• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Internasional

Filipina dan AS Bercerai, Duterte Hentikan Kerja Sama Militer

by M Zulfikar Akbar
13 Februari 2020, 10:30
in Internasional
Reading Time: 2 mins read
0
Rodrigo Duterte Usa Today 640x459

Rodrigo Duterte. (USA Today)

Share on FacebookShare on Twitter

Pemerintah Filipina baru saja mengeluarkan pernyataan mengejutkan. Selasa (11/2/2020) Presiden Manila Rodrigo Duterte menghentikan salah satu perjanjian militer dengan AS. Keputusan tersebut buntut dari pencekalan visa salah seorang pejabat Filipina.

Keputusan itu disampaikan Juru Bicara Presiden Salvador Panelo di Istana Malacanang. Menurut dia, Duterte ingin Sekretaris Negara Salvador Medialdea untuk mengeluarkan perintah kepada Kementerian Luar Negeri. Menteri Luar Negeri Teddyboy Locsin harus memberitahukan keputusan Duterte kepada Kedutaan Besar AS di Manila.

’’Presiden meminta agar pemberitahuan itu dikirim kemarin malam (10/2/2020),’’ ungkapnya kepada The Philippine Star.

Kabar itu pun sudah dikonfirmasi Sekjen Kementerian Luar Negeri Brigido Dulay lewat Twitter. Dia mengatakan, pemberitahuan penghentian kerja sama Visiting Forces Agreement (VFA) sudah ditandatangani dan disampaikan ke Kedubes. Artinya, masa transisi selama 180 hari bakal berlaku sebelum perjanjian benar-benar dicabut.

Baca Juga:  AS dan Meksiko Redam Ketegangan

VFA merupakan satu di antara tiga perjanjian militer utama antara Filipina dan AS. Secara garis besar, perjanjian tersebut mengatur protokol soal personel militer AS di negara tersebut. Selain membuat aturan visa dan paspor lebih longgar, AS diberi wewenang untuk menindak sendiri tentara yang melakukan kejahatan di sana.

’’Hubungan (dengan AS, Red) tetap hangat. Namun, presiden percaya bahwa sudah saatnya Filipina mengandalkan sumber daya sendiri untuk mempertahankan kedaulatan bangsa,’’ papar Panelo.

Duterte sebenarnya sudah mengancam bakal mengakhiri kerja sama militer dengan AS pada 2016. Dia tak terima sikap AS yang terlalu kritis terhadap program melawan kartel narkoba. Saat itu, publik global menilai bahwa aksi polisi Filipina terlalu kejam karena membunuh tanpa pandang bulu.

Baca Juga:  Raja Salman: Yerusalem Ibu Kota Palestina

Namun, baru bulan lalu dia akhirnya terlihat serius. Hal tersebut terjadi setelah visa Senator Ronald Dela Rosa dicekal pemerintah AS tanpa alasan jelas. Malacanang merasa bahwa visa Dela Rosa dicekal karena dia berperan sebagai kepala kepolisian nasional dalam menindak kasus narkoba. Pada masa kepemimpinannya, polisi membunuh ribuan jiwa yang dituduh sebagai pengedar atau pengguna.

Panelo mengatakan, pemerintah sudah mengevaluasi hubungan kerja sama dengan AS sejak lama. Pemerintah mengambil kesimpulan bahwa Filipina tak boleh lagi bergantung pada negara lain.

’’Saat ini sudah ada negara lain yang berminat untuk menjalin kerja sama. Tapi, presiden sepertinya lebih tertarik untuk membuat pertahanan Filipina lebih mandiri,’’ jelas Panelo.

Baca Juga:  Kunjungan Xi Jinping Ke Korea Utara, Isyarat Untuk Amerika Serikat

Selain VFA, Filipina masih punya dua kerja sama militer dengan AS. Yakni, The Mutual Defense Treaty (MDT) dan Enhanced Defense Cooperation Agreement (EDCA). MDT merupakan pakta yang menyatakan bahwa tiap-tiap pihak bakal membantu negara yang sedang mendapat serangan militer. Sementara itu, EDCA mengizinkan militer AS untuk mengelola lima markas militer di Filipina.

Sebelumnya, Locsin sudah mengingatkan dampak mencabut VFA. Menurut diplomat tertinggi Filipina itu, dua perjanjian militer lainnya bakal runtuh jika izin bagi personel militer AS dipersulit. (jpc)

Source: Jawa Pos
Tags: amerika serikatfilipinarodrigo duterte
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Dikendalikan dari Lapas, Kurir Sabu ke Bontang Dibekuk Aparat

Next Post

Alihkan Program Pensiun PNS ke BPJAMSOSTEK, Manfaat Tidak Berkurang

Related Posts

Dikecam di Negeri Sendiri, Pemimpin Yahudi Tolak Rencana Aneksasi Tepi Barat
Internasional

Dikecam di Negeri Sendiri, Pemimpin Yahudi Tolak Rencana Aneksasi Tepi Barat

5 Juni 2020, 11:30
Palestina Batalkan Seluruh Perjanjian dengan Israel dan AS
Internasional

Palestina Batalkan Seluruh Perjanjian dengan Israel dan AS

20 Mei 2020, 15:30
Kepala Staf Gedung Putih Dikarantina, Trump Terpapar Korona?
Internasional

Kepala Staf Gedung Putih Dikarantina, Trump Terpapar Korona?

10 Maret 2020, 16:00
TNI Buka Peluang Carter Pesawat untuk Evakuasi WNI di Wuhan
Internasional

Di Luar Tiongkok, Satu Orang Meninggal Akibat Virus Korona di Filipina

3 Februari 2020, 11:30
Keputusan Trump Dianggap Sembrono, Amerika-Iran di Ambang Perang
Internasional

Keputusan Trump Dianggap Sembrono, Amerika-Iran di Ambang Perang

5 Januari 2020, 17:30
Topan Phanfone Rusak Hari Natal di Filipina
Internasional

Topan Phanfone Rusak Hari Natal di Filipina

26 Desember 2019, 11:30

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.