• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Diusulkan Dokter Cuma Dapat Gaji Sesuai Kinerja 

by BontangPost
16 Februari 2017, 12:59
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
Foto wajah: Bahrani Hasanal (dok/sangatta post)

Foto wajah: Bahrani Hasanal (dok/sangatta post)

Share on FacebookShare on Twitter

Dokter Spesialis PNS Nyambi di Luar, Kinerja  Terganggu 

Sejumlah dokter spesialis berstatus PNS yang bekerja di  RSUD Kudungga dianggap tak menunjukkan kinerja maksimal. Salah satu penyebabnya, dokter tersebut juga bekerja di rumah sakit swasta.

“Setahu saya, ada sekitar 23 dokter spesialis di RSUD Kudungga. Jika tidak salah, semuanya nyambi diluar. Semua cari ceperan di luar.  Bisa saja, kami tidak larang, selama tidak mengganggu PNS-nya. Kan SOP sudah ada. Kami juga tau, dokter juga manusia,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kutim Bahrani Hasanal yang juga mantan Direktur RSUD Kudungga.

Semasanya, dirinya menjabat sebagai direktur, dia kerap kali memberikan teguran secara lisan kepada dokter yang menyalahi aturan. Hanya saja, teguran tersebut belum membuahkan hasil maksimal. Hingga, berakhir memuncaknya kegeraman masyarakat saat ini.

Baca Juga:  Di Bontang, Satu Dokter Tangani 982 Pasien 

Seharusnya, oknum dokter tersebut sadar dan lebih mementingkan tanggung jawab utamanya sebagai PNS ketimbang membuka jasa di luar. “Kan sudah ditegur, sudah diminta ubah prilaku. Tetapi belum berubah, maka kami usul, gajinya diberikan sesuai dengan kinerjanya saja,” pintanya.

Yang tidak kalah disayangkan, sebenarnya kebanyakan dokter di RSUD merupakan binaan dari pemerintah. Pemerintah yang memberikan pendidikan spesialis hingga mahir seperti saat ini. Akan tetapi, keahlian tersebut malah cenderung diberikan kepada rumah sakit swasta. Tentunya, hal ini tidak dibenarkan sama sekali.

“Pemerintah yang sekolahkan. Tetapi dipakai oleh swasta. Pemerintah memiliki hak untuk melarang hal tersebut. Jadi perlu diberitahu, dinasehati jika pemerintah yang menyekolahkannya. Jadi sepenuhnya wajib mengabdi kepada pemerintah untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” katanya.

Baca Juga:  Indeks Pelayanan Publik Rendah, Dinas Sosial Bontang Disorot Ombudsman

Kalaupun rumah sakit swasta memakai jasa dokter PNS, maka Rumah Sakit tersebut wajib memberikan sumbangsih besar kepada pemerintah. Karena semua keahlian yang dimiliki dokter spesialis tersebut bersumber dari pemerintah. Seluruhnya menggunakan anggaran dari pemerintah. “Tetapi Swasta pakai gratis. Seharusnya bayar pakai jasa dokter PNS. Karena kami (pemerintah, red) yang sekolahkan,” katanya.

Untuk itu, dirinya berharap jika masih ditemukan dokter yang menyalahi aturan, segera dilaporkan. “Baik direktur secara langsung kepada Bupati, atau melalui Diskes. Kami akan sampaikan untuk segera dibina. Karena jangan sampai, jika dibiarkan akan berimbas kepada semuanya,” katanya. (dy)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Dokterpelayanan publik
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Persiapan Atlet Tuan Rumah Menatap Porprov 2018: Perpani  

Next Post

PNS Double SK Tak Dapat Tunjangan 

Related Posts

Indeks Pelayanan Publik Rendah, Dinas Sosial Bontang Disorot Ombudsman
Bontang

Indeks Pelayanan Publik Rendah, Dinas Sosial Bontang Disorot Ombudsman

2 Maret 2023, 14:30
“Saya Ndak Mau Hidup Hanya untuk Menimbun Harta”
Feature

“Saya Ndak Mau Hidup Hanya untuk Menimbun Harta”

27 Desember 2020, 15:27
Kaltim Minim Dokter Patologi Anatomi
Kaltim

Kaltim Minim Dokter Patologi Anatomi

25 November 2019, 07:00
Puskesmas Kekurangan Dokter 
Bontang

Puskesmas Kekurangan Dokter 

28 Agustus 2018, 11:53
Tak Ada Aturan, Asal Berkompeten
Breaking News

Tak Ada Aturan, Asal Berkompeten

8 Februari 2018, 11:02
Hetifah Minta Menteri PAN-RB Beri Perhatian
Kaltim

Hetifah Minta Menteri PAN-RB Beri Perhatian

7 Februari 2018, 11:32

Terpopuler

  • Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Daftar Tempat Parkir di Bontang yang Wajib Bayar Pajak Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua Pengedar di Muara Badak Ditangkap Saat Berboncengan, Polisi Sita 16,55 Gram Sabu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rp1,7 Miliar untuk TMMD Bontang, Jalan 450 Meter hingga Sumur Bor Dibangun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.