BONTANG – Dalam rangka pemantapan penyelenggaraan E-Government di lingkungan Pemkot Bontang, Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Bontang melakukan paparan dihadapan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Bontang. Acara pemaparan dipimpin langsung oleh Plt Sekretaris Daerah, Artahnan Saidi.
Paparan tentang penyelenggaraan e-government di lingkungan Pemkot Bontang, menurut Dasuki selaku Kepala Diskominfotik, bahwa dalam rangka mensosialisasikan peraturan Wali kota Bontang no. 16 Tahun 2017 tentang penyelenggaraan e-government. E-government, dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai pelayanan (berbasis) elektronik.
“Hampir setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di kota bontang telah memiliki aplikasi yang memiliki basis aplikasi berbeda-beda, bahkan ada OPD yang mempunyai lebih dari 5 aplikasi seperti Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3),” ujar Dasuki.
OPD yang ada di lingkungan Pemkot Bontang telah memiliki konsep teknologi informasi minded, dan aparatur sumber daya manusia TI yang tersebar di seluruh OPD berjumlah kurang lebih 48 orang. Sehubungan dengan terbitnya perwali nomor 16 tahun 2017, Diskominfotik berkeinginan menyatukan dan mengintegrasikan aplikasi-aplikasi yang tersebar di seluruh OPD dalam satu dashboard.
“Mulai dari tahap perencanaan, pengadaan, pemeliharaan sampai dengan pengembangan di dalam satu unit data center yang dikelola oleh Diskominfotik terkait interoperabilitas dan keamanan informasi,” tambahnya.
Pemkot Bontang melalui Plt Sekretaris Daerah, Artahnan Saidi mengapresiasi positif kegiatan ini. Penyelenggaraan acara ini selaras dengan visi dan misi Walikota Bontang, Neni Moerniaeni sehubungan dengan smart city.
“Sangat mendukung dan mengharapkan sekali kepada seluruh kepala organisasi perangkat daerah yang ada, berkomitmen melaksanakan Perwali Bontang nomor 16 tahun 2017 dalam rangka penyelenggaraan e-government,” ujarnya.
“Apalagi dengan akan dibangunnya sarana Command Center yang akan diresmikan pada disaat launching Gerakan Kota Bontang Smart City sekitar bulan Oktober 2017 mendatang,” sambungnya.
Berkenaan dengan langkah yang dilakukan oleh Diskominfotik, kota Bontang masuk dalam nominasi penghargaan yang digelar oleh salah satu perguruan tinggi terbaik nasional. Ungkapan syukur dilontarkan oleh Plt Sekretaris Daerah, Artahnan Saidi atas penghargaan tersebut.
“Alhamdulillah kota Bontang, di tahun 2017 masuk sebagai nominasi pemenang Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) yang dilaksanakan oleh Institut Teknologi Bandung, dan akan dilakukan kunjungan langsung oleh tim penilai RKCI pada hari Senin, 31 Juli 2017. Setelah sebelumnya didahului oleh audensi Wali Kota Bontang dihadapan tim penilai yang akan dilaksanakan di ruang rapat utama lantai 2 Wali Kota Bontang jam 09.00 Wita, dan dihadiri oleh seluruh kepala OPD yang ada di lingkungan Pemkot Bontang,” pungkasnya. (*/ak)







