Seorang imam masjid di kota Brest di Prancis Rachid El Jay menjadi korban luka insiden penembakan. Menurut pengakuan kerabat El Jay, yang bersangkutan telah lama diincar ISIS.
“Rachid El Jay sudah pernah mendapat ancaman dari ISIS,” sebut anggota Dewan Muslim Prancis CFCM Abdallah Zekri seperti dikutip dari AFP, Jumat (28/6/2019).
“Ini karena dia menyampaikan ceramah yang sejalan dengan nilai-nilai republik (Prancis),” sambung Zekri.
Pernyataan Zekri dibenarkan seorang peneliti isu Muslim di Prancis Romain Caillet. Ia menyebut, El Jay telah lama menjadi target kelompok ekstrem.
“Ia ditargetkan oleh kelompok ekstrem dan kelompok ultra sayap kanan karena video-video ceramahnya,” papar Calliet.
El Jay dan seorang kerabatnya ditembak oleh pria bersenjata usai keluar dari sebuah masjid di kota pelabuhan Brest. El Jay terkena tembakan di bagian kaki dan perut.
Wali Kota Brest Trablesi Hosny menyebut, insiden penembakan bermula saat El Jay dan seorang temannya keluar dari masjid. Ketika itu, pelaku penembakan menghampirinya dan meminta berfoto bersama. Permintaan itu dikabulkan El Jay.
“Setelah itu imam dan rekannya ditembak,” ucap Hosny.
Hingga kini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas kejadian ini. Pelaku penembakan ditemukan tewas tak jauh dari lokasi kejadian.
Insiden tersebut membuat Menteri Dalam Negeri Christophe Castaner memerintahkan peningkatan keamanan di seluruh rumah ibadah di seluruh Prancis. (kumparan)







