• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Lingkungan

HATAM 2025; Jatam Kaltim dan Aktivis Tuntut Keadilan Lingkungan

by Redaksi Bontang Post
29 Mei 2025, 12:39
in Lingkungan
Reading Time: 2 mins read
0
JATAM Kaltim dan pegiat lingkungan menggelar aksi memperingati hari anti tambang di depan Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (28/5/2025) Siang. (Dokumentasi Jatam Kaltim)

JATAM Kaltim dan pegiat lingkungan menggelar aksi memperingati hari anti tambang di depan Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (28/5/2025) Siang. (Dokumentasi Jatam Kaltim)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Samarinda – Hari Anti Tambang (Hatam) yang diperingati pada 29 Mei bukanlah sekadar seremoni. Hatam merupakan peringatan jika bumi sedang tidak baik-baik saja.

Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim bersama pegiat lingkungan memanfaatkan momentum ini sebagai pengingat, tambang bukan sekadar urusan ekonomi.

Pertambangan menjadi ekonomi ektraktif yang tak hanya merusak alam. Tapi juga melahirkan masalah-masalah lain yang merugikan warga.

“Praktik korupsi, konflik sosial, sampai memakan korban jiwa,” ucap Dinamisator Jatam, Mareta Eta ketika menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Kaltim, Rabu Siang, 28 Mei 2025, dilansir dari Kaltim Post.

Dampak pertambangan nyata. Sebaran banjir di kabupaten/kota se-Kaltim meluas. Longsor menghantui pemukiman warga ketika musim penghujan tiba.

Baca Juga:  KPK Diharapkan Mengungkap Mafia Tambang di Kaltim

Dari catatan Jatam, setidaknya 5,3 juta hektare hutan dan gunung terkoyak demi dikeruk isinya se-antero Kaltim. Bekas galian CV Arjuna di Makroman, Samarinda, kini menyingkap adanya praktik korupsi dana jaminan reklamasi.

Biaya pemulihan lingkungan hilang entah ke mana, menyisakan area pascatambang yang dibiarkan mengangga lebar. Bahkan sempat memakan korban. Kejati Kaltim yang mengusut perkara ini menyebut, kerugian negara Rp13,12 miliar. Lalu kerugian lingkungan, jika dikonversi dalam rupiah, mencapai Rp58,54 miliar.

“Pemilu 2019, baik legislatif atau kepala daerah bersumber dari tambang jadi penopang dana kampanye,” lanjutnya.

Klaim pemerintah soal transisi energi, nyatanya tak pernah nampak batang hidungnya. Eksploitasi alam masih masif terjadi.

Baca Juga:  Jalan Rusak Imbas Angkutan Tambang

Masyarakat melawan sudah banyak buktinya. Seperti warga RT 24 Sanga-Sanga, Kutai Kartanegara. Janji pemulihan lahan pascatambang tak pernah dipenuhi dan warga gotong-royong membangun “Tembok Pisang”. Memastikan agar bekas keruk emas hitam di dekat kediaman mereka tak memakan korban.

Di Batu Kajang dan Muara Kate, Paser. di Merangan, Loh Sumber, Kutai Kartanegara. Warga melawan atas aktivitas hauling batubara di jalan umum. Mereka menolak truk-truk bertonase besar, berisi batubara, lewat depan rumah mereka.

“Kami tidak lupa, kami menuntut pemilik kuasa untuk bertanggung jawab. Memastikan hak-hak warga soal tersedianya lingkungan hidup yang layak serta penegakan hukum dari semua masalah yang dihadirkan pertambangan,” katanya.

Baca Juga:  Diduga Tambang Ilegal Masih Bebas Beraktivitas di Jalan Poros Bontang

Dalam aksi itu, Jatam dan pegiat lingkungan menuntut;

1. Pemulihan lingkungan atas segala kerusakan di Kaltim

2. Perlindungan bagi setiap orang yang memperjuangkan ruang hidup dan udara bersih

3. Penuntasan penegakan hukum dari kasus Muara Kate, pelanggaran reklamasi, hingga pelabuhan ilegal batubara, dan

4. Penghentian total semua proyek ekstraktif yang tak adil bagi rakyat dan lingkungan. (*)

Tags: Kerusakan LingkunganTambang Ilegal
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Israel Serang Bandara Yaman, Pesawat Pengangkut Jamaah Haji Dibom

Next Post

3.195 Warga Kampung Sidrap Ber-KTP Bontang

Related Posts

Pertamina Didesak Buka Penyebab Hujan Abu di Balikpapan, Warga Mengaku Sesak Napas
Kaltim

Pertamina Didesak Buka Penyebab Hujan Abu di Balikpapan, Warga Mengaku Sesak Napas

26 Juni 2026, 21:24
9 Perusahaan Kutim Dapat PROPER Merah, Bupati Pilih Irit Bicara
Lingkungan

9 Perusahaan Kutim Dapat PROPER Merah, Bupati Pilih Irit Bicara

27 Mei 2026, 18:05
Tangis Warga Adat di Tengah Pembangunan IKN, Kini Air Bersih pun Harus Dibeli
Lingkungan

Tangis Warga Adat di Tengah Pembangunan IKN, Kini Air Bersih pun Harus Dibeli

25 Mei 2026, 15:17
Megawati Soekarnoputri Menangis Usai Nonton Film Pesta Babi, Soroti Hutan Berubah Jadi Sawit
Nasional

Megawati Soekarnoputri Menangis Usai Nonton Film Pesta Babi, Soroti Hutan Berubah Jadi Sawit

25 Mei 2026, 14:58
PT KNI dan JO Dahana-BBRI Dapat Rapor Merah KLH, Ini Klaim Kadis Lingkungan Hidup Bontang
Bontang

PT KNI dan JO Dahana-BBRI Dapat Rapor Merah KLH, Ini Klaim Kadis Lingkungan Hidup Bontang

21 Mei 2026, 14:23
Kementerian LH Beri Rapor Merah ke 65 Perusahaan di Kaltim, Terbanyak Sektor Tambang dan Sawit
Kaltim

Kementerian LH Beri Rapor Merah ke 65 Perusahaan di Kaltim, Terbanyak Sektor Tambang dan Sawit

21 Mei 2026, 12:07

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.