bontangpost.id – Ketua II Panitia Besar (PB) PON Papua Roi Letlora memastikan bakal mengusut dugaan “sepak bola gajah” di pertandingan sepak bola Kaltim vs Aceh.
Di laga yang dimainkan di Stadion Barnabas Youwe, Sentani, Senin (4/10/2021) itu, Aceh mengalahkan Kaltim dengan skor 3-2 di. Aceh memastikan kemenangan lewat gol bunuh diri pemain Kaltim asal Bontang, Muhammad Rizky Ramadhan.
Saat itu Rizky menendang bola ke gawang sendiri setelah peluang yang didapat Aceh mampu dimentahkan kiper Kaltim, Agus Susanto.
Gol bunuh diri itu yang lantas dicurigai sebagai dugaan praktik “sepak bola gajah”. Terlebih, kemenangan yang diraih Aceh membuat mereka lolos ke babak selanjutnya bersama Kaltim dari Grup C, sementara Sulawesi Utara yang semula punya peluang lolos harus rela masuk kotak. Andai Kaltim dan Aceh bermain imbang, maka Sulut sudah bisa dipastikan lolos ke babak selanjutnya.
Roi Letlora mengatakan akan segera berkoordinasi untuk mengusut hasil pertandingan tersebut. Namun demikian, ia meminta semua pihak untuk lebih dulu berpikir positif sebelum ada hasil dari investigasi yang dilakukan pihak PB PON.
“Kami tidak bisa diam, kami juga tidak bisa tutup mata. Tapi kami akan lebih dulu melakukan investigasi dulu kalau ada indikasi ke sana (kecurangan). Ini harus cepat, karena hasil juga kan mempengaruhi,” ,” ucap Roi melalui sambungan telepon.
Sementara itu, Ketua Umum PSSI Mochammad Iriawan atau Iwan Bule telah meminta Sekjen PSSI Yunus Nusi yang berada di Papua untuk memonitor pertandingan sepak bola selama PON.
“Kami nanti akan meminta laporan dari technical delegate dan pengawas pertandingan PON Papua atas pertandingan PON Aceh vs PON Kaltim,” kata Yunus Nusi kepada CNNIndonesia.com.
Laga itu juga mendapat perhatian Save Our Soccer (SOS). Di akun Instagram-nya, koordinator SOS Akmal Marhali menulis bahwa pertandingan itu harus diinvestigasi.
“Utamanya, tentang proses gol bunuh diri yang terjadi. Penting untuk diinvestigasi oleh @pssi lewat Komite Fair Play, Komite Disiplin, Komite Integritas bahkan @satgaspolri_antimafiabola agar tanda tanya besar kemungkinan adanya “MAIN MATA” a.k.a “MAIN SABUN” TERJAWAB DENGAN BENAR BERDASARKAN FAKTA!” tulisnya. (cnnindonesia)







