini Jawaban Menteri ESDM

“(Koreksi) ini artinya mengingatkan. Karena ini kan putusan lembaga. Saya mengingatkan dan disampaikan dalam paripurna juga. (Karena) kalau enggak nanti menjadi bahan seolah-olah seperti itu,” urainya.

Adapun terkait kesempatan tiga tahun yang menjadi salah satu poin rekomendasi, Neni menyebut pemkot sejatinya memiliki semangat yang sama. Kata dia, rekomendasi itu bisa dilaksanakan secara penuh maupun tidak penuh, tetapi tetap ada upaya dalam melakukannya. Bahkan menurutnya, sebelum DPRD memberikan rekomendasi, ada poin yang sudah dilakukan pemkot.

“Kami sudah melaksanakan (penanggulangan banjir) dengan restorasi kali bersih. Iya kan? Termasuk yang tadi rekomendasi kan kami sudah duluan. Jadi kami juga sudah punya RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Red.) untuk penanggulangan banjir,” beber Neni.

Baca Juga:  Sutarmin Resmi Dilantik, Gantikan Posisi Etha Rimba di DPRD Bontang

Dia menambahkan, sejatinya yang paling penting dalam penanggulangan banjir ini adalah pembangunan Bendungan Pengendali Banjir (Bendali) Suka Rahmat di Kutai Timur. Menurut Neni, efek dari beroperasinya bendali ini bisa luar biasa. Lantaran bisa berfungsi sebagai polder air permukaan, dan juga penampungan banjir. (luk)

Tags: Banjir Bontangdprd bontangneni moerniaeniPansus Banjirpemkot bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Maskapai Mulai Terdampak Naiknya Harga Tiket, Kursi Pesawat Kerap Tak Penuh

Next Post

Lion Air Turunkan Tarif Bagasi, Rahimsyah: Penumpang Sepi Bukan karena Bagasi Berbayar

Related Posts

52 Eks Karyawan Kaltim Equator Menunggu Pesangon Lebih dari Sedekade, DPRD Bontang Cari Jalan Keluar
Bontang

52 Eks Karyawan Kaltim Equator Menunggu Pesangon Lebih dari Sedekade, DPRD Bontang Cari Jalan Keluar

6 Oktober 2026, 15:23
Lumpur dan Sampah Sumbat Drainase, Tiga Titik Rawan Banjir di Bontang Dibersihkan
Bontang

Lumpur dan Sampah Sumbat Drainase, Tiga Titik Rawan Banjir di Bontang Dibersihkan

1 Oktober 2026, 11:30
Sudiyo Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Bontang, Gantikan Maming lewat PAW
Bontang

Sudiyo Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Bontang, Gantikan Maming lewat PAW

29 September 2026, 11:46
DPRD Bontang Pertanyakan Pemadaman Masif, Padahal Punya Tiga Pembangkit
Bontang

DPRD Bontang Pertanyakan Pemadaman Masif, Padahal Punya Tiga Pembangkit

15 September 2026, 14:55
Main Bola Bareng Warga, Agus Haris Dengar Langsung Keluhan soal Bontang
Pemkot Bontang

Main Bola Bareng Warga, Agus Haris Dengar Langsung Keluhan soal Bontang

6 September 2026, 09:25
Angka Pengangguran Bontang Dibidik Turun Jadi 5 Persen
Pemkot Bontang

Angka Pengangguran Bontang Dibidik Turun Jadi 5 Persen

2 September 2026, 11:00

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.