• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

RS Jangan ‘Paksa’ Pasien Naik Klas karena Kamar Kosong 

by BontangPost
29 Mei 2018, 11:00
in Breaking News
Reading Time: 1 min read
0
Direktur RS umum daerah (RSUD) Kudungga Sangatta Dokter Anik Istiyandari (Foto Dhedy /Sangatta Post )

Direktur RS umum daerah (RSUD) Kudungga Sangatta Dokter Anik Istiyandari (Foto Dhedy /Sangatta Post )

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Pasien dari BPJS yang dirawat di rumah sakit (RS) swasta di Kutim, dilarang menerima permintaan bayaran tambahan. Yakni, bila pihak RS swasta mengarahkan perawatan ke ruang yang kelasnya lebih tinggi.

Hal itu disampaikan oleh Direktur RS umum daerah (RSUD) Kudungga Sangatta Dokter Anik Istiyandari kepada media ini. Hal ini ditekankannya, lantaran dirinya mendapat informasi bahwa ada pasien dari BPJS yang datang ke sebuah RS swasta di Jalan Yos Sudarso IV, Sangatta Utara, Kutim, dikenakan tarif tambahan atas biaya kamar.

Dijelaskannya, pasien tersebut merupakan anggota BPJS dengan fasilitas keanggotaan kelas II. Saat itu kamar kelas II di RS swasta tersebut dikatakan sedang full. Lantas, hanya kamar kelas I saja yang tersedia. Karena kelasnya lebih tinggi, RS swasta tersebut meminta bayaran tambahan agar pasien bisa dirawat di ruang kelas I.

Baca Juga:  Lagi, Polres Kutim Ciduk Pengedar

“Padahal, seharusnya kalau pihak RS swasta tersebut tidak mau menerima pasien BPJS karena alasan ruang kelas II penuh, maka pasien harusnya dirujuk saja ke RSUD. Bukan menerimanya dengan memberi tambahan biaya atas harga kamar kelas I ,” ujar Anik.

Diterangkannya, jika pihak RS swasta hendak merawat di ruang kelas I, harusnya tidak mengenakan tarif tambahan alias gratis. Tapi, boleh diberi batas waktu sampai tiga hari.

Anik pun sempat menegur langsung pihak RS swasta yang melakukan hal tersebut, dan diamini jajaran pemkab dalam sebuah rapat antara pihak RS, Pemkab Kutim, dan BPJS, pada Rabu (23/5).

“Kasus yang saat itu saya dengar adalah penambahan biayanya sampai Rp 5 juta. Itu dilarang, aturannya tidak seperti itu,” katanya. (dy )

Baca Juga:  Penderita HIV di Kutim Meningkat 
Tags: bpjs kesehatanSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Pesantren Pertama di Amerika

Next Post

Hipertensi Jadi Momok Menakutkan Saat Ramadan

Related Posts

Terlanjur Beli Obat di Luar karena Stok RS Kosong, Pasien BPJS Bisa Minta Uang Kembali, Begini Caranya
Bontang

Terlanjur Beli Obat di Luar karena Stok RS Kosong, Pasien BPJS Bisa Minta Uang Kembali, Begini Caranya

25 September 2026, 14:19
Penonaktifan PBI di Bontang Capai 3.000 Peserta, Akses Layanan Kesehatan Tetap Dijamin
Bontang

Penonaktifan PBI di Bontang Capai 3.000 Peserta, Akses Layanan Kesehatan Tetap Dijamin

13 Juni 2026, 08:00
Saling Lempar Beban Iuran BPJS: Rakyat Kecil di Kaltim Jadi Korban “Pingpong” Anggaran Pemprov dan Daerah
Kaltim

Saling Lempar Beban Iuran BPJS: Rakyat Kecil di Kaltim Jadi Korban “Pingpong” Anggaran Pemprov dan Daerah

8 Mei 2026, 07:06
BPJS Jadi Syarat Urus SIM, STNK, Naik Haji, sampai Jual Beli Tanah
Kaltim

Nasib 83 Ribu Peserta BPJS di Kaltim Menggantung, Keputusan Ada di Tangan Gubernur

18 April 2026, 08:00
Pekerja Rentan Dapat Perlindungan, Pemkot Bontang Siapkan Rp4 Miliar
Bontang

Pekerja Rentan Dapat Perlindungan, Pemkot Bontang Siapkan Rp4 Miliar

5 Februari 2026, 17:30
Iuran BPJS Kelas 3 Naik Tipis, Pemkot Bontang Siapkan Rp24,4 Miliar untuk Jaminan Kesehatan Warga
Bontang

Iuran BPJS Kelas 3 Naik Tipis, Pemkot Bontang Siapkan Rp24,4 Miliar untuk Jaminan Kesehatan Warga

5 Februari 2026, 15:43

Terpopuler

  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemadaman Listrik Ganggu Usaha Kuliner Bontang, Mesin Kopi Rusak hingga Pesanan Batal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.