• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Penipuan Berkedok Haji dan Umrah, Kompak Minta Terdakwa Kembalikan Uang

by M Zulfikar Akbar
28 Juni 2019, 08:00
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Majelis hakim mendengarkan saksi dari jaksa penuntut umum sehubungan kasus dugaan penipuan berkedok ibadah haji dan umrah murah PT Hidayah Hasyid Oetama (H2O). (prokal)

Majelis hakim mendengarkan saksi dari jaksa penuntut umum sehubungan kasus dugaan penipuan berkedok ibadah haji dan umrah murah PT Hidayah Hasyid Oetama (H2O). (prokal)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Korban kasus dugaan penipuan berkedok ibadah haji dan umrah murah PT Hidayah Hasyid Oetama (H2O) sepakat meminta terdakwa yakni Mardiana mengembalikan uang. Hal ini terlontar saat sidang kedua di Pengadilan negeri Bontang, Rabu (26/6).

Adapun agenda sidang tersebut ialah mendengarkan keterangan saksi. Saksi pertama Mohammad Mas’ud meminta terdakwa mengembalikan uang yang telah disetorkan untuk keberangkatan kedua adiknya yakni Kaswan dan Kani Setyawati.

“Tujuan kami sebenarnya melaporkan ini bukan pidana tetapi supaya uang itu dikembalikan,” kata Mas’ud.

Ia memaparkan pada 2013 ikut mengantar kedua adiknya mendaftar layanan penyedia jasa ibadah haji murah di kediaman terdakwa. Pria kelahiran Lamongan ini pun lantas melunasi pembayaran sejumlah Rp 110 juta untuk dua orang. “Saat itu dijanjikan berangkat pada 2016,” ucapnya.

Baca Juga:  Kasus Penipuan Berkedok Ibadah Haji, Terdakwa Dituntut Empat Tahun Penjara

Mas’ud mengaku mempercayai layanan jasa terdakwa akibat faktor kedekatan rumah. Selain itu, jasa layanan ini berhubungan dengan keagamaan. “Jadi terdakwa merupakan tetangga saya selama dua tahun sehingga saya percaya,” tuturnya.

Kepercayaan ini pun ditandai dengan tidak diberikannya bukti pembayaran saat itu juga. Akan tetapi, selisih lima hari perusahaan memberikan surat perjanjian. Meski dalam surat perjanjian tersebut tertera nominal pembayaran Rp 100 juta.

Dituturkannya, waktu yang dijanjikan pun berlalu begitu saja. Pendekatan secara kekeluargaan coba dibangunnya. Akan tetapi jawaban terdakwa selalu menunggu dari pengurus pusat yang berada di Jakarta.

“Setelah 5 bulan menunggu. Saya lantas musyawarah dengan jamaah yang tidak berangkat. Karena tidak ada kejelasan akhirnya menempuh jalur hukum,” sebut dia.

Baca Juga:  Duta Travel Janji Kembalikan Dana, Jemaah Ragu

Senada, korban lainnya yakni Astuti Wagimin memohon permintaan serupa. Pasalnya kondisi keuangan keluarganya saat ini jatuh. “Sebagai manusia saya memaafkan tetapi uang saya minta kembali,” kata Astuti.

Astuti bersama suaminya mendaftar pada 2012. Biaya yang dikeluarkan saat mendaftar sejumlah Rp 100 juta untuk dua orang. Ia dijanjikan berangkat dua tahun setelah mendaftar.

Pada tahun tersebut, Astuti sempat telah melakukan perjalanan ke Jakarta selama sepekan. Dengan biaya perjalanan ditanggung oleh perusahaan. Akan tetapi ujungnya, ia batal berangkat lantaran terkendala VISA.

“Karena tidak ada VISA kami pulang ke Bontang,” ucapnya. Kompensasi pun diberikan perusahaan seiring batalnya keberangkatan. Berupa keringanan umrah gratis. Dengan total pembayaran hanya 50 persen dari tarif saat itu.

Baca Juga:  Wapres Ma’ruf Amin Minta Aset First Travel Dikembalikan ke Jemaah

“Tertarik akhirnya suami saya yang berangkat,” sebut dia. Sementara untuk naik haji pun dijanjikan kembali satu tahun berselang. Namun, kembali PT H2O ingkar janji.

Dalam persidangan, terdakwa memohon maaf kepada para korban yang hadir dalam persidangan. Namun urusan pengembalian uang bergantung kesediaan dana dari perusahaan.

“Kalau ada dari perusahaan ya saya kembalikan,” kata Mardiana. Sidang bakal kembali diagendakan oleh majelis hakim dua pekan mendatang. Dengan agenda sama yakni mendengarkan keterangan saksi. (ak/prokal)

Tags: penipuan umrahPT H2O
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Menang di MK, Jokowi Sebut Ini ke Prabowo-Sandi

Next Post

Imam Masjid yang Jadi Korban Penembakan di Prancis Pernah Diancam ISIS

Related Posts

Korban DTG Minta Uang Jemaah Umrah Segera Dikembalikan
Bontang

Korban DTG Minta Uang Jemaah Umrah Segera Dikembalikan

24 November 2019, 13:30
Wapres Ma’ruf Amin Minta Aset First Travel Dikembalikan ke Jemaah
Nasional

Wapres Ma’ruf Amin Minta Aset First Travel Dikembalikan ke Jemaah

21 November 2019, 10:49
Korban First Travel Kini Berharap pada Putusan Perdata
Nasional

Korban First Travel Kini Berharap pada Putusan Perdata

20 November 2019, 16:00
Harta First Travel Dirampas Negara, Jemaah Tak Dapat Apa-Apa, Ini Kata Jaksa Agung
Nasional

Harta First Travel Dirampas Negara, Jemaah Tak Dapat Apa-Apa, Ini Kata Jaksa Agung

18 November 2019, 08:00
Visa Belum Dicabut Travel, Jemaah Khawatir Tidak Bisa Umrah Selamanya
Bontang

Visa Belum Dicabut Travel, Jemaah Khawatir Tidak Bisa Umrah Selamanya

15 November 2019, 15:00
Bos DTG Ditahan di Polres Bandara Soekarno-Hatta, Terancam 6 Tahun Bui
Bontang

Pimpinan DTG Ditahan, Korban Tetap Menuntut Ganti Rugi

14 November 2019, 13:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.