• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Hipertensi Jadi Momok Menakutkan Saat Ramadan

by BontangPost
29 Mei 2018, 11:01
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
JAGA KESEHATAN: Seorang dokter di RSUD Sangkulirang sedang memeriksa pasien.(Dok)

JAGA KESEHATAN: Seorang dokter di RSUD Sangkulirang sedang memeriksa pasien.(Dok)

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Tekanan darah tinggi atau penyakit ‘hipertensi’ merupakan salah satu penyakit tertinggi yang diderita warga Kutim. Terlebih saat Ramadan.

Hipertensi merupakan kondisi dimana tekanan darah berada pada nilai 130/80 mmHg atau lebih. Kondisi ini dapat menjadi berbahaya, karena jantung dipaksa memompa darah lebih keras ke seluruh tubuh, hingga bisa mengakibatkan timbulnya berbagai penyakit, seperti gagal ginjal, stroke, gagal jantung, bahkan menyebabkan kematian.

Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kutim, Yuwana Sri mengatakan dalam suasana Ramadan tubuh manusia kerap diserang penyakit. Terlebih tekanan darah tinggi bagi masyarakat yang tidak bisa mengatur pola hidup sehat.

“Kalau data penyakit secara keseluruhan belum masuk di Dinkes. Tapi data sementara yang ada, no satu banyak diderita penyakit ISPA, kemudian disusul hipertensi, gastritis, diabetes mellitus (DM) dan penyakit penyakit lainnya,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Baca Juga:  DKP Terus Pantau Pasar dari Makanan Berbahaya 

Menurutnya penyakit yang sangat sering menyerang masyarakat umum sangat banyak. Hanya saja jika melihat rentetannya, hipertensi merupakan penyakit yang selalu datang tiba-tiba. Berbeda konteks dengan ISPA yang menduduki peringkat pertama.

“ISPA dengan hipertensi berbeda penyebab. Pasalnya penyakit tekanan kerap kali berubah-ubah dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu masyarakat diharap lebih aktip menjaga daya tahan tubuh agar tekanan darah memompa sesuai kapasitasnya,” terangnya.

Yuwana menjelaskan perihal kesehatan yang dapat dinormalkan saat bulan puasa. Menurutnya hal tersebut sangat baik. Hanya saja mayoritas masyarakat masih awam akan hal ini. Padahal dalam hal ini, jika warga mampu mengontrol diri, maka akan terhindar dari segala penyakit, terlebih hipertensi.

Baca Juga:  Polisi Gelar Tes Urin di Tiga THM, Tiga Karyawan Terindikasi Pakai Narkoba 

“Bulan ramadan sebenarnya merupakan moment yang tepat untuk menormalisasikan kondisi kesehatan kita. Terutama lambung dan pencernaan manusia yang selama 11 bulan bekerja terus. maka dengan berpuasa akan memperbaiki fungsi saluran cerna kita,” katanya.

Masyarakat diimbau harus selektif dalam mengonsumi makanan, ketika berbuka puasa sampai makan sahur. Dengan begitu, kata dia, kesehatan selalu terjaga agar bisa menjalankan ibadah dengan baik.

“Yang perlu diwaspadai adalah memilih makanan untuk berbuka, jangan gelap mata. Semua makanan yang dijual dibeli. Seperti balas dendam karena siang tidak makan. Sehingga asupan gizi yang masuk tetap saja bahkan lebih banyak dari hari biasa,” imbaunya.

Selain asupan makanan yang dikonsumsi. Dirinya menyarankan agar tetap melakukan olahraga. Walaupun kegiatannya ringan. Menurutnya pergerakan sangat baik untuk metabolisme tubuh. Pasalnya hal tersebut dapat menekan penyakit.

Baca Juga:  Manfaat Makan Anggur Tiap Hari

“Jadi, meskipun puasa sebaiknya tetap jaga menu makanan dengan gizi yang seimbang. Jangan terlalu banyak makan yang manis-manis dan berlemak tinggi. Karena saat ini pola penyakit sudah bergeser ke Penyakit Tidak Menular (PTM) yang disebabkan oleh pola makan yang salah dan tidak diimbangi olahraga,” ungkap Yuwana. (*/la)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: kesehatanramadanSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

RS Jangan ‘Paksa’ Pasien Naik Klas karena Kamar Kosong 

Next Post

Terkait Permohonan Lahan TPA di Sangatta, DLH Masih Lobi KPC 

Related Posts

Aturan Baru KBM Ramadan 2026, Sekolah Dilarang Beri Tugas Berat ke Siswa
Nasional

Aturan Baru KBM Ramadan 2026, Sekolah Dilarang Beri Tugas Berat ke Siswa

19 Februari 2026, 09:00
Hasil Sidang Isbat 2026, Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan Jatuh pada 19 Februari
Nasional

Hasil Sidang Isbat 2026, Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan Jatuh pada 19 Februari

17 Februari 2026, 21:11
Libur Sekolah Ramadan Diperpanjang Jadi 28 Hari
Nasional

Libur Sekolah Ramadan Diperpanjang Jadi 28 Hari

5 Maret 2025, 12:40
Tata Cara dan Niat Mandi sebelum Puasa Ramadan, Lengkap dengan Doa dan Keutamaannya
Ragam

Tata Cara dan Niat Mandi sebelum Puasa Ramadan, Lengkap dengan Doa dan Keutamaannya

28 Februari 2025, 16:00
Stok Daging dan Telur di Kaltim Selama Ramadan Dijamin Berlimpah
Kaltim

Stok Daging dan Telur di Kaltim Selama Ramadan Dijamin Berlimpah

14 Februari 2025, 11:30
Tiga Kementerian Sepakat Meliburkan Sekolah Selama Ramadan 2025
Nasional

Tiga Kementerian Sepakat Meliburkan Sekolah Selama Ramadan 2025

16 Januari 2025, 09:22

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Bontang Berulah Lagi, Uang Curian Rp20 Juta Ludes untuk Judi Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dishub Bontang Siapkan Penataan Parkir Kafe di Tanjung Laut Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.753 Warga Bontang Tak Lagi Ditanggung BPJS Gratis dari Pusat, Ini Solusi Pemkot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.