BONTANG – Pemkot Bontang menggelar rapat lanjutan terkait penetuan salat idulfitri 2020. Apakah diperkenankan id di masjid, atau di rumah saja.
Dalam kesempatan perdana, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang, Bahauddin melakukan persentasi mengenai kondisi terkini perkembangan Covid-19 di Kota Taman.
Diawal paparannya, Bahauddin langsung menyatakan bahwa kondisi di Bontang belum aman. Seyogyanya masyarakat menjaga agar kondisi tidak memburuk.
Saat ini, ujar Bahauddin, posisi Bontang
dikepung daerah zona ungu; kasus Covid-19 diatas 31 dan kedua daerah itu telah mencatat kasus transmisi lokal.
Lebih jauh, dia menjelaskan beberapa daerah telah melakukan PSBB. Tapi tren kasus Covid-19 tidak melandai. Tidak ada penurunan signifikan. Hanya datar.
Dia juga menyoroti anak muda yang kekeh kumpul-kumpul, kongko di cafe. Kata Bahauddin, anak muda mungkin tak sakit Covid-19, namun mereka menjadi carrier. Alias membawa virus dan menularkannya kepada orang yang punya penyakit kronis. Biasanya ini menyasar mereka yang berusia tua (Diatas 60 tahun).
Dua hari belakang ini (Senin-Selasa), Tim Gugus Tugas Covid-19 Bontang menggelar rapid test massal. Yang menyasar kawasan ramai. Hasilnya, dari 570 orang di rapid, ternyata 25 diantaranya reaktif Covid-19.
“Melihat semua itu, kami dari Dinkes Bontang menyarankan salat id di rumah saja,” tutup Bahauddin.
Hingga berita ini ditulis, rapat masih berlangsung. (*)







