• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Internasional

Palestina Batalkan Seluruh Perjanjian dengan Israel dan AS

by Redaksi Bontang Post
20 Mei 2020, 15:30
in Internasional
Reading Time: 2 mins read
0
Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, menyatakan seluruh perjanjian dengan Israel dan AS berakhir sebagai protes rencana aneksasi Tepi Barat. (AFP Photo/Abbas Momani)

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, menyatakan seluruh perjanjian dengan Israel dan AS berakhir sebagai protes rencana aneksasi Tepi Barat. (AFP Photo/Abbas Momani)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, memutuskan membatalkan seluruh perjanjian yang dibuat dengan Amerika Serikat dan Israel, sebagai bentuk protes atas rencana pencaplokan wilayah Tepi Barat.

“Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan bangsa Palestina tidak lagi terikat dengan perjanjian yang nota kesepahaman yang sudah ditandatangani dengan pemerintah Israel dan Amerika Serikat, termasuk soal perjanjian keamanan,” kata Abbas saat menyampaikan pernyataan di Ramallah, seperti dikutip Associated Press, Rabu (20/5/2020).

Abbas tidak menjelaskan apa dampak keputusan tersebut dan langkah apa yang akan diambil selanjutnya oleh pemerintah Palestina.

“Israel harus mempertanggungjawabkan janjinya di hadapan masyarakat dunia sebagai pihak yang menduduki tanah Palestina, sesuai Konvensi Jenewa 1949,” ujar Abbas.

Baca Juga:  AS Abstain, Israel Berang

Pada Februari lalu, Abbas memperingatkan dia akan membatalkan seluruh perjanjian dengan AS dan Israel, setelah Presiden AS Donald Trump dan Gedung Putih membeberkan rencana peta jalan damai yang dinilai terlampau condong kepada Israel.

“Kami meminta pemerintah AS bertanggung jawab penuh sebagai rekan utama kelompok pemerintah pendudukan, terhadap seluruh penindasan yang dialami penduduk Palestina,” ujar Abbas.

Abbas juga terus didesak oleh partai politik dan organisasi milisi Hamas untuk memutuskan perjanjian keamanan dengan Israel dan AS. Bahkan, Hamas menuntut pembubaran Otoritas Palestina karena dinilai tidak berdaya.

Jika hal itu terjadi, maka Israel harus bertanggung jawab untuk menyediakan kebutuhan ratusan ribu penduduk Palestina di Tepi Barat. Abbas juga membatalkan perjanjian dengan badan intelijen AS yang dilakukan untuk memerangi terorisme.

Baca Juga:  Tolak Permukiman Israel di Palestina, Indonesia Galang Dukungan DK PBB

Israel menduduki Tepi Barat setelah menang dalam Perang Enam Hari pada 5 sampai 10 Juni 1967.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan akan menunaikan janji kampanye untuk mengambil alih Tepi Barat. Rencananya sangat didukung oleh AS.

Jika hal itu terjadi maka rencana perdamaian solusi dua negara yang diusulkan kini terancam gagal. Palestina dan Israel bisa kembali terlibat peperangan dan membuat kawasan Timur Tengah kembali bergolak.

Trump menyatakan mendukung Israel untuk mencaplok 30 persen wilayah Tepi Barat, termasuk kawasan pemukiman ilegal, yang saat ini diduduki. Sebagai gantinya, Palestina akan diberikan wilayah pemerintahan dengan persyaratan, tetapi Israel yang mengendalikan penuh operasi keamanan.

Palestina menolak usul tersebut dan justru kurang mendapat simpati dari negara-negara lain.

Baca Juga:  Hujan Uang di Tol

Secara terpisah, pemerintah Indonesia sebagai pendukung perdamaian Palestina-Israel dan usul solusi dua negara menyatakan masih terus memantau perkembangan situasi usai keputusan Abbas.

“Kita mengikuti pernyataan yang baru disampaikan Presiden Abbas tersebut. Namun, sejauh ini masih belum ada penjelasan lebih lanjut dari apa yang disampaikan,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Teuku Faizasyah, dikutip dari CNNIndonesia.com. (ayp/cnn)

Print Friendly, PDF & Email
Source: CNN
Tags: amerika serikatisraelkemenlu ripalestina
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Cara dr Yuyun Bantu Masyarakat di Tengah Pandemi: Bagikan Paket Sembako hingga Promosi Produk UMKM

Next Post

Tiongkok Tawarkan Proyek Infrastruktur di Ibu Kota Baru

Related Posts

Israel dan Hamas Sepakat Gencatan Senjata di Gaza setelah 15 Bulan Perang
Internasional

Israel dan Hamas Sepakat Gencatan Senjata di Gaza setelah 15 Bulan Perang

16 Januari 2025, 14:46
Hamas-Fatah yang Rekonsiliasi, Israel yang Meradang
Internasional

Hamas-Fatah yang Rekonsiliasi, Israel yang Meradang

25 Juli 2024, 11:38
Berikut Daftar 25 Kurma Israel yang Diboikot Saat Ramadan 2024
Internasional

Berikut Daftar 25 Kurma Israel yang Diboikot Saat Ramadan 2024

12 Maret 2024, 14:39
MUI; Haram Mendukung Agresi Israel
Bontang

MUI; Haram Mendukung Agresi Israel

11 November 2023, 18:15
Sebulan, Tentara Israel Bunuh 4.237 Anak Palestina
Internasional

Sebulan, Tentara Israel Bunuh 4.237 Anak Palestina

9 November 2023, 17:00
Ramai Ajakan Aksi Boikot Produk Pro Israel, Berikut Daftar Barang yang Diimpor ke Indonesia
Nasional

Ramai Ajakan Aksi Boikot Produk Pro Israel, Berikut Daftar Barang yang Diimpor ke Indonesia

2 November 2023, 14:33

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.