• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
[the_ad_group id="8923"]
Home Bontang

Didemo 12 Jam, Pemkot Janji Pulangkan TKA

by M Zulfikar Akbar
2 Agustus 2018, 06:00
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
TUNTUT PULANGKAN TKA: Peserta unjuk rasa Aliansi Kaltim Bersatu (Alkab) yang terdiri dari berbagai organisasi menuntut agar pekerja asing tanpa keterampilan dipulangkan dan perusahaan wajib pekerjakan tenaga lokal Bontang. (FAHMI FAJRI/BONTANG POST)

TUNTUT PULANGKAN TKA: Peserta unjuk rasa Aliansi Kaltim Bersatu (Alkab) yang terdiri dari berbagai organisasi menuntut agar pekerja asing tanpa keterampilan dipulangkan dan perusahaan wajib pekerjakan tenaga lokal Bontang. (FAHMI FAJRI/BONTANG POST)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Aliansi Kaltim Bersatu (Alkab) yang terdiri dari berbagai organisasi menggelar unjuk rasa kurang lebih 12 jam, (1/8) kemarin. Demonstrasi damai yang digelar sejak pagi hingga malam tersebut mendapati 5 poin yang disepakati bersama. Di antaranya, Pemkot Bontang berjanji memulangkan para Tenaga Kerja Asing (TKA) yang tanpa keterampilan dan belum melengkapi persyaratan untuk bekerja di proyek PLTU milik PT GPK.

Dalam keputusan tersebut juga diminta ada Tim Pemantau Orang Asing (Timpora) yang melakukan pemantauan dan pengawasan, sementara Alkab ikut memantau keberadaan TKA.

Dari data yang dimiliki Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTK-PTSP) Bontang, jumlah TKA yang sudah lengkap berkas dokumennya sebanyak 38 orang, sementara yang dilarang bekerja sebanyak 64 orang lantaran belum lengkap dokumennya.

Poin kedua menyatakan,kebutuhan tenaga kerja harus disampaikan transparan kepada DPMTK-PTSP Bontang. Ketiga, perusahaan wajib mempekerjakan tenaga lokal, baik yang unskill dan para ahli di Kota Bontang. Poin keempat yakni terkait pengupahan harus sesuai dengan standar dan ketentuan yang berlaku. Terakhir poin kelima, Alkab dan masyarakat ikut memantau perekrutan, tetapi tidak ikut campur dalam proses perekrutan.

Baca Juga:  Agus Haris Tuntut PLTU Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga Lok Tunggul

Ketua Dewan Pembina Alkab Bontang Herman Saribanong mengatakan, tuntutan mereka hanya 3 yakni tolak TKA, tolak pekerja kiriman dari luar Bontang, dan pekerjakan tenaga kerja lokal Bontang. Kata dia, jika pemkot hanya memiliki data TKA sebanyak 38 orang, maka pemkot khususnya wali kota sudah dibohongi oleh perusahaan.

“Wali kota saja dibohongi, apalagi kami yang hanya masyarakat tentu dibohongi juga. Padahal niat kami ini hanya menyuarakan aspirasi masyarakat Bontang dan menegakkan keadilan,” jelas Herman yang juga Ketua Kadin Bontang, Rabu (1/8) kemarin.

Ditambahkan Ketua Alkab Bontang Heru Nataguna, tujuan mereka melakukan aksi demo untuk menuntut kejelasan data masuknya TKA di Bontang. Karena sejak 18 Juli lalu, ketika pihaknya sudah melakukan aksi damai menyampaikan aspirasi, tidak ada tanggapan dari pemerintah.

Baca Juga:  Perusahaan Bantah Jumlah TKA Ratusan 

“Kami bertanya ada apa ini? Kami datang ke Teluk Kadere juga tidak ditanggapi, bunda (Neni Moerniaeni, Red.) sebagai wali kota yang seharusnya mengayomi kami. Bunda tega membiarkan kami di sana demo sampai hujan-hujanan. Maka pulangkan TKA dan pulangkan juga tenaga kiriman,” katanya.

Di Bontang lanjut dia, masih banyak pengangguran. Maka pihaknya meminta agar pekerjakan tenaga lokal untuk mengentaskan kemiskinan.

TUNTUT PULANGKAN TKA: Peserta unjuk rasa Aliansi Kaltim Bersatu (Alkab) yang terdiri dari berbagai organisasi menuntut agar pekerja asing tanpa keterampilan dipulangkan dan perusahaan wajib pekerjakan tenaga lokal Bontang. (FAHMI FAJRI/BONTANG POST)

Sementara itu Syuaib, Perwakilan dari Welder Bontang mengatakan, masih banyak tenaga ahli di Bontang. “Kepada Wali Kota Bontang, saya ingin menyampaikan bahwa bunda gagal dalam hal ini. Karena kami melihat sendiri kegiatan di sana (proyek PLTU, Red.) tetap berjalan,” ujarnya.

Fakta yang dia dapatkan juga, bahwa jumlah TKA sebanyak 103 orang dan berasal dari Tiongkok. Sementara yang dilaporkan hanya 38 orang. “Laporan ada, tetapi fakta berbeda, maka itu bohong, ibu sudah dibohongi. Jika ibu bisa dibohongi apalagi kami. Saat disidak, mereka lari dan bersembunyi di rumah pengusaha yang ada di Bontang, saya tahu itu,” katanya.

Baca Juga:  Kutim Aman dari Serbuan TKA Asal Tiongkok 

Terlebih lanjut dia, di sana dibangun 8 mes untuk pekerja. Satu mes, cukup untuk menampung 100 TKA. “Maka jika ada 8, berarti akan ada 800 TKA yang akan bekerja di proyek PLTU,” tukasnya.

Ratusan peserta aksi berasal dari berbagai organisasi. Di antaranya, seperti KNPI, HIPMI, Welder, Elektrikal, Scafolding, Baladika Mulawarman, BPW, Laskar Kutai, Serikat Pekerja, dan Kadin Bontang.

Aksi mereka berhenti setelah mereka sepakat untuk bernegosiasi atau mediasi dengan Pemkot Bontang yang juga dihadiri perwakilan subkontraktor dari perusahaan GPK. Sekira pukul 20.00 Wita, mediasi selesai dilaksanakan. (mga)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: PLTU Teluk KadereProyek PLTUtenaga kerja asingTKA ilegal
ShareTweetSendShare
[the_ad id="77027"]
Previous Post

Ini Wujud Kepedulian Pupuk Kaltim Terhadap Generasi Muda di Hari Anak Nasional

Next Post

Wali Kota: Tolong Hargai Saya!

Related Posts

1.546 Tenaga Kerja Asing Tersebar di Kaltim, 10 WNA Dideportasi
Kaltim

1.546 Tenaga Kerja Asing Tersebar di Kaltim, 10 WNA Dideportasi

13 Oktober 2024, 14:44
Dicabut sebagai Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, Pengolahan Limbah Batu Bara Bisa Ugal-ugalan
Kaltim

Survei Transisi Energi Berkeadilan, Tingkat Kekhawatiran di Kaltim Tinggi

23 Januari 2024, 22:11
PLTU dan Warga Lok Tunggul; Sarapan Debu Batu Bara, Perusahaan Irit Bicara
Bontang

Sejak Beroperasi, PLTU Teluk Kadere Disinyalir Bikin ISPA Meningkat

26 Agustus 2023, 13:00
Andal ala PLTU Teluk Kadere, Hilangkan Permukiman Dulu
Bontang

Andal ala PLTU Teluk Kadere, Hilangkan Permukiman Dulu

18 Agustus 2023, 09:20
Dicabut sebagai Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun, Pengolahan Limbah Batu Bara Bisa Ugal-ugalan
Kaltim

PLTU Bakal Dipensiunkan, Pengusaha Tambang Ngaku Tak Terpengaruh

8 Juni 2021, 16:00
PLTU dan Warga Lok Tunggul; Sarapan Debu Batu Bara, Perusahaan Irit Bicara
Bontang

Soal Debu Batu Bara dan Limbah PLTU, Ini Kata DLH Kaltim

27 Maret 2021, 11:30

Terpopuler

  • Mini Soccer HOP 1 Bontang Ditutup Mulai Mei, Proyek Lanjutan Rp17,5 Miliar Segera Dikerjakan

    Mini Soccer HOP 1 Bontang Ditutup Mulai Mei, Proyek Lanjutan Rp17,5 Miliar Segera Dikerjakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerindra Kaltim Semprot Rudy Mas’ud usai Bandingkan Diri dengan Hashim Djojohadikusumo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Daftar Tempat Parkir di Bontang yang Wajib Bayar Pajak Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rp1,7 Miliar untuk TMMD Bontang, Jalan 450 Meter hingga Sumur Bor Dibangun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.