• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Advertorial DPRD Bontang

DPRD Bontang Pertanyakan Penggunaan RS Tipe D Jadi Isoter

by Redaksi Bontang Post
1 September 2022, 11:00
in DPRD Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Wakil Ketua DPRD Bontang AH

Wakil Ketua DPRD Bontang AH

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Rencana pemanfaatan sementara bangunan Rumah Sakit Taman Sehat untuk isolasi terpusat (isoter) mendapat kritik dari legislator. Wakil ketua DPRD Agus Haris mempertanyakan kepada Dinas Kesehatan (Diskes) terkait dengan opsi pemanfaatan sementara itu.

“Jangan bilang sementara. Pemerintah jika bertindak untuk melaksanakan itu harus ada dasar hukumnya. Kajiannya mana?” tanya wakil rakyat yang akrab disapa AH ini.

Menurutnya pentingnya kajian ini supaya tidak melanggar ketentuan awal. Sehingga nantinya tidak ada yang saling menyalahkan bila wacana ini sudah direalisasikan. Politikus Partai Gerindra ini berpendapat bahwasanya jika digunakan untuk proses karantina pasien yang suspek dengan wabah penyakit menular harus dipikirkan masyarakat yang bermukim di kawasan tersebut. Belum lagi lokasi bangunan berada di dekat sekolah.

“Itu yang harus dipikirkan karena ini untuk menampung orang yang diduga terkena penyakit menular. Jadi jangan dilakukan sebelum ada kajian teknis,” ucapnya.

Baca Juga:  Serapan APBD Rendah, Komisi II Bakal Panggil OPD

Bahkan hingga sejauh ini Diskes pun belum membahas usulan ini dengan legislator. Padahal pembangunan infrastruktur tersebut jelas melalui Perda APBD. Kurun dua tahun penganggaran yakni 2019 dan 2020. Ia meminta Diskes untuk menghormati fungsi peran kelembagaan DPRD.

“Penetapan anggaran untuk pembangunan berdasarkan perda. Masak mau diubah sementara dengan tidak berdasarkan perda. Tolong dihargai sebelum mengambil keputusan,” tutur dia.

Belum lagi DPRD juga telah menerima salinan rekomendasi dari BPKP dan KPK terkait pengoperasioanal RS Tipe D tersebut. Artinya dua dasar itu sudah cukup untuk segera memanfaatkan bangunan itu. Supaya tidak terbengkalai dan pembangunan itu menyisakan kerusakan karena tidak digunakan.

“Keputusan yang diambil itu melalui mekanisme yang dibenarkan,” terangnya.

Baca Juga:  Lahan Kuburan Tinggal 40 Persen, DPRD Usulkan Penambahan Lahan

Sebelumnya, wacana penggunaan sementara bangunan Rumah Sakit Taman Sehat untuk isolasi terpusat (isoter) digaungkan oleh Dinas Kesehatan. Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Adi Permana mengatakan nantinya penanganan ini tidak hanya fokus terhadap pasien covid-19. Namun untuk segala perawatan pasien yang terkena wabah penyakit menular.

“Jadi kalau ada kasus yang mengarah cacar monyet juga ditampung di isoter,” kata Adi.

Pasalnya pasien yang masih diduga terkena penyakit tersebut tidak bisa dilarikan ke fasilitas kesehatan. Sebelum dinyatakan positif dari hasil pemeriksaan. Sehingga pemkot menyiapkan fasilitas agar pasien itu menjalani proses karantina.

“Karena kalau belum ada hasil pemeriksaan itu tidak bisa diklaim BPJS Kesehatannya. Artinya pasien ini belum berstatus terkonfirmasi tetapi kontak erat,” ucapnya.

Baca Juga:  Target Retribusi Daerah Berkurang Rp1,3 Miliar, Dewan Minta Maksimalkan Pos Parkir dan Sarang Walet

Menurutnya pemanfaatan sementara gedung yang sebelumnya diplot untuk RS Tipe D ini sudah tepat. Jika menunggu untuk pemanfaatan fasilitas kesehatan secara definitif diperlukan waktu lama. Sebab harus memenuhi persyaratan terlebih dahulu.

“Kami sudah menyiapkan dari Jumat lalu. Dengan membersihkan bangunan,” tutur dia.

Terkait dengan SDM kesehatan yang disiapkan nantinya akan memanfaatkan staf Diskes terlebih dahulu. Utamanya mereka yang saat ini sudah dijadwalkan bertugas di Public Service Center (PSC). Dalam sehari ada tiga sif SDM Kesehatan yang bertugas. Tiap sifnya terdiri dari dua nakes dan satu sopir ambulans.

“PSC juga 24 jam standby. Kalau ada nanti kami pikirkan. Untuk sementara waktu dari internal Diskes,” pungkasnya. (ak)

Tags: dprd bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pembangunan Dikebut, Bontang Citimall Beroperasi November

Next Post

Tender 19 Proyek IKN Senilai Rp 5 Triliun, Tak Banyak Pengusaha Kaltim yang Terlibat

Related Posts

52 Eks Karyawan Kaltim Equator Menunggu Pesangon Lebih dari Sedekade, DPRD Bontang Cari Jalan Keluar
Bontang

52 Eks Karyawan Kaltim Equator Menunggu Pesangon Lebih dari Sedekade, DPRD Bontang Cari Jalan Keluar

6 Oktober 2026, 15:23
Sudiyo Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Bontang, Gantikan Maming lewat PAW
Bontang

Sudiyo Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Bontang, Gantikan Maming lewat PAW

29 September 2026, 11:46
DPRD Bontang Pertanyakan Pemadaman Masif, Padahal Punya Tiga Pembangkit
Bontang

DPRD Bontang Pertanyakan Pemadaman Masif, Padahal Punya Tiga Pembangkit

15 September 2026, 14:55
Kursi DPRD Bontang Kosong, PDIP Mulai Proses PAW dan Siapkan Pengganti, Ini Sosoknya
DPRD Bontang

Joni Alla’ Padang Dilantik Jadi Wakil Ketua DPRD Bontang Besok

31 Agustus 2026, 21:15
Antrean Pertalite di Bontang Mulai Terurai, Pasokan SPBU Naik hingga 16 KL
DPRD Bontang

Antrean Pertalite di Bontang Mulai Terurai, Pasokan SPBU Naik hingga 16 KL

31 Agustus 2026, 15:37
Bontang Siapkan Rp4,4 Miliar untuk Porprov 2026, DPRD Sarankan Cari Tambahan dari CSR
DPRD Bontang

Bontang Siapkan Rp4,4 Miliar untuk Porprov 2026, DPRD Sarankan Cari Tambahan dari CSR

29 Agustus 2026, 13:22

Terpopuler

  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemadaman Listrik Ganggu Usaha Kuliner Bontang, Mesin Kopi Rusak hingga Pesanan Batal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dibutuhkan 21 Pipe Fitter untuk Pabrik 5 Pupuk Kaltim, Cek Syaratnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.