• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Gelombang Demo Membesar, Gerindra, PDIP, PKS Sepakat Hapus Tunjangan DPR

by BontangPost
31 Agustus 2025, 11:49
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi. Gerindra, PDIP, dan PKS sepakat hapus tunjangan DPR yang dinilai melukai keadilan rakyat, sementara sikap partai lain masih jadi sorotan.

Ilustrasi. Gerindra, PDIP, dan PKS sepakat hapus tunjangan DPR yang dinilai melukai keadilan rakyat, sementara sikap partai lain masih jadi sorotan.

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID – Tiga partai besar menyatakan siap untuk menghapus tunjangan anggota DPR yang dianggap telah melukai rasa keadilan rakyat.

Ketiga partai tersebut yakni, Partai Gerindra, PDIP, dan PKS. Lalu, bagaimana partai lain seperti Golkar, Nasdem, PAN, dan PKB?

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR, Budisatrio Djiwandono, menegaskan komitmen untuk menghentikan tunjangan anggota dewan yang dinilai menciderai rasa keadilan publik.

Keputusan ini sebagai bentuk respons atas gelombang aksi demonstrasi dan kemarahan rakyat yang semakin meluas pasca-insiden demonstrasi di berbagai daerah.

“Kami mendengar suara rakyat yang kecewa terhadap tunjangan-tunjangan mewah yang dirasa tidak pantas di tengah penderitaan masyarakat. Fraksi Gerindra siap meninjau ulang, bahkan menghentikan tunjangan yang tidak sesuai dengan keadilan,” tegas Budisatrio dalam keterangannya, Sabtu (30/8/2025).

Baca Juga:  Mengenal 17 + 8 Tuntutan Rakyat terhadap Pemerintah yang Ramai Jadi Perbincangan di Medsos

Tak lupa, Budisatrio Djiwandono juga menyampaikan permintaan maaf kepada publik karena peran DPR, termasuk Fraksi Gerindra, dinilai belum sepenuhnya maksimal dalam menyerap aspirasi rakyat.

“Kami sadar, demokrasi menuntut kami untuk melindungi kebebasan berpendapat, bukan sekadar mendengarnya,” ujarnya.

Budisatrio menilai tragedi yang menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka di berbagai kota merupakan sinyal kuat bahwa sistem pengelolaan negara harus segera diperbaiki.

Dia juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban yang meninggal maupun terluka dalam demonstrasi di Jakarta, Makassar, dan sejumlah daerah lainnya.

Selain Partai Gerindra, dua partai lainnya yakni PDIP dan PKS juga membuat keputusan mengejutkan merespons aksi protes terhadap kenaikan tunjangan dan berbagai fasilitas mewah yang diperoleh anggota DPR RI.

Fraksi PDIP dan PKS di DPR RI sepakat untuk menghapus tunjangan bagi anggota DPR RI. Fraksi PDIP menegaskan, sudah saatnya DPR berhenti jadi simbol pemborosan.

Baca Juga:  Polisi Amankan 22 Mahasiswa dan Puluhan Bom Molotov Jelang Aksi di DPRD Kaltim, Ada Logo PKI

Fraksi PDIP berpandangan, di tengah rakyat yang masih berjuang menghadapi harga kebutuhan pokok yang melambung, tidak pantas wakil rakyat menikmati berbagai kemewahan dan tunjangan fantastis.

Anggota DPR dari Fraksi PDIP, Said Abdullah mengatakan jika tiap anggota DPR memiliki sensibilitas (empati) terhadap kehidupan rakyat yang pada umumnya masih susah, maka tidak akan lagi ada berbagai fasilitas dari pajak rakyat yang berlebihan.

“Atas pertimbangan ini, Fraksi PDI Perjuangan DPR RI meminta untuk dihentikan tunjangan perumahan terhadap anggota DPR serta fasilitas lainnya yang diluar batas kepatutan. Semua itu akan menjadi pelajaran buat kami ke depannya” pungkas Said Abdullah.

Setali tiga uang, Fraksi PKS di DPR RI juga menyebut tunjangan anggota dewan yang justru menggerus rasa keadilan sosial.

Baca Juga:  Dugaan Perakitan Molotov Unjuk Rasa Samarinda, Anggota DPRD Kaltim Ragu Mahasiswa Perakitnya

PKS menilai DPR hanya bisa bicara soal penghematan anggaran di publik, tapi diam seribu bahasa ketika fasilitas mereka dipersoalkan.

Selain berkomitmen menghapus tunjangan dan anggaran lain yang dianggap tidak patut, Fraksi PKS juga mendorong pengesahan Rancangan Undang-undang Perampasan Aset.

Selain itu, Sekjen PKS, Muhammad Kholid juga mendesak aparat mengedepankan persuasif dan humanis dalam menjaga ketertiban di masyarakat.

Bila Gerindra, PKS, dan PDIP sepakat menghapus berbagai jenis tunjangan anggota DPR, bagaimana sejumlah fraksi lain seperti Nasdem dan PAN.

Anggota DPR dari dua partai ini menjadi sorotan karena sikap dan perkataannya juga dianggap telah melukai hati rakyat. (fajar.co.id)

Tags: Demo DPR
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Besok, Aliansi Mahakam Demonstrasi di Kantor DPRD Kaltim

Next Post

Besok Ada Demo di DPRD Kaltim, Sejumlah Ruas Jalan Ditutup

Related Posts

Sindrom Stockholm di Jalanan, Ketika Gerakan Mahasiswa Mudah Mesra dengan Aparat
Kaltim

Sindrom Stockholm di Jalanan, Ketika Gerakan Mahasiswa Mudah Mesra dengan Aparat

18 September 2025, 08:19
Polisi Tangkap Warga Kutim, Tersangka Inisiator dan Pendana Bom Molotov Unmul Samarinda
Kaltim

Polisi Tangkap Warga Kutim, Tersangka Inisiator dan Pendana Bom Molotov Unmul Samarinda

15 September 2025, 19:56
Empat Jenderal TNI Datangi Polda Metro Jaya, Konsultasi Dugaan Tindak Pidana Ferry Irwandi
Bontang

Empat Jenderal TNI Datangi Polda Metro Jaya, Konsultasi Dugaan Tindak Pidana Ferry Irwandi

8 September 2025, 20:16
Diperintah Atasan, Bripka Rohmad Lindas Affan Kurniawan saat Demo Ricuh Dihukum Demosi 7 tahun
Nasional

Diperintah Atasan, Bripka Rohmad Lindas Affan Kurniawan saat Demo Ricuh Dihukum Demosi 7 tahun

5 September 2025, 08:50
Polisi Amankan 22 Mahasiswa dan Puluhan Bom Molotov Jelang Aksi di DPRD Kaltim, Ada Logo PKI
Kaltim

Dugaan Perakitan Molotov Unjuk Rasa Samarinda, Anggota DPRD Kaltim Ragu Mahasiswa Perakitnya

3 September 2025, 09:00
Mengenal 17 + 8 Tuntutan Rakyat terhadap Pemerintah yang Ramai Jadi Perbincangan di Medsos
Nasional

Mengenal 17 + 8 Tuntutan Rakyat terhadap Pemerintah yang Ramai Jadi Perbincangan di Medsos

2 September 2025, 11:56

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Berpura-pura Belanja, Komplotan Pencuri Gasak Tas Berisi Emas 200 Gram dan Rp30 Juta di Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.