bontangpost.id – Sudah hampir sepekan pasca Lebaran Iduladha namun tabung gas 3 kg masih langka. Tak jarang ketika tabung gas baru datang ke pangkalan, warga langsung berebut. Hal itu pun membuat pedagang mengeluh karena tabung gasnya hilang.
Salah seorang pemilik pangkalan gas elpiji Rosnawati mengatakan sudah kehilangan sebanyak lima tabung gas. Karena sebelum gas diturunkan dari mobil, warga sudah banyak yang berebut.
“Ramai sekali kalau gas elpiji sudah waktunya datang. Pasti sudah antre duluan. Sampai belum sempat saya hitung, pasti dibawa-bawa,” katanya.
Beberapa waktu lalu, hampir saja ia kehilangan satu tabung lagi. Beruntung ia melihat melalui CCTv. Sehingga bisa langsung menegur orang tersebut.
“Kebetulan saya tahu aja orangnya. Langsung saya tanyakan. Ternyata benar. Lalu dikembalikan,” lanjutnya.
Rosnawati menjual seharga Rp 20 ribu per tabung. Pengiriman dari agen pun hampir setiap hari. Dengan total sebanyak 50 tabung. Tetapi tak berselang lama langsung ludes terjual.
“Pembelinya juga bukan dari daerah sini saja. Kelurahan lain kadang cari sampai ke sini,” ujarnya.
Sementara itu Administrator Agen LPJ Akawy Etti menyebut pengiriman masih seperti biasa yakni 3 LO (loading order) atau sekira 1.680 tabung.
“Pengiriman masih normal seperti biasa. Pun dengan distribusi ke pangkalan,” sebutnya.
Adapun distribusi dilakukan merata ke 36 pangkalan yang ada di Bontang. Sehingga soal langkanya gas elpiji yang ada di masyarakat, ia tidak mengetahui pasti penyebabnya.
“Hari ini masih datang lagi. Cuma waktunya enggak pasti. Biasanya jam 5 sore,” tandasnya. (*)






