BONTANGPOST.ID, Bontang – Pemerintah Kota Bontang berencana menaikkan insentif bagi guru swasta, baik di jenjang SD maupun SMP. Kenaikan ini akan dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun ini.
“Pembahasan APBD Perubahan akan dipercepat, kemungkinan Juni. Setelah itu ditetapkan, insentif guru akan meningkat,” ujar Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris.
Guru swasta nantinya akan menerima insentif sebesar Rp2 juta per bulan. Sebelumnya, mereka hanya mendapat tambahan penghasilan dari pemkot sebesar Rp1,1 juta.
Untuk guru SMA, Agus menjelaskan bahwa program peningkatan insentif menjadi kewenangan Pemprov Kaltim. “Pemerintah provinsi sudah menyiapkannya,” ujarnya.
Ia juga mengulas sejarah insentif ini yang sudah dimulai sejak masa Wali Kota Andi Sofyan Hasdam sekitar tahun 2000, dengan nominal awal Rp200 ribu. Jumlah tersebut terus meningkat dari waktu ke waktu hingga mencapai Rp1,1 juta pada masa pemerintahan Basri Rase.
Peningkatan ini, kata Agus, dilandasi oleh besarnya pengeluaran guru dalam menjalani pendidikan dan pengabdian, serta menyesuaikan dengan kondisi harga kebutuhan pokok di Bontang.
“Dua juta ini sebenarnya masih belum cukup kalau mengacu pada UMK. Tapi kami sadar bahwa meski guru swasta berada di bawah yayasan, mereka tetap mendidik anak-anak Bontang. Pemerintah punya tanggung jawab untuk mendukung,” pungkasnya. (*)







