• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Draf PPnBM Baru, Mobil Murah Bakal Kena Pajak

by M Zulfikar Akbar
13 Maret 2019, 20:00
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi LCGC. (detik.com)

Ilustrasi LCGC. (detik.com)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Mobil murah ramah lingkungan (LCGC) bakal jadi mahal. Bila selama ini harga mobil murah bisa ditekan lantaran mendapat fasilitas pajak 0 persen, dalam skema baru pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), LCGC bakal kena pajak 3 persen. Formulasi pajak baru tersebut diharapkan menstimulasi lebih banyak lagi produk otomotif rendah emisi.

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D. Sugiarto mengatakan, hal tersebut tidak menjadi masalah bagi pelaku industri otomotif. Menurut dia, beberapa skema bisa dilakukan oleh produsen. Salah satunya, memperbaiki kualitas emisi LCGC agar menjadi lebih rendah untuk bisa mendapatkan insentif.

Dari draf PPnBM yang baru, memang LCGC yang dikenai pajak 3 persen masih bisa mendapatkan potongan 1 persen jika mesin yang digunakan sudah Euro 4. Opsi lain, produsen menyerap beban 3 persen tersebut, lalu mengatur ulang strategi pricing. ”Banyak opsi. Itu semua nanti bergantung kebijakan APM (agen pemegang merek, Red),” ujar Jongkie. Pasar mobil LCGC mencapai 22 persen atau setara 250.000 unit dari total 1,1 juta penjualan roda empat.

Baca Juga:  Penerimaan PPh dan PPn Tembus Rp 2,9 T

Executive General Manager PT Toyota-Astra Motor (TAM) Fransiscus Soerjopranoto mengatakan tidak akan membebankan pajak 3 persen tersebut langsung kepada konsumen. ”Kami akan cari caranya, apakah nanti ada penyesuaian emisi sesuai ketentuan atau kami sendiri yang akan serap 3 persen itu,” terang Soerjo.

Menyerap beban pajak 3 persen tersebut bukan tanpa konsekuensi. Dia membenarkan, ada potensi semakin tipisnya keuntungan produsen untuk memproduksi LCGC. Namun, dia menegaskan bahwa selama ini segmen LCGC atau yang diklasifikasikan sebagai KBH 2 memang bukan profit maker bagi produsen. Sejauh ini, duet LCGC Toyota dan Daihatsu, yakni Calya-Sigra dan Agya-Ayla, menyumbang penjualan 8.000 unit dan 4.000 unit per bulan.

Menkeu Sri Mulyani Indrawati menuturkan, berdasar skema baru, akan terdapat tambahan penerimaan dari pos PPnBM. Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu menjelaskan, perhitungan dalam skema PPnBM didasarkan pada penjualan mobil saat ini di kisaran 1 juta unit plus pertumbuhan penjualan tahunan 3 persen. Saat skema baru tersebut diterapkan pada 2021, penerimaan PPnBM dari kendaraan bermotor mencapai Rp 26,2 triliun dengan penjualan 1,19 juta unit. Pada 2022, penerimaan negara juga akan bertambah menjadi Rp 27,8 triliun dari pos PPnBM dengan asumsi penjualan 1,22 juta unit.

Baca Juga:  Pajak Dipantau lewat Android

Pengamat perpajakan Yustinus Prastowo mengungkapkan, PPnBM memang dapat dijadikan insentif fiskal. Namun, hal tersebut berpotensi tidak sesuai dengan karakteristik dan skema PPnBM. Dia mencontohkan, kendaraan mahal yang berteknologi tinggi dan rendah emisi bisa dikenai tarif rendah. ”Kesulitan lain adalah masalah administrasi. Sebab, pengenaan PPnBM hanya dapat dilakukan sekali, yaitu saat tingkat impor atau penjualan dari pabrik,” ujar dia kemarin.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menuturkan, LCGC adalah mobil berbiaya murah yang mendukung semangat lingkungan hijau. Karena itu, yang bakal dikenai pajak sebagai barang mewah sebesar 3 persen adalah kendaraan LCGC yang masih beremisi. (agf/ken/wan/c11/oki/jpg)

Tags: lcgcmobil murahpajakppnbm
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Adu Program Tema Dasar Kesra Menuju Debat Cawapres (1): KIP Kuliah vs Kesejahteraan Guru Honorer

Next Post

Angka Pengangguran Kaltim Terancam Melonjak, Ini Penyebabnya

Related Posts

Tak Bayar Tunggakan Pajak, Wajib Pajak Bontang Terancam Ditempeli Stiker dan Spanduk
Bontang

Tak Bayar Tunggakan Pajak, Wajib Pajak Bontang Terancam Ditempeli Stiker dan Spanduk

10 Oktober 2026, 14:32
Pajak Parkir Bontang Belum Capai Target, Bontang Citimall hingga Mie Gacoan Masuk Pantauan
Bontang

Pajak Parkir Bontang Belum Capai Target, Bontang Citimall hingga Mie Gacoan Masuk Pantauan

28 September 2026, 16:30
Digitalisasi Retribusi Bontang Tembus Rp73,9 Miliar, RSUD Jadi Penyumbang Terbesar
Bontang

Digitalisasi Retribusi Bontang Tembus Rp73,9 Miliar, RSUD Jadi Penyumbang Terbesar

26 Agustus 2026, 16:00
Bukan Cuma Jaga Kamtibmas, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kini Ikut Turun Lapangan Cek Wajib Pajak
Nasional

Bukan Cuma Jaga Kamtibmas, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kini Ikut Turun Lapangan Cek Wajib Pajak

22 Juli 2026, 08:01
Stimulus dan SPPT Efektif, PBB Bontang Tembus Rp60 Miliar
Bontang

Stimulus dan SPPT Efektif, PBB Bontang Tembus Rp60 Miliar

7 Oktober 2025, 08:42
Pilkada Bontang, Pertarungan Melawan Mitos
Bontang

Warga Bontang Diminta Taat Bayar Pajak

7 September 2024, 16:52

Terpopuler

  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Berpura-pura Belanja, Komplotan Pencuri Gasak Tas Berisi Emas 200 Gram dan Rp30 Juta di Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.