Hapidah Pimpin Peringatan Hari Tuberkolosis Dunia di Berbas Pantai
BONTANG- Memperingati hari Tuberkolusis Dunia tahun 2017 Perkumpulan Pembrantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Cabang Kota Bontang, menyelenggarakan gerakan masyarakat menuju Indonesia bebas Tuberkulosis (TB). Melalui aksi temukan TB, obati, dan sembuhkan dengan cara ketok pintu penderita TB di Kelurahan Berbas Pantai Kecamatan Bontang Selatan, Jumat (24/3) kemarin
Hadir sekaligus memimpin gerakan masyarakat Indonesia Bebas TB adalah Ketua PPTI Cabang Bontang Hapidah Basri Rase, Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kota Bontang Hj Indriati Asad, Camat Bontang Selatan Asdar Ibrahim, Lurah Berbas Pantai Rendi berikut seluruh kader dan jajaran pengurus PPTI se Kota Bontang
Di temui media ini, Ketua PPTI Hapidah Basri Rase menyatakan, tujuan utama dari gerakan masyarakat Indonesia Bebas TB ini adalah untuk menempatkan TB sebagai isu utama di setiap sektor di masyarakat. Menyebarluaskan tentang TB kepada seluruh masyarakat Kota Taman, memperkuat komitmen kepemilikan semua pihak untuk penanggulangan TB, serta meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk mencegah penularan dan mendukung peogram penanggulangan TB serta mengakses layanan TB dengan strategi DOOTS yang berkualitas.
“Apa yang kami lakukan hari ini dengan melakukan pemeriksaaan ke rumah warga, untuk pemeriksaan kesehatan sebagai langkah nyata mendeteksi adanya penderita TB di Kota Bontang. Aksi ketok pintu penderita TB saat ini, kami fokuskan di Kelurahan Berbas Pantai RT 7, 19 dan RT 21, dan selanjutnya akan kami lakukan lagi di kelurahan lain di Kota Bontang dengan gerakan masyarakat sehat. Sehingga kami bisa memastikan angka penderita TB yang harus kami berikan pengobatan sampai sembuh,” terang Hapidah.
Lebih lanjut Hapidah menjelaskan, aksi ketok pintu penderita TB ini adalah satu kegiatan kunjungan rumah yang dilaksanakan oleh tim PPTI dan kader TB terlatih. Juga untuk memberikan informasi mengenai TB saja, tapi sekaligus melakukan penepisan atau skrining gejala TB pada semua anggota keluarga yang ditemui. Jika dalam aksi ketok pintu ada yang ditemukan terindikasi TB, maka sesegera mungkin akan diberi rujukan pemeriksaan lebih lanjut.
Pelaksanaan gerakan ketuk pintu penderita TB ini mendapat apresiasi khusus dari Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kota Bontang Hj Indriati Asad. Menurutnya gerakan ketuk pintu penderita TB ini merupakan implementasi dari gerakan TOSS TB yang merupakan langkah awal untuk menemukan kasus TB di masyarakat.
“Saya berharap gerakan ketuk pintu penderita TB ini dilaksanakan secara intensif dan berkesinambungan, dengan penuh semangat untuk mendeteksi TB dan masalah kesehatan lainnya. Karena untuk mewujudkan kualitas kesehatan masyarakat yang baik, pemerintah dan masyarakat harus berhasil menyikapi berbagai tantangan, khususnya tantangan dalam pencegahan dan pengendalian TB serta aksi berkesinambungan menemukan, mengobati penderita TB sampai sembuh,” terangnya (hms7)







