• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Ini Alasan HS Membunuh Ibu dan Anak di Muara Badak

by M Zulfikar Akbar
4 Mei 2018, 06:00
in Bontang
Reading Time: 3 mins read
0
MASA DEPAN SURAM: Tersangka HS (memakai baju tahanan) beserta barang bukti diamankan di Polres Bontang. HS menyandang status pembunuh setelah tega menghabisi tetangganya lantaran butuh uang untuk bayar SPP. (MEGA ASRI/BONTANG POST)

MASA DEPAN SURAM: Tersangka HS (memakai baju tahanan) beserta barang bukti diamankan di Polres Bontang. HS menyandang status pembunuh setelah tega menghabisi tetangganya lantaran butuh uang untuk bayar SPP. (MEGA ASRI/BONTANG POST)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Tersangka HS (19), pembunuh ibu dan anak di Muara Badak mengaku memiliki tunggakan SPP di Sekolah. Hal tersebut mendorong dirinya mencuri uang dan nekat membunuh LS (32) dan NA (6) di Mess PT TSB, Selasa (1/5) dini hari lalu.

HS yang tercatat sebagai pelajar kelas XII SMK swasta di Muara Badak hanya bisa tertunduk lesu di konferensi pers yang dilakukan di Polres Bontang, kemarin (3/5).

Pertanyaan yang diajukan oleh para wartawan pun hanya dijawab dengan anggukan kepala saja. Tampak terlihat beberapa luka di kaki kirinya dan telapak kanan tersangka dibalut oleh perban. Dengan menggunakan penutup kepala tak terlihat jelas raut wajahnya. Dia mengaku menyesal dengan jawaban satu anggukan kepala.

Saat ditanya mengapa mencuri, HS menjawab bahwa dirinya membutuhkan uang untuk membayar tunggakan sekolah. Mengingat dirinya usai melaksanakan UN dan sedang menunggu pengumuman kelulusan. “Ada tunggakan Rp 1,5 juta di sekolah,” ungkapnya singkat.

Sementara itu, Waka Polres Bontang Kompol Eko Alamsyah yang didampingi KBO Sat Reskrim Polres Bontang Iptu Jimun dan Kasubag Humas Iptu Suyono mengatakan, berkat kerja keras personel pengungkapan kasus pembunuhan keji tersebut bisa terungkap kurang dari 3 jam. “Saat kami dapat laporan, Polsek Muara Badak dan Sat Reskirm Polres Bontang langsung bergerak cepat dan berhasil mengamankan pelaku,” jelas Eko di Polres Bontang, kemarin (3/5).

Baca Juga:  Ditikam Pacar di Cafe,  Herliana Tewas 

Kata dia, tersangka HS diduga ingin mencuri barang berharga milik korban LS yang sehari-harinya bekerja sebagai karyawan Bank Mandiri. Namun karena saat masuk ke kamar korban, tindakannya kepergok, tersangka pun panik dan terkejut. “Makanya saat itu tersangka dan korban langsung bergumul hingga membangunkan anak korban,” ujarnya.

Tak sampai disitu, tersangka langsung mengambil pisau dan terus mengarahkan ke leher korban. Ketika korban rebah di lantai, barulah tersangka menjeratnya dengan kabel listrik setrika milik korban. Karena anak korban mengenal tersangka, NA pun dibawa ke kamar mandi dan langsung dibenamkan dalam bak. Lalu jasad kedua korban dibawa ke belakang rumah dan dibuang di lubang pembuangan rumah korban. Saat hendak ditutup dengan tripleks, korban NA sempat bergerak. Namun tersangka dengan kejinya memukul kepala korban NA yang masih belum sekolah tersebut dengan ulekan batu. “Untuk menutupi korban, kedua korban ditutup dengan tripleks dan baskom,” terang dia.

Ditambahkan Iptu Jimun, tersangka setelah melakukan aksi pembunuhan langsung mengambil uang dari dompet korban dan 2 buah ponsel milik korban. Uang yang didapat hanya Rp 70 ribu, satu ponsel korban sempat terjatuh ke dalam bak mandi karena tersangka keluar rumah korban melalui plafon kamar mandi. “Jadi motif pelaku ini masih kami dalami terkait keinginannya mencuri, latar belakang tindakan pencurian itu masih kami selidiki,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pembantaian 5 Anggota Keluarga di Indramayu, Dipicu Uang Sewa Mobil Rp750 Ribu

Sementara itu dilanjutkan Kasubag Humas Suyono, untuk menghilangkan kecurigaan, tersangka berupaya mengelabui petugas kepolisian. Pasalnya, pada Selasa (1/5) sore, tersangka melapor ke Polsek Muara Badak bahwa dirinya menjadi korban jambret diantar oleh orang tuanya. “Saat melapor, tersangka memperlihatkan tangannya yang terluka, padahal belakangan diketahui itu luka terkena pisau saat duel dengan korban,” ungkapnya.

Kemudian di hari yang sama dan jam yang sama, sekuriti PT TSB menemukan dua jasad korban. Lantas pihak sekutiti PT TSB segera melaporkan ke Polsek Muara Badak. Polisi langsung mengecek lokasi dan memeriksa saksi-saksi. Dengan kejelian petugas, polisi kemudian mencurigai seorang pemuda yang tinggal di lokasi kejadian. “Polisi langsung bertanya pada HS dan dia mengaku telah melakukan pembunuhan,” ujarnya.

Rumah tersangka HS dengan korban diketahui satu bangunan dan hanya terpisah satu pintu yang saat kejadian tidak ada penghuninya. Suami korban juga sedang mengikuti pendidikan di luar kota. Sehingga korban hanya tinggal berdua bersama anaknya. Baik tersangka dan korban tinggal di Mess PT TSB, Jalan Perkebunan, RT 10, Desa Saliki, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kukar.

Baca Juga:  Tak Banding, Pembantai Istri dan Anak Itu Terima Putusan Hakim

Saat ini, proses administrasi kasus HS dilakukan di Polsek Muara Badak. Tetapi tersangka HS dititipkan di Polres Bontang, lantaran sel tahanan di Polsek Muara Badak sudah penuh. “Polisi masih melakukan pengembangan dan penyidikan terkait kasus ini,” kata Suyono.

Tersangka diduga melanggar pasal berlapis yakni Pasal 365 KUHPidana tentang pencurian dengan kekerasan (curas) jo Pasal 338 KUHPidana tentang pembunuhan, serta UU nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara.

Sebelumnya diberitakan, HS, seorang oknum pelajar SMK swasta di Muara Badak nekat membunuh. HS yang masih berusia 19 tahun nekat menghabisi tetangganya sendiri. Korban yang terdiri seorang ibu LS (32) dan anak 6 tahun, tewas mengenaskan.

Cara membunuh HS terbilang kejam. LS ditikam dan dijerat lehernya, sementara anak korban NA dibenamkan di bak mandi hingga tewas. Peristiwa berdarah itu terjadi Selasa (1/5) lalu, sekira pukul 02.00 Wita dini hari. (mga)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: muara badakpembunuhan
Share148TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

SMA Vidatra Lulus 100 Persen  

Next Post

Adu Kuat Kereta Cepat

Related Posts

Polisi Beberkan Kronologi Kecelakaan Maut di Muara Badak yang Tewaskan Tiga Orang
Kaltim

Polisi Beberkan Kronologi Kecelakaan Maut di Muara Badak yang Tewaskan Tiga Orang

14 April 2026, 11:14
Tabrakan Dua Motor di Muara Badak, Tiga Orang Tewas di Tempat
Kaltim

Tabrakan Dua Motor di Muara Badak, Tiga Orang Tewas di Tempat

13 April 2026, 14:25
LBH Pusaka Tegaskan Dampingi Nelayan Muara Badak Secara Sukarela, Potongan 10 Persen Dana Tali Asih Dipertanyakan
Kaltim

LBH Pusaka Tegaskan Dampingi Nelayan Muara Badak Secara Sukarela, Potongan 10 Persen Dana Tali Asih Dipertanyakan

10 April 2026, 16:10
Mayat Pegawai Disimpan di Freezer, Dua Karyawan Kios Ayam Geprek di Bekasi Ditangkap
Bontang

Mayat Pegawai Disimpan di Freezer, Dua Karyawan Kios Ayam Geprek di Bekasi Ditangkap

30 Maret 2026, 09:53
Tambang Batu Bara Beroperasi di Samping TPA Batu-Batu Muara Badak, Camat Akui Belum Cek Izin
Kaltim

Tambang Batu Bara Beroperasi di Samping TPA Batu-Batu Muara Badak, Camat Akui Belum Cek Izin

10 Maret 2026, 14:35
Polres Bontang Tutup Tambang Galian C Ilegal Milik Kades Gas Alam Muara Badak
Lingkungan

Polres Bontang Tutup Tambang Galian C Ilegal Milik Kades Gas Alam Muara Badak

9 Maret 2026, 01:05

Terpopuler

  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita Bontang Ditipu Pria Ngaku Pengusaha Tambang, Modus Bergaya Sultan Rugikan Rp1,1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Bontang Tambah Layanan Urologi, Pasien Tak Perlu Dirujuk ke Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.