• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Full Day School, Yay or Nay?

by BontangPost
18 September 2017, 11:06
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
HADAPI FULL DAY SCHOOL: Siswa harus siap menghadapi FDS yang kini tengah berjalan. Tampak beberapa siswa mengikuti ujian di Smanda.(Annisa Prisilia/Zetizen Bontang Post)

HADAPI FULL DAY SCHOOL: Siswa harus siap menghadapi FDS yang kini tengah berjalan. Tampak beberapa siswa mengikuti ujian di Smanda.(Annisa Prisilia/Zetizen Bontang Post)

Share on FacebookShare on Twitter

GUYS, Full Day School atau Five Day School (FDS) sudah berjalan sekira 2-3 bulan terakhir. Ternyata, banyak kesan yang didapat dari pelaksanaan program ini baik di kalangan siswa maupun guru. Seperti di SMAN 2 Bontang (Smanda) ini misalnya. Kata Ade, siswi kelas XI IPA 2 ini sampai kesusahan bagi waktu sejak diberlakukannya FDS. “Capek banget kalau full day, belum lagi tugas-tugasnya. Kadang sampai dimarahi orang tua karena bingung bagi waktunya, jadi jarang bantu orang tua,” ujarnya.

Tak hanya siswa. Pengajar seperti Dian Tari, guru seni di Smanda ini bahkan sampai sering sakit karena FDS. Jika diminta memilih, dirinya lebih menyukai dengan enam hari kerja ketimbang lima hari seperti saat ini.  “Jadi sering sakit, capek juga kan pulang sore. Belum lagi aktivitas lain-lain,” jelasnya.

Baca Juga:  Be a Good Zetizen!

Meski beberapa siswa dan guru ada yang mengalami penolakan, namun ada pula yang menyatakan persetujuannya, gengs. Sebut saja Catherina. Siswi kelas XI IPA 2 ini mengaku FDS ini seru dan mengasyikkan. “Kan Sabtunya bisa kumpul-kumpul dengan keluarga,” katanya.

Meski begitu, dia menyadari kalau tugas tak bisa lepas dari kewajibannya sebagai murid. Terkadang, sehari dalam 3-4 pelajaran selalu ada tugas. Namun Catherina pun masih menanggapinya dengan santai. Dia pun meminta guru jangan sampai begitu membebani siswa dengan tugas-tugas yang berat. “Ya nikmati aja sih, toh kalau mereka libur di Sabtu juga senang. Walaupun habis capek dengan tugasi di Senin-Jumatnya,” tambahnya.

Senada, Muhaimin yang juga pemain basket Smanda ini setuju dengan diterapkannya FDS. Sebagai pemain basket, dia bisa bermain lebih lama bersama teman-temannya. Walaupun terkadang ada kendala yang dihadapi. “Seperti pas mau latihan basket, pulang sekolah langsung latihan. Apalagi kalau mau ada pertandingan kayak sekarang (DBL, Red.). Belum lagi tugas yang harus diselesaikan,” katanya.

Baca Juga:  Sastra, Menyenangkan atau Membosankan?

Muhaimin pun mengaku tetap menikmati FDS yang tengah berlangsung saat ini. “Woles saja. Mau kita ngomel, ngoceh kayak apa juga gak bakal besar pengaruhnya. Tapi sebagai pelajar di Indonesia, ya kita harus patuh sama peraturan yang ada,” tutupnya. (*/ans)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Full Day Schoolzetizen
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Sektor PAD yang Belum Digali Masih Luas

Next Post

Pemkot Bontang Apresiasi Bakti Sosial, Dalam Rangkaian HUT ke-72 TNI Wilayah Kodim 0908/BTG  

Related Posts

NU Tolak Lima Hari Full Day School dari Pagi sampai Sore
Nasional

NU Tolak Lima Hari Full Day School dari Pagi sampai Sore

21 September 2023, 10:00
Ungkap Sulitnya Saat Liputan, Belajar Disiplin Lewat Deadline 
Breaking News

Ungkap Sulitnya Saat Liputan, Belajar Disiplin Lewat Deadline 

8 Januari 2018, 20:49
Sastra, Menyenangkan atau Membosankan?
Breaking News

Sastra, Menyenangkan atau Membosankan?

22 Oktober 2017, 11:40
 Yuk, Cintai Bahasa Indonesia 
Breaking News

 Yuk, Cintai Bahasa Indonesia 

21 Oktober 2017, 11:40
MBBPKT Goes to Serang, Ikuti Indonesia Drum Corps Championship 2017
Breaking News

MBBPKT Goes to Serang, Ikuti Indonesia Drum Corps Championship 2017

8 Oktober 2017, 11:20
Terapkan FDS,  Raih Peringkat 2 se-Kutim
Breaking News

Terapkan FDS,  Raih Peringkat 2 se-Kutim

1 Oktober 2017, 11:00

Terpopuler

  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.