JALAN protokol Bontang dipenuhi remaja. Sebagian besar menggunakan motor. Menciptakan kepadatan. “Brem.. Brem.. Brem..” sengaja gas dikencangkan. Sengaja menciptakan kebisingan.
Pakaian mereka juga bikin silau mata. Dahi mengernyit. Baju putih abu itu disulap penuh warna: merah, hijau, biru, orange. Abstrak. Tidak jelas. Dicorat coret pakai pilok. Juga spidol. Ada tandatangan dan nama dibubuhkan di sana.
Baik publik mahfum atau tidak, namun pemandangan ini kerap dijumpai usai pengumuman kelulusan sekolah menegah atas (SMA/sederajat).
Ini laiknya tradisi. Saban tahun terjadi. Seperti ada yang kurang bila kelulusan tak dibarengi dengan perayaan.
Namun tenang saja. Itu dulu.
Tahun ini, konvoi tak terjadi di Bontang. Merebaknya virus Covid-19, membuat pelajar SMA/sederajat kehilangan euforia merayakan kelulusan.
Jangankan selebrasi, sekadar datang ke sekolah untuk mendengar langsung pengumuman pun tidak bisa.
Pangkalnya satu: kegiatan itu mengumpulkan massa, dan berpotensi menyebarkan virus corona dengan masif.
Siska Febriananda (18), pelajar kelas 3 dari SMA Negeri 3 Bontang terbuka mengakui, andaikan pandemi tak ada, terang saja dia dan kawannya akan keliling kota. Konvoi. Pun, coret-coret baju.
“Rencananya sih mau keliling kota, kak. Sama coret baju. Tapi kan enggak bisa. Jadi coretnya online (di sosial media) saja,” ujarnya kala berbincang bersama bontangpost.id, Sabtu (2/4/2020) malam.
Momen kelulusan ini semakin biasa saja, bahkan tak greget sama sekali. Manakala momen menegangkan jelang kelulusan, yang membuat jantung terasa mau copot pun tak ada.
Karena, walau jadwal pengumuman telah ditetapkan, namun toh murid-murid sudah tahu mereka bakal lulus. Tanpa perlu menunggu pengumuman itu.
“Karena tahu bakal lulus jadi kami santai aja gitu. Enggak ada deg-degannya,” ujar Siska sembari berseloroh.
Adapun pengumuan kelulusan SMA di Kaltim tahun ini serentak dilakukan secara daring, Sabtu (2/4/2020) pukul 17.00 Wita.
Kalau di sekolah Siska, pengumuman dilakukan dalam dua saluran. Pertama, melalui situs sekolah www.sman3bontang.sch.id atau melalui soft file (PDF) yang dikirim ke WhatsApp grup antara wali murid dan Wali kelas.
“Saya enggak buka webnya sih, Kak. Karena orang tua juga dikasih tahu,” beber Siska.
Lain lagi cerita Muhammad Helmi (17). Murid di SMK Negeri 1 Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Dia katakan, entah segalanya masih normal, apalagi kondisi sedang pandemi, tak berniat untuk konvoi atau coret baju.
Bukan menentang, hanya tak tertarik. Seandainya tidak pandemi, dia lebih memilih makan-makan bareng kawan kelas guna merayakan momen bahagia itu.
“Enggak pengin konvoi atau coret-coret baju sih, Kak. Kalau mau perayaan kayaknya saya mau makan-makan saja sama teman kelas,” katanya.
Helmi menambahkan, “Karena sekarang enggak bisa ngapa-ngapain. Jadi file bukti kelulusan cuma kami jadikan SW (status WhatsApp) atau Ig (Instagram) story.”
Sementara, Kepala SMAN 3 Bontang, Wahyuddin mengatakan, kelulusan SMA/sederajat sesuai instruksi Disdikbud Provinsi Kaltim, diumumkan serentak pukul 17.00 Wita secara online. Saluran tiap sekolah beda. Ada melalui situs milik sekolah. Atau melalui grup WhatsApp.
“Kalau SMAN 3 awalnya di web. Cuma karena ada sedikit error, jadi kami kirim pengumumannya ke group WA,” bebernya.
Adapun, sejak jauh hari pihaknya telah mengimbau agar perayaan kelulusan seperti coret baju dan konvoi tidak dilakukan. Mau kondisi normal, terlebih sekarang pandemi. “Enggak kami izinkan. Pandemi atau tidak, enggak boleh,” tegasnya. (*)







