• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Gubernur Dibuat Meradang

by BontangPost
16 November 2017, 11:34
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Awang Faroek Ishak(Dok/Humas Prov Kaltim)

Awang Faroek Ishak(Dok/Humas Prov Kaltim)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Langkah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan amandemen terhadap Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B), membuat Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak meradang. Pasalnya, langkah tersebut dinilai mencederai komitmen antara pemerintah daerah dan pusat. Terutama dalam proses pengkajian dan evaluasi PKP2B.

Selasa (14/11) lalu, Gubernur Awang Faroek diundang Kementerian ESDM untuk menyaksikan proses penandatanganan draf amandemen terhadap 14 PKP2B di Jakarta. Nah, sembilan di antaranya beroperasi di wilayah Kaltim.

Perusahaan dimaksud yakni, PT Berau Coal di Kabupaten Berau, PT Kideco Jaya Agung dan PT Interex Sacra Raya di Kabupaten Paser, PT Kaltim Prima Coal (KPC) di Kabupaten Kutim, PT Laha Coal di perbatasan Barito Utara Murung Raya dan Kubar, PT Maruna Coal, PT Sumber Barit Coal, dan PT Ratah Coal di Kutai Barat.

Baca Juga:  Rusmadi Tambah Seribu Suara

“Kami tidak dilibatkan dalam renegosiasi amandemen PKP2B, tiba-tiba harus menyaksikan penandatanganan. Saya protes keras,” kata Awang Faroek, Selasa (14/11) lalu.

Menurut dia, seharusnya gubernur, bupati, dan wali kota dilibatkan dalam proses renegosiasi PKP2B tersebut, karena pemerintah daerah lebih mengetahui kondisi daerah. Apalagi masih banyak perusahaan batu bara yang tidak memenuhi peraturan daerah yang telah ditetapkan pemerintah. Seperti tidak merusak lingkungan.

Selain itu, tidak sedikit perusahaan juga mengabaikan reklamasi dan revegetasi. Hal yang demikian tidak diketahui oleh pemerintah pusat, terutama oleh Kementerian ESDM. Partisipasi pemerintah di daerah seharusnya dilibatkan. “Seperti CSR banyak tidak terarah dan tidak membayar jaminan reklamasi,” sebut Awang.

Baca Juga:  Abdul Kadir Resmi Dilantik

Gubernur mengajak semua bupati yang di wilayahnya terdapat PKP2B, termasuk masyarakat, dan lembaga swadaya masyarakat serta organisasi lain untuk bersama-sama melakukan pengawasan dan melaporkan berbagai aktivitas perusahaan tersebut.

“Pemerintah sangat serius ingin menertibkan tata kelola tambang di daerah. Tapi kalau pusat berlaku seperti ini, tentu harus bersama-sama kita lawan. Karena itu saya sampaikan protes keras kepada pak Ignasius Jonan, selaku Menteri ESDM,” tegas Awang.

Kepala Biro Humas Sekretariat Provinsi Kaltim, Tri Murti Rahayu menjelaskan, pemerintah berencana akan mengambil mengambil beberapa kebijakan pasca amandemen draf PK2B. Di antaranya, membentuk tim pengaduan PKP2B.

Pasalnya, dari sembilan PKP2B yang diamandemen, beberapa di antaranya belum membayar jaminan reklamasi (Jamrek), hingga tidak melakukan reklamasi dengan baik. Selain itu, ada beberapa indikasi penyaluran dana corporate social responsibility (CSR) tidak jelas arahnya.

Baca Juga:  Penerimaan CPNS Dibuka Bulan Ini 

Kata Tri, menurut Gubernur, dengan produksi yang dihasilkan sembilan PKP2B selama ini, dinilai sangat tidak sebanding dengan CSR yang dikeluarkan. “Kalau menurut pak Gubernur, ya sekedar ecek-ecek lah, tidak langsung memberikan kesejahteraan dan dampak pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, kendati belum final, pasca diamandemennya draf PK2B, Gubernur Awang Faroek menginginkan, perusahaan membangun sekolah khusus energi dan pertambangan. Nantinya, operasional sekolah harus didukung dan jadi tanggung jawab perusahaan pertambangan.

“Untuk sekolahnya, apakah nanti dibuatkan Politeknik Energi dan Pertambangan, masih dilakukan kajian dulu. Yang pasti, sekolah itu untuk mendidik para putra daerah. Nanti, setiap perusahaan harus menampung SDM itu,” tuturnya. (drh)

Tags: Metro Samarindatambang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

DPRD Bidik Perusda ‘Ompong’

Next Post

Nasdem Pede Usung Kader

Related Posts

Kutai Barat Jadi Daerah Paling Rawan PHK, Satu Grup Tambang Berpotensi Berdampak ke 40 Ribu Pekerja
Kaltim

Kutai Barat Jadi Daerah Paling Rawan PHK, Satu Grup Tambang Berpotensi Berdampak ke 40 Ribu Pekerja

2 Juli 2026, 15:50
Lindungi Orangutan Morio, BKSDA Kaltim Desak Konsesi Tambang dan Sawit Kutim Masuk Forum Terpadu
Kaltim

Lindungi Orangutan Morio, BKSDA Kaltim Desak Konsesi Tambang dan Sawit Kutim Masuk Forum Terpadu

15 Juni 2026, 14:00
1.500 Pekerja Tambang Kaltim Terancam PHK, Kutim dan Kukar Jadi Wilayah Paling Rentan
Kaltim

1.500 Pekerja Tambang Kaltim Terancam PHK, Kutim dan Kukar Jadi Wilayah Paling Rentan

5 Juni 2026, 15:30
Gelombang PHK Tambang Berpotensi Meluas, Ini Langkah Pemkot Bontang
Pemkot Bontang

Gelombang PHK Tambang Berpotensi Meluas, Ini Langkah Pemkot Bontang

28 April 2026, 11:13
Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK
Bontang

Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

28 April 2026, 10:58
Rugikan Negara Setengah Triliun, Ini Sosok Direktur Tambang yang Tega Hancurkan Ratusan Rumah Warga di Kaltim
Kaltim

Rugikan Negara Setengah Triliun, Ini Sosok Direktur Tambang yang Tega Hancurkan Ratusan Rumah Warga di Kaltim

24 Februari 2026, 14:00

Terpopuler

  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.