bontangpost.id – “Ayah saya meninggal dalam usia relatif muda, 47 tahun. Padahal anak-anak ayah masih pada sekolah. Saya pun kala itu mendaftar di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar. Karena terlalu dini ditinggal ayah, ibu berpesan ke kami. Anak-anaknya yang semua perempuan. Kata ibu, jadi perempuan kami harus kuat, mandiri, dan tak boleh bergantung. Kami harus siap untuk segala kemungkinan di masa depan. Seperti ibu, yang harus kuat membesarkan kami seorang diri. Tanpa ayah, sosok suami yang dicintainya.”
Kalimat pembuka tulisan ini adalah secuplik kisah masa kecil Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. Dia mengisahkan itu, di hadapan audiens yang sebagian besar anak-anak dan remaja. Dalam rangkaian puncak Hari Anak Nasional (HAN) 2020 di Bontang yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Kamis (24/7/2020).
Dalam kegiatan garapan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Bontang bersama PT Kaltim Nitrate Indonesia (KNI) itu, memang ada sesi “bercerita”. Di mana, tokoh publik di Kota Taman diminta menceritakan masa kecil mereka. Perjalanan menapaki karir. Hingga kemudian sampai di satu titik, yang dinilai sebagai puncak sukses atau keberhasilan. Dalam kesempatan itu, sesi bercerita diisi 3 orang. Selain Wali Kota Neni; juga ada Kapolres Bontang, Boyke Karel Wattimena. Serta Site Director PT KNI, Bakat Subroto Hadi.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan, sudah semestinya keluarga menjadi tempat teraman dan ternyaman bagi anak. Anak yang senantiasa dinaungi keluarga yang berbahagia berpotensi menghadirkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, ceria, dan berkualitas.
Kata Wali Kota Neni, pandemi ini memang membuat pola asuh terhadap anak semakin menantang. Dalam masa pandemi, anak rentan menjadi korban kekerasan karena orangtua memiliki beban ganda dalam mendidik, mendampingi, dan ikut menemani anak sekaligus tetap bekerja.
“Peringatan HAN 2020 tahun ini memang lebih sederhana. Tapi tak semestinya itu mengurangi makna akan HAN. Hargai, lindungi, dan penuhi hak-hak anak. Bagaimanapun mereka generasi penerus bangsa ini,” tandasnya.

Sementara Kepala DPPKB Bontang, Bakhtiar Mabe menjelaskan, tiap 23 Juli diperingati sebagai Hari Anak Nasional. Ini adalah hari spesial, sekaligus sebagai pengingat. Bahwa anak memiliki hak-haknya. Itu wajib dihargai dan dilindungi sepenuhnya.
Mengusung tema “Anak Terlindungi, Indonesia Maju” perayaan Hari Anak Nasional 2020 memang istimewa. Tentu, akibat pandemi yang melanda. Itu berimbas pada seluruh rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HAN. Seperti Festival Gembira di Rumah. Yang dimulai sejak pertengahan Juli 2020. Seluruh lombanya dirancang khusus. Menyesuaikan kondisi saat ini yang serba terbatas.
“Ada 4 lomba yang kami gelar tahun ini,” beber Bakhtiar Mabe kepada media.
Adapun 4 lomba itu meliputi Festival Buku Harian Bergambar. Peserta untuk kategori usia 7-17 tahun. Total hadiah diperebutkan hingga Rp 4,5 juta. Kemudian Festival Cover Lagu Anak. Dibuka untuk usia 7-17 tahun. Total hadiah Rp 4,5 juta. Ada Festival Cover Medley Lagu Anak kategori keluarga. Hadiah diperebutkan Rp 6 juta. Terakhir lomba Video Aktivitas Kreatif-Produktif tanpa batasan usia. Hadiah diperebutkan Rp 4,5 juta.
Harapannya, kata Bakhtiar, dari lomba itu anak-anak tetap bahagia, kreatif dan produktif meski ruang geraknya terbatas. Hanya di rumah. Atau sekitar komplek atau permukiman. Selain itu, diharapkan lomba ini ikut meningkatkan kekompakan anak dan orangtuanya kala di rumah.
“Intinya anak-anak kita tetap bahagia ketika di rumah,” tegasnya.
Selain menggelar “Festival di Rumah”, puncak HAN 2020 pun berbeda. Lebih sederhana. Audiens dibatasi. Hanya pemenang lomba, Forum Anak Bontang, dan sejumlah forum pemerhati anak lainnya yang diundang. Protokol kesehatan juga, ketat dan berlapis.
Selain bercerita, seperti yang dilakukan Wali Kota Neni. Puncak HAN 2020 di Bontang juga diisi kegiatan lain. Tari-tarian, dan melantunkan lagu-lagu menyesuaikan usia anak. Pemberian hadiah bagi pemenang lomba. Dan bagi-bagi bingkisan bagi sejumlah anak terpilih yang berprestasi. (*)







