• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Fahri Hamzah: Dana Desa Jangan Jadi Bahan Kampanye

by M Zulfikar Akbar
22 Februari 2019, 16:30
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Fahri Hamzah. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Fahri Hamzah. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Dana desa sudah dijadikan para pejabat dan caleg parpol koalisi pemerintah sebagai jargon keberhasilan pemerintahan Joko Widodo. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengingatkan agar tidak menggunakan pos-pos anggaran negara seperti dana desa sebagai bahan kampanye pemilu, baik pileg maupun pilpres.

Fahri menegaskan, dana desa merupakan perintah UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang lahir pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Jika dilihat dari penomoran, yaitu nomor 6, itu berarti UU tersebut lahir pada awal pemerintahan atau awal 2014.

Politikus asal Sumbawa, NTB, itu menerangkan, pemerintahan SBY berakhir pada 20 Oktober 2014. ’’Artinya, yang memulai meletakkan anggaran dalam APBN Dana Desa adalah Pak SBY, bukan Pak Jokowi. Dan, itu bukan perintah pribadi presiden, tetapi perintah UU,’’ terangnya

Baca Juga:  Anggaran Dana Desa Sudah Masuk 20 Persen, Tapi Belum Ada Pengajuan Program dari Desa 

Pimpinan DPR yang membidangi kesejahteraan rakyat itu mengungkapkan, jika ada pejabat yang menganggap itu perintah presiden, hal itu tidak benar. Sebab, siapa pun presidennya, program dana desa pasti tetap ada karena itu merupakan perintah UU.

Politikus PKS itu mengatakan, tendensi untuk menggunakan pos-pos anggaran negara sebagai kampanye merupakan tindakan yang sangat berbahaya dan harus diusut sebagai satu tindakan kebohongan publik.

Fahri pun menuturkan, UU Desa disahkan pada 18 Desember 2013 dan diberi nomor 6 pada awal 2014. itu berarti, lanjut dia, pada pidato nota keuangan Agustus 2014, Presiden SBY sudah melaksanakan perintah UU untuk mengalokasikan dana desa dalam APBN 2015 yang alokasi awalnya Rp 9 triliun. Yang kemudian dalam alokasi perubahan, APBNP 2015 menjadi Rp 20,7 triliun.

Baca Juga:  BPMD Minta Kades Laporkan Hasil Realisasi

Mantan ketua umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) itu menegaskan, dana desa merupakan perintah undang-undang, bukan perintah Presiden Jokowi. ’’Tapi, memang begitu masuk belanja APBN 2015, presidennya sudah Pak Jokowi,’’ tandasnya.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding, mengatakan bahwa jika ada yang mengaitkan dana desa dengan Jokowi, itu bukanlah kampanye. Sebab, dana desa itu ada pada kepemimpinan Jokowi. Program tersebut merupakan salah satu keberhasilan mantan gubernur DKI Jakarta. ’’Faktanya, di zaman Pak Jokowi-lah sekian triliun untuk dana desa,’’ ungkapnya

Masyarakat harus diberi pemahaman bahwa banyak prestasi dan keberhasilan yang sudah dilakukan Jokowi. Salah satunya, dana desa sehingga masyarakat tidak salah paham.

Baca Juga:  Jokowi Minta Pertamina Turunkan Harga Avtur

Jika pemerintah atau TKN menyampaikan keberhasilan dana kampanye, tutur dia, itu bukanlah kampanye. Hal tersebut merupakan penyampaian fakta tentang keberhasilan seorang pemimpin negara yang harus diketahui rakyatnya.

Politikus PKB itu mengatakan, dana desa sangat bermanfaat bagi masyarakat. Menurut dia, dana tersebut digunakan untuk membangun jalan, jembatan, dan infrastruktur yang lain. Selain itu, dana tersebut dimanfaatkan untuk mengembangkan ekonomi masyarakat. (lum/c4/agm/jpg)

Tags: dana desafahri hamzahjokowi
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Teroris Tertangkap Saat Razia Lalin

Next Post

Per 1 Maret 2019, Dua Obat Kanker Tak Dijamin BPJS Kesehatan

Related Posts

Dugaan Penyelewengan Dana Desa Terjadi di Kutim, Kerugian Diduga Capai Rp2 Miliar
Kriminal

Dugaan Penyelewengan Dana Desa Terjadi di Kutim, Kerugian Diduga Capai Rp2 Miliar

25 Juli 2025, 19:08
Kunjungan ke Kaltim, Jokowi Minta Dilakukan Operasi Pasar Tekan Kenaikan Harga Beras
Kaltim

Kunjungan ke Kaltim, Jokowi Minta Dilakukan Operasi Pasar Tekan Kenaikan Harga Beras

21 September 2023, 12:58
Tilap Dana Desa di Kukar Rp 1 Miliar Lebih, Modus Bikin Laporan Fiktif
Kriminal

Tilap Dana Desa di Kukar Rp 1 Miliar Lebih, Modus Bikin Laporan Fiktif

21 Juni 2023, 10:21
Peluang Jokowi 3 Periode Dinilai Sudah Tertutup
Nasional

Peluang Jokowi 3 Periode Dinilai Sudah Tertutup

21 Maret 2022, 16:30
Soal Strategi Ofensif, Jokowi: Masa 4 Tahun Suruh Diam Saja
Nasional

Jokowi: Masyarakat Harus Lebih Aktif Menyampaikan Kritik

9 Februari 2021, 09:00
Lokasi Calon Ibu Kota Berbukit-bukit, Jokowi: Arsiteknya Pasti Senang
Nasional

Jokowi Semakin Berjarak dengan Rakyat

22 Oktober 2020, 08:53

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.