• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Gas Melon Dijual hingga Rp40 Ribu, Sidak Temukan Lebih dari 100 Tabung di Pengecer Bontang

by Dwi Kurniawan Nugroho
12 Juni 2026, 19:27
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Petugas DKUMPP Bontang bersama Pertamina Patra Niaga melakukan sidak distribusi LPG subsidi 3 kilogram. Dalam pemeriksaan ditemukan penjualan di atas HET serta stok ratusan tabung di tingkat pengecer.

Petugas DKUMPP Bontang bersama Pertamina Patra Niaga melakukan sidak distribusi LPG subsidi 3 kilogram. Dalam pemeriksaan ditemukan penjualan di atas HET serta stok ratusan tabung di tingkat pengecer.

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Bontang – Inspeksi mendadak (sidak) LPG subsidi 3 kilogram di Bontang menemukan sejumlah kejanggalan. Selain dijual di atas harga eceran tertinggi (HET), petugas juga mendapati pengecer yang menyimpan lebih dari 100 tabung gas melon.

Temuan tersebut didapat saat Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP) Bontang bersama Pertamina Patra Niaga serta Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (PSDA) melakukan monitoring distribusi LPG subsidi, Rabu (10/6/2026).

Kepala DKUMPP Bontang, Eko Arisandi, mengatakan pengawasan dilakukan menyusul keluhan masyarakat terkait sulitnya memperoleh LPG 3 kilogram serta adanya dugaan penjualan di atas HET.

Dalam sidak tersebut, tim menemukan ketidaksesuaian data stok LPG di salah satu pangkalan di Jalan KS Tubun.

Baca Juga:  Jual Elpiji 3 Kg Tanpa KTP, Agen Terancam Ditutup

Saat dilakukan pengecekan, jumlah tabung yang tercatat dalam aplikasi Merchant Apps Pertamina (MAP) berbeda dengan stok fisik yang tersedia di lapangan.

“Ada tabung yang secara fisik sudah habis, tetapi di aplikasi masih tercatat tersedia,” ujar Eko saat dikonfirmasi, Jumat (12/6/2026).

Selain itu, tim menerima laporan adanya LPG subsidi yang diduga disalurkan kepada pengecer.

Dugaan tersebut diperkuat dengan temuan di lapangan yang menunjukkan distribusi tidak seluruhnya langsung kepada konsumen akhir.

Temuan lain didapat saat petugas memeriksa pengecer di kawasan Pisangan. Dari hasil pemeriksaan diketahui pengecer memperoleh pasokan LPG dari salah satu pangkalan dan menjualnya kembali kepada masyarakat dengan harga lebih tinggi.

Baca Juga:  Antisipasi Kelangkaan, Bontang Bakal Dapat Extra Dropping Gas Melon saat Nataru

Menurut Eko, pengecer membeli LPG subsidi seharga Rp24 ribu per tabung dan menjualnya kembali sekitar Rp30 ribu per tabung.

Bahkan, berdasarkan informasi yang diterima petugas, harga LPG subsidi di sejumlah tempat mencapai Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per tabung.

“Padahal harga eceran tertinggi yang ditetapkan jauh di bawah angka tersebut,” katanya.

Tak hanya soal harga, petugas juga menemukan lebih dari 100 tabung LPG 3 kilogram tersimpan di salah satu pengecer.

Temuan itu menjadi perhatian karena LPG subsidi semestinya disalurkan langsung kepada masyarakat yang berhak melalui pangkalan resmi.

Menurut dia, keberadaan stok dalam jumlah besar di tingkat pengecer berpotensi mengganggu distribusi LPG subsidi dan menyulitkan masyarakat memperoleh gas melon sesuai harga yang ditetapkan pemerintah.

Baca Juga:  Khawatir Alami Kelangkaan, Warga Bontang Antre Tukar Gas Elpiji 3 Kg

Hasil monitoring tersebut telah disampaikan kepada Pertamina untuk dilakukan evaluasi terhadap pangkalan maupun agen yang terlibat.

Namun, terkait penindakan dan pemberian sanksi bukan menjadi kewenangan pemerintah daerah.

“Kalau sanksi atau tindakan lebih lanjut menjadi kewenangan Pertamina,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, media ini masih berupaya mengonfirmasi Sales Branch Manager Kaltimut VII Gas, M. Angga Dexora. Namun yang bersangkutan belum memberikan tanggapan. (*) 

Tags: Gas Melon
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Operasi Timbang Bontang Capai 80 Persen, Gunung Elai dan Guntung Tertinggi

Next Post

Perkuat Akuntabilitas Korporasi, Pupuk Kaltim Pertegas Komitmen Kelola Arsip Jadi Aset Strategis Perusahaan  

Related Posts

Siap-siap, Pembelian LPG 3 Kg Bakal Dibatasi Berdasarkan Desil
Nasional

Siap-siap, Pembelian LPG 3 Kg Bakal Dibatasi Berdasarkan Desil

29 Agustus 2026, 07:38
Jargas Bertambah, Kuota Gas 3 Kilogram Bontang 2027 Dikurangi 2.644 Metrik Ton
Bontang

Jargas Bertambah, Kuota Gas 3 Kilogram Bontang 2027 Dikurangi 2.644 Metrik Ton

20 Agustus 2026, 17:00
Modus Tawarkan Gas Elpiji Subsidi, Pria di Samarinda Ditangkap Polisi
Bontang

Antisipasi Kelangkaan Elpiji, Pemkot Bontang Bakal Ajukan Extra Dropping Gas Melon

15 Maret 2025, 14:08
Khawatir Alami Kelangkaan, Warga Bontang Antre Tukar Gas Elpiji 3 Kg
Bontang

Khawatir Alami Kelangkaan, Warga Bontang Antre Tukar Gas Elpiji 3 Kg

26 Februari 2025, 10:47
Modus Tawarkan Gas Elpiji Subsidi, Pria di Samarinda Ditangkap Polisi
Bontang

Warga Bontang Masih Sulit Dapat Gas Elpiji Melon, Harga Menyentuh Rp35 Ribu

12 Februari 2025, 13:30
Agen Klaim Tidak Ada Penimbunan Gas Elpiji 3 Kilogram
Bontang

Penerapan Pengecer Elpiji Jadi Sub Pangkalan di Bontang Masih Tunggu Juknis

7 Februari 2025, 08:54

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.