bontangpost.id – BPJAMSOSTEK menggelar seminar secara online atau yang lebih dikenal web seminar (Webinar) dengan tema pelayanan tanpa kontak fisik one to many di era new normal, Kamis (9/7/2020).
Ketua Dewan Pengawas BPJAMSOSTEK, Guntur Witjaksono mengatakan kegiatan ini merupakan ajang presentasi, diskusi, dan sosialisasi kepada seluruh peserta BPJAMSOSTEK akan adanya inovasi terhadap perubahan pelayanan, karena ini merupakan tuntutan dari PSBB dan protokol kesehatan covid-19. Sejak dewan pengawas bekerja pada 2015 silam, pelayanan menjadi perhatiannya, salah satunya membuat komite terkait pelayanan. Karena terkait pelayanan, orang yang datang sedang mengalami kesusahan, tentu dengan harapan mendapat kenyamanan dan kepastian.
“Kita mendorong untuk mengadopsi tentang undang-undang pelayanan publik semaksimal mungkin diterapkan, dan mengevaluasi kantor cabang pembantu,” ungkap Guntur yang merupakan open speaker pada acara ini.
Tambahnya, kondisi saat ini dinilai belum membaik. Dilihat dari banyak perusahaan yang merumahkan pegawai bahkan hingga terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) lantaran covid-19. Dengan begitu berdampak pada meningkatnya klaim Jaminan Hari Tua (JHT) dari Mei. Sehingga di awal mulai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), hanya dibuka pelayanan online. Banyak orang bertanya lantaran belum mengetahui betul caranya. Ini menjadi cambuk karena melihat refleksi di ombudsman, pelayanan menurun saat itu.
“Itulah yang memacu kita berinovasi agar protokol kesehatan itu masih bisa diterapkan tanpa mengurangi kehati-hatian pelayanan dan kapabilitas, sehingga terhindar dari risiko error dan foul,” katanya.
Maka itu, melalui webinar ini agar ada masukan terhadap pelayanan yang telah dilakukan oleh BPJAMSOSTEK secara online. Selama ini, pelayanan online mempunyai dampak yang bagus sekali untuk dikembangkan.
“Kami terus mendorong untuk pelayanan itu ada yang offline dan online,” ucapnya.
Sementara itu keynote speaker, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto mengatakan, pada kesempatan ini, ia ingin memperkenalkan era baru pelayanan publik yang dilakukan BPJAMSOSTEK dengan melakukan layanan tanpa kontak fisik atau meniadakan kontak fisik baik itu secara online atau offline.
“Skema permodelan baru ini kami beri nama one to many, skema pelayanan baru ini untuk sebagai respon terhadap corona virus,” terangnya.
Pelayanan baru ini telah diterapkan sejak Maret lalu yang telah diimplementasikan seluruh cabang BPJAMSOSTEK di seluruh Indonesia. Terutama yang memiliki ruang untuk menerapkan one to many.
“Kabar gembirannya, ini dibangun oleh internal BPJS Ketenagakerjaan sendiri,” katanya.
Dia mengatakan, pihaknya baru melakukan pelayanan secara online sehingga peserta dapat mengaksesnya melalui gawai yang dimiliki di mana saja dan kapan saja. Selain itu, ada juga pelayanan secara offline, karena pihaknya menyadari tidak semua peserta dapat mengakses secara online. Maka itu dia menyiapkan kanal offline yang dapat diakses secara online. Kanal offline ini diterapkan di cabang-cabang.
“Kalau ada kendala tidak bisa mengakses di internet, bisa datang ke kantor cabang kami,” tambah dia.
Pihaknya memiliki cara yang berbeda dengan sebelumnya terkait pelayanan di kantor cabang. Mengingat tidak mempertemukan petugas BPJAMSOSTEK dan peserta secara langsung. Kantor cabang BPJAMSOSTEK menyediakan bilik-bilik yang dilengkapi layar monitor dan terhubung dengan petugas secara video conference untuk kebutuhan komunikasi dan verifikasi data.
“Layanan ini tanpa kontak fisik atau one to many,” jelasnya.
Pihaknya telah melakukan peninjauan di beberapa kantor cabang yang tersebar di beberapa daerah, meliputi Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Banten, hingga Tangerang. Pelayanan di daerah tersebut dinilai telah berjalan cukup baik.
“Tapi kami belum cukup puas, ini baru awal dan bukan suatu akhir, kita akan terus perbaiki,” tambah dia.
Melalui metode ini, setiap petugas Customer Service Officer (CSO) melayani 4-6 orang sekaligus dalam waktu bersamaan. Sehingga jika terdapat lima orang CSO, dapat melayani peserta sebanyak 30 orang secara bersama.
“Secara teoritikal ada peningkatan pelayanan 4-6 kali lipat, tapi ini melihat kondisi di suatu tempat,” ucapnya.
Untuk diketahui, dalam kegiatan ini diikuti Direktur Perencanaan Strategis dan Teknologi Informasi BPJS Ketenagakerjaan Sumarjono, dan Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Krishna Syarif. Serta sebagai penanggap, hadir Wakil Ketua Komisi X DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena, Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Haiyani Rumondang, Direktur Anggaran Bidang Perekonomian dan Kemaritiman Kementerian Keuangan Made Arya Wijaya, Deputi Komisioner Pengawasan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) II Moch Ihsanuddin, Dewan Jaminan Sosial Nasional Paulus Agung Pambudhi, serta Ombudsman Republik Indonesia Laode Ida.
Di Kanwil Kalimantan sendiri, untuk pelayanan Lapak Asik BPJAMSOSTEK sudah berjalan di 11 kantor cabang dan 19 kantor cabang perintis.
“Diharapkan dapat membantu peserta yang mengalami PHK dengan cepat dan tepat,” tutur Panji Wibisana selaku Deputi Direktur Wilayah Kalimantan.
Sementara, Muhammad Romdoni selaku Kepala Kantor BPJAMSOSTEK Cabang Bontang menambahkan, segala upaya yang dilakukan pemerintah melalui BPJAMSOSTEK diharapkan dapat mempermudah dan meringankan beban para pekerja beserta keluarga yang terdampak selama pandemi covid-19 ini.
“Agar para pekerja di Bontang khususnya dapat bertahan dan berjuang bersama selama masa pandemi Covid-19,” tutup dia. (Advertorial)







