BONTANG – Tudingan nelayan Kutai Timur (Kutim) yang menyebut adanya nelayan dari luar termasuk Bontang kerap menangkap ikan sampai ke wilayah perairan laut Kutim, tak ditampik sebagian nelayan Bontang. Mereka mengaku, dalam mencari ikan sampai ke wilayah luar perairan Bontang.
Ari misalnya, nelayan Tanjung Limau ini mengaku, jika hanya mengharapkan ikan di wilayah perairan Bontang saja, tentulah hasil tangkapan ikannya hanya sedikit. Berbeda halnya jika dirinya melakukan penangkapan hingga keluar perairan Bontang, hasil tangkapannya tentu akan lebih banyak.
“Ya mau diapa lagi. Harus begitu kalau mau dapat ikan yang banyak. Bahkan kami melaut tidak hanya sampai ke wilayah Kutim, perairan Balikpapan pun kami juga pernah,” ujarnya Selasa (21/3) kemarin.
Hal senada juga diaminkan Mustofa. Nelayan Tanjung Limau itu mengaku, juga sering menangkap ikan hingga keluar dari perairan Bontang. Dia menilai, perairan di Bontang kecil saja. Ditambah lagi, kondisi ikannya yang sedikit. Sehingga wajar jika nelayan Bontang rela melaut jauh-jauh demi untuk mendapatkan tangkapan yang banyak dan jenis ikan yang berkualitas.
“Setahu saya, sudah ada kok kerjasama antara perikanan Kutim dengan Bontang terkait penangkapan ini. Yang penting nelayan Bontang ada surat kapalnya dan tidak menangkap ikan dengan mengebom, tidak masalah walau menangkap hingga ke wilayahnya Kutim,” jelasnya.
Terkait tudingan lain yang menyebut nelayan Bontang kerap menangkap ikan dengan cara mengebom, walau secara pribadi dirinya mengaku tak melakukannya, namun Mustafa tak menampik jika di Bontang ada nelayan yang menggunakan cara haram tersebut.
“Saya sudah jadi nelayan sejak tahun 1980. Setahu saya kalau nelayan di Tanjung Limau ini tidak ada yang menggunakan cara itu. Tetapi kalau nelayan di daerah lain memang ada. Ini juga yang saya sesalkan. Karena efeknya juga ke kami sehingga mencari ikan jadi semakin sulit,” sesalnya.
Dirinya berharap, Pemerintah bisa lebih memperhatikan dan mengawasi lagi terhadap perilaku yang dapat merusak lingkungan tersebut.
“Kalau terumbu karang rusak, pasti tidak ada ikan yang hidup,” tukasnya.
Sementara itu, Idhamsyah, Kasi Perikanan dan Tankap Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Bontang menuturkan, memang sudah sering ada laporan nelayan Bontang melakukan pengeboman di sana. Bahkan sampai ada ketangkap karena melakukan tindakan tersebut. Terkait hal ini, pihaknya sangat mendukung bila memang ada nelayan Bontang yang ditangkap bila melakukan pengemboman.
‘“Kami sangat mendukung bila ada nelayan ditangkap karena melakukan penangkapan yang salah dan melanggar aturan yang ada,” ungkapnya.
Dia menambahkan, sebenarnya dalam hal ini, pihaknya selalu memberikan sosialisasi kepada nelayan untuk tidak melakukan pengeboman tersebut. Namun pada dasarnya mereka yang beraktivitas di laut, tidak semua dapat diketahui sedang melakukan apa. Maka dari itu, bila memang ada nelayan Bontang yang melakukan penangkapan ikan dengan mengebom, segera tahan dan tangkap.
“Namun dalam proses penangkapan yang kami dukung adalah yang memiliki barang bukti tentunya,” tukasnya. (bbg/ver)







