SAMARINDA – Ajang Kaltim Fair 2017 yang dilaksanakan di Convention Hall Kota Samarinda pada tanggal 14- 23 April menjadi ajang bagi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim mempromosikan produksi khas daerah. Pada kesempatan itu, Disperindag turut menggandeng Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) wilayah Kutim.
Berbagai produk unggulan binaan Disperindag dan Dekranasda Kutim dipamerkan. Salah satunya kerajinan batik khas Kutim Wakaroros. Tak ayal, stan pameran Kutim menarik perhatian pengunjung. Setidaknya minimal ada 50 orang perhari singgah ke stan tersebut.
“Jumlahnya fluktuatif, tapi paling sedikit ya 50 orang,” kata Rifani selaku Kepala Seksi Industri dan Agro mewakili Kepala Disperindag Kutim.
Dia menerangkan produk yang dipromosikan semuanya merupakan hasil kerajinan tangan dari Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Kecil Menengah (UKM). Di bawah binaan Disperindag yang tersebar di Kecamatan Sangatta Selatan dan Utara.
Di antara seperti produk kerajinan manik-manik, sandal, dan batik khusus Kutim seperti batik motif akar roros. Selanjutnya makanan seperti amplang, kursi-kursi yang terbuat dari akar-akar kayu, dan produk-produk lainnya juga ikut dipromosikan dalam pameran tersebut.
“Tujuan dari keikutsertaan Dekranasda dan Disperindag Kutim untuk mengembangkan UKM di Kutim. Karena selama ini hanya berkutat di lokal, jadi untuk bisa lebih dikenal masyarakat luas kami harus giat mempromosikannya produknya,” katanya.
Produk yang di promosikan di jual mulai dari harga Rp 12-15 ribu untuk produk makanan. Kerajinan batik dan lainnya Rp 30-300 ribu. “Untuk pembinaan, kami melaksanakan pelatihan dan melibatkan tenaga ahli dari luar,” tutupnya. (hms11/drh)







