BONTANGPOST.ID, Bontang – Kepulangan sejumlah jemaah umrah asal Indonesia terpaksa tertunda. Kondisi ini diduga imbas dari konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang tengah memanas di kawasan Timur Tengah.
Salah satu jemaah yang terdampak adalah warga Bontang sekaligus Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang, Aspianur.
Ia mengungkapkan jadwal kepulangannya semula telah ditetapkan oleh pihak travel pada 8 Maret 2026. Namun, akibat situasi konflik tersebut, jadwal kepulangan kini belum memiliki kepastian.
“Jadwal saya pulang tanggal 8 Maret ini, tapi tadi diinformasikan travel belum ada kepastian tanggal,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (5/3/2026).
Aspianur menjelaskan dirinya tidak berangkat sendiri untuk menunaikan ibadah umrah. Ia berangkat bersama tiga anggota keluarganya. Selain itu, terdapat pula warga Bontang lainnya yang tergabung dalam rombongan travel yang sama.
“Saya berempat dengan keluarga saya. Ada juga tiga orang dari Loktuan yang juga masih di Mekah,” jelasnya.
Meski demikian, ia memastikan kondisi dirinya bersama keluarga tetap aman selama menjalankan ibadah di Mekah.
Aspianur berharap situasi dapat segera membaik sehingga jadwal kepulangan para jemaah umrah bisa kembali berjalan sesuai rencana.
“Belum ada informasi lanjutan dari travel, mereka masih mencarikan solusi. Semoga kepulangan tetap sesuai jadwal, mohon doanya,” pungkasnya. (*)







