bontangpost.id–Komisi III DPRD Bontang menggelar inspeksi mendadak (Sidak) di PT Graha Power Kaltim (GPK), Senin (8/6/2020) pagi. Kegiatan ini merupakan lanjutan sidak yang digelar awal Januari 2020 lalu.
Sidak dipimpin Ketua Komisi III, Amir Tosina. Ada empat isu utama yang disorot dalam kegiatan kali ini. Pertama, pengadaan air bersih untuk warga di sekitar pabrik. Mengingat pada sidak Januari lalu, dewan menyoroti limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang dibuang serampangan. Akibatnya, sumur tempat warga memperoleh air bersih menjadi tercemar, dan tak layak dikonsumsi. Hasil sidak tadi, perusahaan telah bertanggungjawab dengan menyediakan sumber air PDAM kepada warga.
Isu kedua soal penanaman pohon. Dewan mendesak perusahaan menanam lebih banyak pohon di sekitar areal pabrik. Ini untuk menekan debu indusri yang bertebaran dan menggangu aktivitas warga sekitar.
“Tadi kami lihat pohon bambu sudah ditanam. Lebih 300 (pohon). Tapi kami minta itu diperluas. Jangan segitu saja,” terangnya.
Ketiga, soal pemasangan lampu penerangan. Sedianya kawasan Teluk Kadere basis operasi GPK memang belum tersentuh penerangan (PLN) seutuhnya. Karena secara posisi memang berada di ujung Bontang. Sebabnya dewan meminta perusahaan melalui program corporate social responsibility (CSR)-nya menyediakan lampu penerangan di permukiman warga.
“Enggak banyak itu. Paling cuma 6 lampu saja,” tambah Amir.
Site Manager PT GPK, Aris Munandar mengatakan pihaknya telah mengupayakan penyediaan listrik bagi warga sekitar pabrik. Namun semua masih menunggu konfirmasi PLN.
Sementara isu terakhir, soal penyediaan jalur alternatif bagi warga. Sejak pabrik PT GPK berdiri, jalur warga setempat terenggut. Sebagai gambaran, ada beberapa kepala keluarga bermukim tepat di belakang areal pabrik GPK. Ini membuat mereka tak bisa lagi melalui jalur lama karena sudah menjadi areal pabrik. Sementara areal itu merupakan kawasan terbatas.
“Warga jadi harus mutar. Lewat jalur laut. Nah kami minta solusi, ini bagaimana. Warga mau direlokasi, atau warga dibiarkan melintas,” tanya Amir Tosina.
Rencananya, dewan bakal menggelar sidak susulan. Untuk melihat apakah keluhan warga telah ditindaklanjuti perusahaan.
“Pasti ada sidak lanjutan,” pungkasnya. (*)







