BONTANG – Himpunan Pendidik dan Tenaga Pendidikan (Himpaudi) cabang Bontang menggelar pelatihan kewirausahaan bagi kelompok bermain (KB), tempat penitipan anak (TPA), dan SPS se-Bontang, Kamis (2/3) di Aula TK Islam Al Fallah.
Hadir pula Kepala Bidang PAUD, Pendidikan Masyarakat dan Kebudayaan Dinas Pendidikan (Disdik) Yuti Nurhayati, Kepala Himpaudi Bontang Nurdaniati, sekaligus pemateri dari Asosiasi Penyelenggara Pelatihan Wirausaha (A+) Ahmad Johansyah beserta tim.
Nurdaniati menerangkan kegiatan ini memang sudah diagendakan sejak tahun 2016 lalu, namum karena banyaknya jadwal kegiatan lain sehingga baru dapat terealisasi di 2017 ini.
“Semoga pelatihan ini dapat memberi wacana dan ide baru bagi para pengelola PAUD, agar ada penghasilan atau pendapatan lain selain dari yang selama ini didapatkan,” ucap dia.
Menurutnya, tenaga pengajar PAUD itu sangat beragam latar belakangnya. Baik kondisi lingkungan maupun penghasilannya. “Ada yang berada di lingkungan PAUD cukup mapan, dengan anak didik yang membayar uang sekolah cukup besar, ada yang sedang, ada yang kecil, ada juga yang gratis dan ternyata selain gratis, bahkan guru PAUD-nya juga ikut menyediakan fasilitas untuk anak didiknya seperti seragam, alat tulis dan lainnya agar tertarik untuk belajar di PAUD,” terangnya.
Ia bersama Himpaudi Bontang bertekad untuk menanamkan dan mengembangkan jiwa wirausaha pada guru-guru PAUD. Hal itu agar tiap tenaga pengajar PAUD tidak selalu berpikir tentang apa yang akan didapat dari bekerja, namun juga memperoleh ilmu tentang menciptakan lapangan kerja baru sehingga menambah penghasilan dari usaha yang dikelolanya.
“Jiwa wirausaha ini juga bisa diteruskan untuk ditanamkan pada anak didik sejak usia dini,” harapnya.
Ditempat sama, Ketua A+ Ahmad Johansyah membawakan materi kewirausahaan mengenai “Solusi Wirausaha Muda, Langkah Pasti Membangun Negeri”. Ia beserta tim bukan saja menanamkan ilmu serta kiat menjadi seorang wirausaha, sekaligus memberikan praktik simulasi memulai usaha. Mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan usaha tersebut, sehingga ke-85 peserta dapat fokus pada bidang usaha yang diminati.
“Man Jadda Wa Jadda.. siapa yang bersungguh-sungguh, pasti akan berhasil. Ketika kita fokus maka itu biasanya yang berhasil. Maka rubahlah mind set kita untuk memutus mata rantai pengangguran yang ada di sekitar bapak-ibu melalui wirausaha,” ajaknya.
Sementara Yuti menerangkan bahwa lembaga PAUD di Kota Bontang saat ini semangat menuju akreditasi lembaga. Hal itu dibuktikan dengan adanya pendampingan penyusunan dokumen akreditasi dan pelat kewirausahaan yang digelar oleh IGTKI dan Himpaudi Kota Bontang.
“Kepada bunda PAUD se-Bontang melalui Himpaudi, saya mengucapkan terima kasih sekaligus mengapresiasi kemandiriannya untuk menggelar pelatihan kewirausahaan ini. Defisit bukan halangan untuk tetap semangat menuju lembaga PAUD yang terakreditasi. Tetap semangat, tetap tersenyum, dan jangan lupa bahagia buat bunda-bunda dan ayah-ayah hebat,” tutupnya. (ra/adv)







