• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Gempa Susulan Bikin Relawan Panik 

by BontangPost
10 Oktober 2018, 11:03
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
PANIK: Tim relawan Kutim saat membantu mendistribusikan bantuan kepada korban gempa.(FITRIYADI FOR SANGATTA POST)

PANIK: Tim relawan Kutim saat membantu mendistribusikan bantuan kepada korban gempa.(FITRIYADI FOR SANGATTA POST)

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Sejumlah relawan asal Kutai Timur (Kutim) sempat dibuat panik atas kejadian gempa susulan di Palu yang terjadi Selasa (9/10) subuh. Pasalnya gempa ini membangunkan para warga yang kala itu masih terlelap.

Fitriyadi, relawan Kutim yang masih bertahan di Palu mengatakan, gempa susulan kerap terjadi. Namun gempa susulan yang terjadi kemarin merupakan guncangan yang terbilang kencang dan sangat terasa di seluruh wilayah.

“Kami tinggal di posko di belakang Universitas Tadulako, tepatnya di kawasan Luwuk Raya. Dari Kutim masih berempat, subuh sempat panik keluar tenda saat gempa bersakala 5,2 SR,” terangnya.

Menurut Fitriyadi, gempa kali ini memicu rasa trauma kembali bagi warga sekitar. Ia juga menceritakan kondisi timnya saat ini di tengah kegentingan suasana kota.

Baca Juga:  6 Pabrik Menyerah Bikin Maskot Porprov Kaltim

“Sekarang sudah banyak sekali bantuan yang masuk. Hanya karena minimnya koordinasi dan pertimbangan keamanan sehingga banyak posko yang belum dapat bantuan,” katanya.

Fitriyadi dan timnya sendiri ditargetkan hanya sampai Jumat (12/10) lusa berada di Palu jika kondisi ibu kota Sulawesi Tengah (Sulteng) itu telah dianggap kondusif. Jika memang telah memadai, ia mengaku akan ditarik mundur ke daerah.

Namun hingga saat ini, dengan melihat kondisi yang kembali mencekam, pihaknya mungkin akan tetap bertahan. “Hari ini (kemarin, Red.) kami habis isi gudang. Mengingat rencana ada kiriman lagi yang akan masuk. Kami di sini membantu mengantar bantuan ke pengungsi dan sekarang sudah tidak lagi rebutan,” ujar Fitriyadi.

Baca Juga:  8 Daerah Ramaikan Pameran Gelar Dagang di Kutim 

Dipaparkan, pihaknya saat ini masih menetap di posko relawan. Fitriyadi mengaku terus membantu segala hal yang dapat dilakukan. Meskipun saat ini pasar telah ada yang buka dan warung makan kembali berjualan, namun bantuan makanan masih dibagikan.

“Warga yang keluar Palu belum ada info kembali. Di sini rata-rata pengungsi yang dari awal bertahan dan masih membutuhkan makanan,” bebernya.

Berbeda dengan sebagian tim relawan yang sudah banyak pulang, ia mengaku masih bertekad bertahan hingga kondisi aman. “Sekarang tinggal posko-posko besar saja lagi yang banyak. Nah, kalau mau meringankan beban mereka, fokus ke pembangunan seperti Aceh kemarin. Karena banyak yang kehilangan rumah,” pungkasnya.

Baca Juga:  Pembukaan Porprov 1 Desember 

Serupa dengan bidang pendidikan yang masih lumpuh. Menurutnya, sekolah dan kampus belum kembali buka. (*/la)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Bantuan KemanusianGempa SusulanSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

HEBAT!!! Pelajar Kutim Sejajar Atlet Nasional

Next Post

Pendapatan Daerah Capai Rp 2,89 Triliun

Related Posts

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el
Breaking News

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el

24 Desember 2018, 15:30
Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri
Breaking News

Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri

24 Desember 2018, 15:10
Pemkab Harus Terbuka
Breaking News

Pemkab Harus Terbuka

24 Desember 2018, 15:05
Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus
Breaking News

Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus

24 Desember 2018, 15:00
Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 
Advertorial

Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 

24 Desember 2018, 08:00
Pembalap Liar Terancam Penjara
Breaking News

Pembalap Liar Terancam Penjara

23 Desember 2018, 15:30

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.