BONTANGPOST.ID, Bontang – Polisi masih mendalami peredaran bubuk mesiu yang digunakan sebagai bahan baku pengeboman ikan di Bontang Kuala.
Kapolres Bontang AKBP Alex Frestian Lumban Tobing menuturkan, tersangka berinisial SD (31) diketahui meracik sendiri bahan bakunya.
“Dari keterangan tersangka seperti itu,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, tersangka mengetahui cara perakitan bom ikan tersebut dari orang sekitarnya dan belajar dari video internet (Youtube).
Bahan baku peledak tersebut diracik terlebih dahulu, sebelum melakukan pengeboman di lokasi yang sudah ditentukan.
“Posisi saat diamankan itu, bahan bakunya belum diracik. Kami dapati 2 ons bubuk mesiu dan 7 kilogram bahan baku yang sudah dibuat sebelumnya,” ungkap dia.
Selain itu, ia juga menyita 16 buat botol kosong, 13 sumbu picu, kompresor, selang, hingga perlengkapan selam.
Ia menuturkan, satu botol bahan peledak racikan memiliki daya rusak yang cukup besar, yakni mencapai 1 mil.
Hal itu berdampak pada matinya ikan-ikan dan rusaknya ekosistem. Tak terkecuali terumbu karang.
Oleh sebab itu, pihaknya turut menelusuri asal bahan baku tersebut, termasuk mesiu yang digunakan.
“Terkait bahan baku ini akan diselidiki lebih lanjut,” pungkasnya. (*)







