• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Diawali Serangkaian Doa, Masih Lajang Dilarang Memberi

by BontangPost
16 Februari 2018, 11:51
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi(Net)

Ilustrasi(Net)

Share on FacebookShare on Twitter

Perayaan Imlek selalu mengundang kegembiraan bagi siapa saja yang merayakan. Khususnya kaum muda yang masih begitu energik, momen ini tak luput menjadi perhatian. Apalagi dalam tradisi Imlek terdapat pemberian angpau, yang konon selalu dinantikan setiap tahunnya.

—————-

Angpau merupakan uang yang diberikan kepada anak-anak atau orang yang belum menikah. Angpau juga diberikan kepada orang tua oleh anak-anak yang telah menikah. Pada hari raya Imlek, biasanya angpau dibungkus dengan kertas merah. Bukan sekadar hadiah, angpau memililki filosofi tersendiri. Para penerimanya diharapkan bisa mendapat keberuntungan dan bernasib baik sepanjang tahun baru.

“Konon warna tersebut (merah, Red.) merupakan simbol kebahagiaan, kesejahteraan, sukacita, dan semangat yang mendatangkan kebaikan,” kata Angriyani, gadis berdarah Tionghoa yang menetap di Bontang.

Baca Juga:  Antisipasi Konflik, Polri Monitor Perayaan Imlek di Seluruh Wilayah

Dia menuturkan, angpau merupakan tradisi yang selalu dinantikannya setiap Imlek tiba. Semenjak kecil, dia selalu mendapatkan angpau dengan nominal berbeda setiap tahunnya. Pada Imlek tahun 2017 silam, lajang 25 tahun yang karib disapa Lingling ini mengaku mendapatkan enam lembar amplop berisi angpau.

“Karena jumlah keluarga di sini (Bontang, Red.) sedikit, jadi ya sedikit juga dapatnya,” kisahnya.

Ujar Lingling, terdapat aturan tersendiri dalam pemberian angpau. Yang berhak memberikan angpau haruslah orang yang sudah menikah. Sekalipun secara ekonomi seseorang dianggap mampu atau dari segi usia dikategorikan dewasa, selama belum menikah tidak diperbolehkan memberikan angpau. Saat ditanya alasannya, dia mengaku tidak mengetahuinya secara pasti.

“Saya kurang tahu (alasannya, Red.). Itu sudah tradisi dari dulu,” ungkap Lingling yang kesehariannya berprofesi sebagai karyawati hotel ini.

Baca Juga:  Memaknai Perayaan Imlek di Bontang, Menautkan Harapan di Tahun Ular

Dijelaskan, ada prosesi tersendiri dalam pemberian angpau ini. Yaitu pihak penerima mesti memberikan doa terlebih dulu kepada pemberi. Urutannya, mengucapkan “Gong xi fa cai” atau selamat berbahagia, diikuti “Xin nian kuai le” yang berarti selamat tahun baru.

Berikutnya, mengucapkan “Shen ti jian kang” yang berarti semoga sehat selalu. Lantas diakhiri dengan “Wan shi ru yi” yang maknanya semoga semua keinginan terpenuhi.  “Terakhir biasanya saya bilang ‘Ang pau na lai’ atau angpau buatku mana,” urainya.

Bukan hanya ucapan doa, posisi antara pemberi dan penerima angpau rupanya juga turut diatur. Mereka yang memberikan angpau bakal duduk di kursi. Sedangkan pihak penerima duduk di depannya seraya mengepalkan tangan.

Baca Juga:  Perayaan Cap Go Meh di Tarakan

Untuk nominal angpau, menurut Lingling tidak ada patokan khusus berapa nilai yang diberikan. Dalam hal ini merupakan hak pemberi angpau untuk menentukan berapa nominal yang akan diberikan.

Selain Lingling, pemudi Tionghoa lainnya yang selalu menantikan momen pemberian angpau ini yaitu Yung Yung. Momen ini selalu ditunggu karena tak jarang dapat menambah isi dompetnya menjadi lebih tebal. “Tahun lalu dapat sekira Rp 2 jutaan,” terang Yung Yung.

Menurut dia, tradisi pembagian angpau di keluarganya dimulai dari struktur keluarga tertua. Penerima angpau melakukan sungkem kepada pemberi yang duduk di kursi. Setelah diberikan kepada anak, berlanjut diberikan kepada saudara dan kemenakan. (*/ak/luk)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: imlekspesial Imlek
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Hoax Statement Kapolri soal Ulama

Next Post

Berharap Lebih Baik di Tahun Anjing Tanah

Related Posts

Memaknai Perayaan Imlek di Bontang, Menautkan Harapan di Tahun Ular
Bontang

Memaknai Perayaan Imlek di Bontang, Menautkan Harapan di Tahun Ular

28 Januari 2025, 17:00
Kelenteng Thien le Kong Samarinda Siapkan 1.000 Angpau di Malam Puncak Imlek 2576
Kaltim

Kelenteng Thien le Kong Samarinda Siapkan 1.000 Angpau di Malam Puncak Imlek 2576

28 Januari 2025, 14:41
Selamat Imlek, Simak Nasib dan Hoki 12 Shio pada Tahun Macan Air
Lifestyle

Selamat Imlek, Simak Nasib dan Hoki 12 Shio pada Tahun Macan Air

1 Februari 2022, 09:49
Jadi Pelancar Rezeki, Ini Resep Kue Mangkok Khas Imlek
Ragam

Jadi Pelancar Rezeki, Ini Resep Kue Mangkok Khas Imlek

26 Januari 2020, 11:00
Melihat Akulturasi Tionghoa-Bali dalam Imlek
Nasional

Melihat Akulturasi Tionghoa-Bali dalam Imlek

6 Februari 2019, 10:00
Anggota DPR ini Pastikan Polri Netral Di Pilpres 2019
Nasional

Antisipasi Konflik, Polri Monitor Perayaan Imlek di Seluruh Wilayah

1 Februari 2019, 17:00

Terpopuler

  • PUPR Bontang Buka-bukaan soal Anggaran Rp10,9 Miliar di HOP 1, Bukan Sekadar Mini Soccer

    PUPR Bontang Buka-bukaan soal Anggaran Rp10,9 Miliar di HOP 1, Bukan Sekadar Mini Soccer

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Warga Santan Ulu Temukan Tengkorak Manusia di Kebun Sawit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Enam Ruas Jalan Kewenangan Pemprov Kaltim di Bontang Tahun 2026 Hanya Ditambal Sulam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pekerja Sawit Hanyut di Sungai Santan Ulu Marangkayu, Pencarian Masih Berlangsung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hilang Terseret Arus, Pekerja Sawit di Santan Ulu Ditemukan Tak Bernyawa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
No Result
View All Result

Komentar Terbaru

    Arsip

    • Januari 2026
    • Desember 2025
    • November 2025
    • Oktober 2025
    • September 2025
    • Agustus 2025
    • Juli 2025
    • Juni 2025
    • Mei 2025
    • April 2025
    • Maret 2025
    • Februari 2025
    • Januari 2025
    • Desember 2024
    • November 2024
    • Oktober 2024
    • September 2024
    • Agustus 2024
    • Juli 2024
    • Juni 2024
    • Mei 2024
    • April 2024
    • Maret 2024
    • Februari 2024
    • Januari 2024
    • Desember 2023
    • November 2023
    • Oktober 2023
    • September 2023
    • Agustus 2023
    • Juli 2023
    • Juni 2023
    • Mei 2023
    • April 2023
    • Maret 2023
    • Februari 2023
    • Januari 2023
    • Desember 2022
    • November 2022
    • Oktober 2022
    • September 2022
    • Agustus 2022
    • Juli 2022
    • Juni 2022
    • Mei 2022
    • April 2022
    • Maret 2022
    • Februari 2022
    • Januari 2022
    • Desember 2021
    • November 2021
    • Oktober 2021
    • September 2021
    • Agustus 2021
    • Juli 2021
    • Juni 2021
    • Mei 2021
    • April 2021
    • Maret 2021
    • Februari 2021
    • Januari 2021
    • Desember 2020
    • November 2020
    • Oktober 2020
    • September 2020
    • Agustus 2020
    • Juli 2020
    • Juni 2020
    • Mei 2020
    • April 2020
    • Maret 2020
    • Februari 2020
    • Januari 2020
    • Desember 2019
    • November 2019
    • Oktober 2019
    • September 2019
    • Agustus 2019
    • Juli 2019
    • Juni 2019
    • Mei 2019
    • April 2019
    • Maret 2019
    • Februari 2019
    • Januari 2019
    • Desember 2018
    • November 2018
    • Oktober 2018
    • September 2018
    • Agustus 2018
    • Juli 2018
    • Juni 2018
    • Mei 2018
    • April 2018
    • Maret 2018
    • Februari 2018
    • Januari 2018
    • Desember 2017
    • November 2017
    • Oktober 2017
    • September 2017
    • Agustus 2017
    • Juli 2017
    • Juni 2017
    • Mei 2017
    • April 2017
    • Maret 2017
    • Februari 2017
    • Januari 2017
    • Desember 2016

    Kategori

    • Advertorial
    • Bontang
    • Breaking News
    • Catatan
    • Celoteh Edwin
    • Cerpen
    • Dahlan Iskan
    • Dispopar
    • DPRD Bontang
    • ekonomi
    • Entertainment
    • Feature
    • Hikmah
    • Hoaks atau Tidak?
    • Infografis
    • Internasional
    • Kaltim
    • Kesehatan
    • Kolom Redaksi
    • Kriminal
    • Kriminal
    • Kuliner
    • Lensa
    • Lifestyle
    • Lingkungan
    • Loker Bontang
    • Nasional
    • Olahraga
    • Opini
    • Pemkot Bontang
    • Pendidikan
    • Pilihan Editor
    • Politik
    • Polling
    • PON 2021 Papua
    • Pupuk Kaltim
    • Ragam
    • Society

    Meta

    • Masuk
    • Feed entri
    • Feed komentar
    • WordPress.org
    • Indeks Berita
    • Redaksi
    • Mitra
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Pedoman Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
    • Kontak

    © 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

    No Result
    View All Result
    • Home
    • Bontang
    • Kaltim
    • Nasional
    • Advertorial
      • Advertorial
      • Pemkot Bontang
      • DPRD Bontang
    • Ragam
      • Infografis
      • Internasional
      • Olahraga
      • Feature
      • Resep
      • Lensa
    • LIVE

    © 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.