BONTANG – Wacana pemindahan beberapa lapak yang menempati belakang bangunan Pasar Rawa Indah mendapat respon dari pedagang di lokasi tersebut. Mardiana selaku pedagang daging ayam dan ikan mengaku berat hati meninggalkan tempat jualannya.
Pasalnya tempat ini telah diduduki sejak empat tahun lalu. Tepat setelah musibah kebakaran yang menimpa bangunan Pasar Rawa Indah. “Berat untuk meninggalkan. Saya masih mencari tempat yang baru ini untuk berjualan nantinya,” kata Mardiana.
Ia mengaku di tempat itu dapat meraup omzet Rp 2 juta per harinya. Adapun barang dagangan dibeli dari pengepul maupun penjual lainnya. Lapaknya dibuka mulai pukul 06.00 hingga 21.00 Wita.
Informasi mengenai pengosongan lapak setelah Iduladha diperoleh dari pedagang lainnya. Saat kontraktor pembangunan pasar mengundang pedagang untuk membicarakan wacana tersebut, Kamis (1/8/2019) lalu.
Mardiana menuturkan dirinya tidak memperoleh lapak di pasar sementara. Sebab itu, kesepakatan dengan pedagang lainnya membuka lapak di atas saluran drainase ini.
Dia pun tak sabar agar bangunan pasar cepat rampung. Mengingat namanya masuk dalam data yang bakal menempati salah satu petak di bangunan yang dianggarkan pengerjaannya secara tahun jamak atau multiyears tersebut.
Sementara pedagang lainnya Usman mengaku hadir dalam pertemuan. Ia membenarkan jika salah satu hasil pertemuan ialah mengosongkan seluruh lapak Kompi B (sebutan bangunan tersebut).
“Mereka minta pengosongan setelah Iduladha. Kami saat itu minta solusi pencarian tempat pengganti,” kata Usman.
Namun, ia pesimistis permintaan tersebut dikabulkan. Mengingat lokasi penjualan ikan dan ayam tidak dapat sembarang. Diperlukan sarana pembuangan pada saat pedagang melakukan pembersihan kotoran kedua komoditas pangan itu.
“Pihak mereka (kontraktor dan UPTD Pasar) tidak berani berjanji mencarikan tempat penggantinya,” ucapnya.
Tiap harinya Usman menjual ikan di lokasi tersebut. Omzet penjualan pun tidak menentu. Tergantung jumlah pembeli yang mampir ke lapaknya. “Kadang dapat tetapi sering juga tidak ada konsumen,” sebut dia.
Diketahui, dalam lapak Kompi B terdapat sekira 20 lapak. Dengan jumlah pedagang aktif hanya 10 orang. Rata-rata lokasi ini digunakan tempat penjualan daging ayam dan ikan.
Diberitakan sebelumnya, pembangunan Pasar Rawa Indah menemui kendala. Pasalnya lokasi pemasangan Instalasi Pemasangan Air Limbah (IPAL) digunakan oleh sejumlah masyarakat untuk berdagang.
Site Manajer PT Sasmito Ridho mengatakan dengan masih ditempatinya lokasi itu praktis pengerjaan ditunda sementara. Lokasi IPAL nantinya berada di belakang bangunan pasar. “Tidak bisa bekerja kalau masih ada mereka. Kendalanya terkait penggunaan lokasi oleh warga,” kata Ridho.
Ia telah melakukan komunikasi dengan beberapa pihak. Hasilnya pengerjaan baru dapat dimulai setelah Iduladha mendatang. Bentuknya berupa pembangunan fondasi IPAL dan pembuatan bak penampungan. Disebutkan Ridho, material IPAL diprediksi bakal datang dalam waktu dekat.
“Warga mau dipindah setelah Iduladha. Otomastis pengerjaan mundur lagi,” pungkasnya. (ak)







