• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Advertorial Pupuk Kaltim

Ekspor Pupuk ke Australia Tembus Rp7 Triliun, Harga Pupuk Subsidi Dalam Negeri Turun 20 Persen

by Redaksi Bontang Post
14 Mei 2026, 21:55
in Pupuk Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Pelepasan ekspor perdana pupuk urea produksi PT Pupuk Kaltim tujuan Australia.

Pelepasan ekspor perdana pupuk urea produksi PT Pupuk Kaltim tujuan Australia.

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Bontang – Indonesia mencatat tonggak baru dalam transformasi industri pupuk nasional melalui ekspor pupuk urea ke Australia dengan nilai mencapai sekitar Rp7 triliun.

Di saat bersamaan, pemerintah juga mengklaim berhasil menurunkan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen dan menambah volume pupuk bagi petani nasional.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat menghadiri pelepasan ekspor perdana produk urea PT Pupuk Indonesia melalui PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) ke Australia di Pelabuhan Bontang, Kamis (14/5/2026).

Ekspor perdana tersebut mencapai 47.250 ton pupuk urea dengan nilai sekitar Rp600 miliar. Pengiriman itu menjadi tahap awal dari komitmen kerja sama sebesar 250 ribu ton yang ditargetkan meningkat hingga 500 ribu ton dengan total nilai sekitar Rp7 triliun.

Baca Juga:  Pupuk Kaltim Kembali Gelar Seni Sana Sini, Padukan Industri dan Budaya Lewat Karya Seni

“Rencana kita akan ekspor 250 ribu ton ke Australia dan kemudian ditingkatkan hingga 500 ribu ton,” ujar Mentan Amran.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan daya saing industri pupuk nasional semakin kuat dan mulai diminati sejumlah negara.

Selain Australia, pemerintah menyebut India, Filipina, Brazil, hingga Bangladesh mulai menunjukkan minat terhadap pupuk urea asal Indonesia.

“Dubes India sudah menghubungi saya langsung meminta 500 ribu ton. Beberapa negara lain juga berminat seperti Filipina, Brazil, dan Bangladesh,” katanya.

Di sisi lain, pemerintah juga mengklaim berhasil memperbaiki tata kelola pupuk subsidi di dalam negeri. Salah satu kebijakan yang disebut berdampak besar yakni penurunan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen tanpa tambahan beban APBN.

Baca Juga:  Siap Pasok Kebutuhan Dalam Negeri, Anak Usaha Pupuk Kaltim Pengapalan Perdana 2001,73 Ton CPO

Tak hanya itu, pemerintah juga menambah volume pupuk subsidi sebanyak 700 ribu ton guna memperluas akses petani terhadap pupuk.

“Di saat geopolitik dunia memanas, Indonesia alhamdulillah harga pupuknya turun 20 persen. Volume pupuk juga bertambah,” ungkapnya.

Pemerintah juga melakukan deregulasi terhadap 145 aturan lintas kementerian dan lembaga untuk mempercepat distribusi pupuk ke petani.

Pelepasan ekspor perdana pupuk urea produksi PT Pupuk Kaltim tujuan Australia.

Sistem penyaluran dipangkas menjadi lebih sederhana melalui pola langsung dari Kementerian Pertanian, Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC), kelompok tani hingga petani penerima.

Selain pembenahan distribusi, pemerintah juga menjalankan revitalisasi industri pupuk nasional melalui tujuh proyek strategis dengan total investasi mencapai Rp72,84 triliun.

Modernisasi dilakukan dengan mengganti pabrik lama yang dinilai boros energi menjadi fasilitas baru yang lebih efisien. Pemerintah mengklaim efisiensi biaya produksi pupuk baru mencapai 26 persen lebih rendah dibanding pabrik lama.

Baca Juga:  Komitmen Jaga Lingkungan Kerja Aman, PKT Borong Tiga Penghargaan Dari Pemprov Kaltim

Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, turut mengapresiasi kerja sama tersebut.

Menurutnya, kerja sama pupuk antara Indonesia dan Australia tidak hanya memperkuat hubungan bilateral, tetapi juga mendukung ketahanan pangan kedua negara.

“Pupuk ini akan membantu petani Australia memproduksi komoditas seperti gandum yang digunakan di Indonesia untuk membuat berbagai produk pangan,” ujarnya.

Mentan Amran menegaskan seluruh pembenahan sektor pupuk diarahkan untuk memperkuat swasembada pangan nasional, meningkatkan kesejahteraan petani, hingga mengurangi ketergantungan impor.

“Pupuk bukan hanya soal produksi dan distribusi. Pupuk adalah instrumen strategis menuju kedaulatan pangan nasional,” tegasnya. (*)

Tags: PKTpupuk kaltim
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Mentan Amran: Ekspor Pupuk ke Australia Tembus Rp7 Triliun, Selanjutnya India, Filipina, Brazil, dan Bangladesh

Next Post

DPK Bontang Perkuat Inovasi Kearsipan untuk Jaga Dokumen dan Sejarah Daerah

Related Posts

PKT BERSERI Tumbuhkan Potensi Desa dan Kemandirian Petani Bulutana
Pupuk Kaltim

PKT BERSERI Tumbuhkan Potensi Desa dan Kemandirian Petani Bulutana

29 Oktober 2026, 14:36
Jangkau 2.340 Warga Bulutana, Pupuk Indonesia Grup Gelar AKSI 2026
Pupuk Kaltim

Jangkau 2.340 Warga Bulutana, Pupuk Indonesia Grup Gelar AKSI 2026

22 Oktober 2026, 19:16
Perkuat Daya Saing Manufaktur Nasional, Pupuk Kaltim Raih Primaniyarta 2026
Pupuk Kaltim

Perkuat Daya Saing Manufaktur Nasional, Pupuk Kaltim Raih Primaniyarta 2026

17 Oktober 2026, 12:04
Dukung Dekarbonisasi, PLTS Atap Pupuk Kaltim Raih ASEAN Energy Awards 2026
Pupuk Kaltim

Dukung Dekarbonisasi, PLTS Atap Pupuk Kaltim Raih ASEAN Energy Awards 2026

17 Oktober 2026, 11:48
Perputaran Ekonomi Selama Pupuk Kaltim Cup Tembus Rp772,9 Juta
Pupuk Kaltim

Perputaran Ekonomi Selama Pupuk Kaltim Cup Tembus Rp772,9 Juta

15 Oktober 2026, 19:41
Antusiasme Tinggi, Pupuk Kaltim Upayakan PKT Cup Jadi Agenda Tahunan
Pupuk Kaltim

Antusiasme Tinggi, Pupuk Kaltim Upayakan PKT Cup Jadi Agenda Tahunan

13 Oktober 2026, 07:03

Terpopuler

  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.