• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Advertorial Pemkot Bontang

DPK dan BNNK Bontang Gelar Parenting, Neni: Jangan Biarkan Gadget Merampas Masa Depan Anak

by Redaksi Bontang Post
27 Juni 2026, 15:24
in Pemkot Bontang, Society
Reading Time: 2 mins read
0
Kegiatan Parenting Keluarga yang digelar DPK Bontang bersama BNNK menghadirkan edukasi bagi orang tua mengenai pengasuhan anak dan penggunaan gadget yang sehat di era digital.

Kegiatan Parenting Keluarga yang digelar DPK Bontang bersama BNNK menghadirkan edukasi bagi orang tua mengenai pengasuhan anak dan penggunaan gadget yang sehat di era digital.

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Bontang – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang berkolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Bontang menggelar kegiatan Parenting Keluarga, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengasuhan anak sekaligus memperkuat kesehatan mental keluarga di era digital.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, yang hadir dalam kegiatan tersebut mengingatkan para orang tua agar tidak membiarkan penggunaan gadget secara berlebihan mengganggu tumbuh kembang anak.

“Anak adalah fondasi masa depan bangsa. Jangan biarkan anak kita hancur karena gadget. Biarkan saja dia menangis kalau minta HP, daripada dia kehilangan masa depannya,” tegas Neni.

Ia mengungkapkan, Pemerintah Kota Bontang telah menemukan sejumlah kasus anak yang mengalami gangguan kesehatan akibat penggunaan gadget yang tidak terkontrol.

“Ada kasus di Bontang anak-anak sampai juling gara-gara sering main HP. Kalau pun diberi HP, berikan yang edukatif dan batasi penggunaannya. Semua itu dimulai dari keluarga dan orang tua,” ujarnya.

Baca Juga:  DPK Bontang Akselerasi Digitalisasi Arsip, OPD Diminta Perkuat Proteksi Data Vital

Menurut Neni, perkembangan teknologi memang tidak dapat dihindari. Namun, orang tua memiliki tanggung jawab untuk memastikan anak menggunakan teknologi secara sehat, aman, dan sesuai usia.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapat materi dari trainer kesehatan mental, Elisa Irmawati. Ia menjelaskan penggunaan gadget tanpa pengawasan dapat memicu berbagai persoalan pada anak, mulai dari temper tantrum, kecanduan gadget hingga 10–14 jam per hari, speech delay, sulit berkonsentrasi, hingga tantrum saat perangkat diambil.

“Zaman sekarang kita tidak bisa menghilangkan 100 persen anak agar tidak bermain HP. Tapi kita bisa meminimalisir penggunaannya dengan mengatur durasi dan memilih konten yang boleh diakses,” jelas Elisa.

Ia menegaskan anak belum memiliki kemampuan menyaring informasi sehingga membutuhkan pendampingan penuh dari orang tua.

Baca Juga:  Neni Tegaskan Pemasangan Jargas di Bontang Gratis, Dugaan Pungli Diusut

“Anak itu belum tahu apa-apa, jadi kita orang tua yang wajib mengarahkan,” katanya.

Elisa juga memperkenalkan konsep tiga pilar pengasuhan di era digital atau M-B-L, yakni Mentorship (pendampingan), Boundaries (batasan), dan Literacy (literasi digital).

Pendampingan bertujuan membangun hubungan yang terbuka antara orang tua dan anak. Sementara batasan mengatur durasi maupun aturan penggunaan gadget di rumah. Adapun literasi digital membekali anak agar mampu menyaring informasi, menjaga privasi, memahami etika bermedia digital, serta menyadari jejak digital yang ditinggalkan di internet.

Sementara itu, Kepala DPK Bontang, Retno Febriaryanti, mengatakan kegiatan parenting merupakan program kolaborasi untuk mendukung upaya Pemerintah Kota Bontang meningkatkan kesehatan mental masyarakat.

Baca Juga:  Sekretariat Korpri Bakal Dihapus

“Parenting keluarga merupakan program kolaborasi, bukan program utama DPK. Kegiatan ini kami laksanakan untuk mendukung upaya Pemerintah Kota Bontang dalam meningkatkan kesehatan mental masyarakat,” ujarnya.

Menurut Retno, momentum kegiatan di perpustakaan dimanfaatkan untuk memberikan edukasi kepada para orang tua. Saat anak mengikuti lomba atau kegiatan literasi, orang tua yang menunggu diarahkan mengikuti sesi parenting sehingga waktu mereka lebih bermanfaat.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut terlaksana tanpa anggaran khusus karena melibatkan kolaborasi dengan berbagai pihak, salah satunya BNNK Bontang yang menghadirkan narasumber berkompeten.

“Tujuan utama parenting adalah meningkatkan kapasitas orang tua dalam mendidik anak. Kami meyakini kualitas pengasuhan akan sangat menentukan tumbuh kembang anak sehingga diharapkan lahir generasi Bontang yang berprestasi, berkarakter, dan berakhlak baik,” pungkasnya. (*)

Tags: dinas perpustakaan dan kearsipan bontangdpk bontangpemkot bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Gangguan Pembangkit Belum Pulih, Pemadaman Listrik di Bontang Diprediksi Berlanjut

Next Post

Ancaman PHK 10 Ribu Pekerja Tambang di Kutai Timur, Revisi RKAB Belum Disetujui

Related Posts

Kolaborasi Jadi Kunci, DPK Bontang Hadirkan Gebyar Literasi 2026 Tanpa Anggaran Khusus
Society

Kolaborasi Jadi Kunci, DPK Bontang Hadirkan Gebyar Literasi 2026 Tanpa Anggaran Khusus

10 Oktober 2026, 08:20
Main Bola Bareng Warga, Agus Haris Dengar Langsung Keluhan soal Bontang
Pemkot Bontang

Main Bola Bareng Warga, Agus Haris Dengar Langsung Keluhan soal Bontang

6 September 2026, 09:25
Angka Pengangguran Bontang Dibidik Turun Jadi 5 Persen
Pemkot Bontang

Angka Pengangguran Bontang Dibidik Turun Jadi 5 Persen

2 September 2026, 11:00
Karhutla Mengintai Bontang, Agus Haris Ingatkan Warga Jangan Bakar Sampah
Pemkot Bontang

Karhutla Mengintai Bontang, Agus Haris Ingatkan Warga Jangan Bakar Sampah

27 Agustus 2026, 11:19
Eskalator Bermasalah, Pemkot Bontang Harus Bayar Utang Rp100 Juta
Pemkot Bontang

Eskalator Bermasalah, Pemkot Bontang Harus Bayar Utang Rp100 Juta

27 Agustus 2026, 10:00
Utang dari Rp1 Miliar Membengkak Jadi Rp56 Miliar, Wawali Buka Opsi Bubarkan PT Bontang Transport
Pemkot Bontang

Utang dari Rp1 Miliar Membengkak Jadi Rp56 Miliar, Wawali Buka Opsi Bubarkan PT Bontang Transport

26 Agustus 2026, 12:53

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.