BONTANGPOST.ID, Bontang – Peringatan Hari Kearsipan Nasional ke-55 di Kota Bontang tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum memperkuat pemahaman aparatur pemerintah terhadap pentingnya pengelolaan arsip yang baik dan tertata.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang, Retno Febriaryanti, mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar memahami makna filosofis di balik gerakan “Salam Arsip” yang selama ini digunakan dalam berbagai kegiatan kearsipan.
Menurutnya, simbol tiga jari dalam Salam Arsip memiliki tiga filosofi penting yang harus diterapkan dalam tata kelola pemerintahan.
“Di situ mengandung tiga filosofi penting, yaitu tentang akuntabilitas tata kelola kearsipan yang baik, kemudian tingkat digitalisasi arsip, dan juga penyimpanan memori kolektif bangsa,” ujarnya, Senin (18/5/2026).
Retno menjelaskan, akuntabilitas kearsipan menjadi fondasi utama dalam menciptakan pemerintahan yang tertib administrasi, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, digitalisasi arsip juga dinilai penting agar pengelolaan dokumen pemerintahan semakin modern, efisien, dan mampu mengikuti perkembangan teknologi informasi.
Sementara itu, aspek memori kolektif bangsa menjadi bagian penting dalam menjaga dokumen sejarah dan arsip daerah agar tetap tersimpan dengan baik sebagai identitas dan rekam jejak pembangunan Kota Bontang.
“Dalam hal ini memori kolektif bangsa untuk sejarah Kota Bontang, arsip-arsip Pemerintah Kota Bontang harus kita selamatkan,” tegasnya.
Ia berharap seluruh perangkat daerah mampu mengimplementasikan filosofi Salam Arsip dalam pelaksanaan tugas sehari-hari sehingga tata kelola pemerintahan yang bersih, tertib, dan akuntabel di Kota Bontang dapat terus terwujud. (*)







