• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

HAYO!!! Pakai Elpiji 3 Kg, Usaha Terancam Ditutup

by BontangPost
24 Desember 2017, 11:04
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
OPERASI: Disperindag Kutim menggelar operasi pasar di dua kecamatan.  Terlihat Kasi Perhubungan dalam negri A. Dony Evriyadi melakukan pengawasan. (DHEDY/SANGATTA POST)

OPERASI: Disperindag Kutim menggelar operasi pasar di dua kecamatan.  Terlihat Kasi Perhubungan dalam negri A. Dony Evriyadi melakukan pengawasan. (DHEDY/SANGATTA POST)

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim mengancam akan menutup usaha, jika para pelaku usaha tetap menggunakan tabung elpiji tiga kilogram.

Ini merupakan ancaman tegas yang dilayangkan kepada pengusaha yang membangkang aturan. Terlebih bagi mereka yang sudah beberapa kali diberikan peringatan nyata.

“Karena kami telah melakukan sosialisasi di restoran dan warung makan yang memiliki omset lebih dari Rp 800 ribu perhari. Jika masih menggunakan, maka sanksi penutupan akan kami berlakukan,”  tegas Kasi Perdagangan Dalam Negeri  Disperindag Kutim, Ahmad Dony Evriyadi.

Katanya, ada beberapa indikator usaha yang memiliki penghasilan lebih dari Rp 800 ribu perhari. Diantaranya, warung makan yang setiap harinya ramai dikunjungi konsumen. Mereka itulah yang menjadi sasaran utama Disperindag.

Baca Juga:  Dianggap Sumber Kemacetan, Kendaraan Raksasa Disorot 

“Untuk itu, bagi mereka yang masuk dalam kategori tersebut diminta untuk tidak bermain-main dengan larangan yang kami tetapkan,” pintanya.

Bahkan pihaknya sudah memberlakukan sanksi tersebut kepada  beberapa rumah makan di Sangatta  yang terbukti  melanggar kesepakatan.

“Kami sudah menutup rumah makan yang ditemukan masih menggunakan gas melon. Kami temukan dua tempat. Yakni di Kawasan Sangatta,” terangnya.

Sementara itu, agen maupun pangkalan juga dihimbau untuk tidak memberikan pelayanan kepada pegawai, dalam hal ini PNS yang membeli menggunakan tabung tiga kilo gram.

“Kalau untuk PNS yang beli kita akan larang agen atau pangkalan memberikan pelayanan. Meskipun memang saat ini ada penambahan stok elpiji,” katanya.

Baca Juga:  Meksi Terkendala Lapangan Becek dan Bendera Hendak Terbang, Paskibra Kutim Sukses Kibarkan Merah Putih

Dony berharap, dengan adanya tindakan tegas dari pemerintah, dapat menyadarkan masyarakat untuk tidak menggunakan elpiji 3 kilogram jika pihaknya memiliki penghasilan tinggi.

“Kami minta kesadaran masyarakat mampu, untuk tidak menggunakan tabung tiga kilo. Karena tabung tersebut hanya untuk warga tidak mampu,” katanya.

Dony mengimbau apabila ada yang menemukan pelaku usaha makro yang masih menggunakan gas elpiji,  diharapkan dapat melaporkan kepada Disperindag.

“Jika ada yang masih nakal segera laporkan ke kami. Kami akan tindak tegas mereka,” tutupnya.

Seperti diketahui, berdasarkan Surat Edaran Bupati Kutai Timur Ismunandar   Nomor 541/565/XI/2017 tentang Pengunaan LPG Tabung Ukuran 3 Kg Tepat Sasaran menyatakan, melarang keras PNS dan pegawai BUMD/BUMN menggunakan elpiji subsidi tersebut.

Baca Juga:  HATI-HATI!!! Pelabuhan Kenyamukan Rawan Makan Korban

Aturan itu dikeluarkan pada 21 November 2017 lalu, menyusul kelangkaan elpiji 3 kg yang terus menerus terjadi di Kutim.

Dalam surat itu dijelaskan, larangan bagi pelaku usaha selain mikro yang memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp 50 juta, atau hasil penjualan tahunan lebih dari Rp 300 juta, atau setara omset di atas Rp 800 ribu per hari. (dy)

Tags: gas elpijiKelangkaanSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Warga Patungan Perbaiki Gorong-Gorong

Next Post

Reklame Ilegal Ganggu Estetika Kota 

Related Posts

Modus Tawarkan Gas Elpiji Subsidi, Pria di Samarinda Ditangkap Polisi
Bontang

Bontang Dapat Extra Dropping Gas Melon Jelang Nataru

20 Desember 2023, 16:00
Modus Tawarkan Gas Elpiji Subsidi, Pria di Samarinda Ditangkap Polisi
Bontang

Penyaluran Gas Elpiji di Bontang Capai 50 Persen, Pemerintah Jamin Tak Ada Kelangkaan Lagi

11 September 2023, 10:42
Panic Buying Diduga Jadi Penyebab Gas Melon Langka di Bontang
Bontang

Panic Buying Diduga Jadi Penyebab Gas Melon Langka di Bontang

3 Juli 2023, 21:52
Modus Tawarkan Gas Elpiji Subsidi, Pria di Samarinda Ditangkap Polisi
Bontang

Distiribusi Gas Melon Diklaim Kembali Normal Hari Ini

3 Juli 2023, 10:45
Modus Tawarkan Gas Elpiji Subsidi, Pria di Samarinda Ditangkap Polisi
Bontang

Gas Melon Masih Langka Pasca Iduladha, Warga Beralih Pakai Kayu Bakar

30 Juni 2023, 14:26
Modus Tawarkan Gas Elpiji Subsidi, Pria di Samarinda Ditangkap Polisi
Bontang

Cegah Kelangkaan, Stok Gas Melon Ditambah Jelang Lebaran

5 April 2023, 15:38

Terpopuler

  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.