• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Advertorial

Basri Imbau Orang Tua Tingkatkan Pengawasa Anak

by BontangPost
16 Mei 2018, 23:43
in Advertorial
Reading Time: 2 mins read
0
Basri Rase(DOK/BONTANG POST)

Basri Rase(DOK/BONTANG POST)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Wakil Wali Kota (Wawali) Bontang mengimbau para orang tua yang memiliki anak-anak remaja lebih mengawasi anaknya. Pasalnya, kenakalan remaja masih banyak terjadi di Bontang, salah satunya pecandu lem, minuman oplosan (koteng), maupun aldo. Sehingga Basri meminta para orang tua jangan membiarkan anaknya pulang larut malam.

“Saya minta orang tua lebih mengawasi anaknya, jangan membiarkan anak-anak di luar rumah sampai larut malam,” jelas Basri.

Kata dia, perlu ada batasan waktu keluar untuk anak-anak pada malam hari. Orang tua harus membatasi anak boleh keluar hingga pukul 22.00 Wita. Karena semakin larut malam, pengaruh negatif atau godaan perilaku negatif akan semakin banyak dan tidak terkontrol.

Baca Juga:  VIDATRA ISLAMIC FESTIVAL 2017

“Dengan pengawasan orang tua, saya yakin bisa mengurangi tindakan seperti itu,” ujarnya.

Menurutnya, mereka yang menjadi pecandu lem, koteng juga aldo merupakan anak bangsa penerus negeri. Sehingga, pihaknya tak henti-henti melakukan sosialisasi melalui berbagai cara. Tetapi, peran serta orang tua juga sangat dibutuhkan dalam hal ini.

“Jadi jangan dibiarkan kalau anak-anak masih di luar rumah di atas jam 10 malam,” ungkapnya.

Untuk memberikan efek jera, Basri menyebut Pemkot Bontang mengambil tindakan menggunduli anak-anak yang ketangkap ngelem, ngoteng, dan ngaldo. Hal ini supaya mereka tidak mengulangi perbuatannya.

“Nanti mereka berpikir jika ketangkap lagi maka akan digundul terus, makanya botak itu bisa menghentikan kebiasaan buruk mereka dengan sendirinya. Karena biasanya anak-anak malu kalau digundulin,” terang dia.

Baca Juga:  Diskominfotik Lakukan Penataan Jaringan 

Sejauh ini, hanya tindakan seperti itu yang bisa dilakukan Pemkot Bontang. Mengingat belum ada aturan yang mengatur tentang lem atau koteng yang disalahgunakan secara umum.

Sementara itu, program pemberdayaan anak-anak yang terlibat lem, ngoteng dan aldo ini memang belum ada. Tetapi Basri menyebut pihaknya sudah mengarah ke program itu. Mengingat anak-anak yang ditangkap ada yang masih usia sekolah.

“Memang ada yang masih sekolah, ada juga yang putus sekolah. Tetapi rata-rata yang ditangkap berasal dari keluarga yang broken home, tetapi bagaimana pun itu menjadi tanggung jawab negara. Karena siapa pun, tidak ada anak-anak yang ingin menjadi seperti itu. Tetapi karena keadaan memaksa mereka menjadi seperti itu,” bebernya. (mga)

Baca Juga:  KPU Perkenalkan Pilgub Lewat Budaya 
Tags: advertorialkenakalan remajaKontrak Pemkot Bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Diskop-UKMP Monitoring Bersama Polres, Pantau Bahan Pokok Jelang Ramadan

Next Post

Neni Hadiri High Level Meeting TPID Jelang Lebaran

Related Posts

Patroli Dini Hari di Loktuan Bontang, 14 Remaja Ditemukan Konsumsi Minuman Oplosan
Bontang

Patroli Dini Hari di Loktuan Bontang, 14 Remaja Ditemukan Konsumsi Minuman Oplosan

28 September 2026, 08:43
Viral Video Pengeroyokan Remaja di Gunung Sari Bontang, 1 vs 4
Kriminal

Viral Video Pengeroyokan Remaja di Gunung Sari Bontang, 1 vs 4

2 November 2025, 20:20
Memastikan Pendidikan Anak Kaltim Tetap Berjalan di Balik Penjara
Kaltim

Memastikan Pendidikan Anak Kaltim Tetap Berjalan di Balik Penjara

25 Juli 2022, 20:00
Awalnya Masalah Asmara, Lalu Merampas, Ujungnya Penjara
Kaltim

Awalnya Masalah Asmara, Lalu Merampas, Ujungnya Penjara

7 Desember 2020, 12:00
“Ketinggian” Ngelem, Bakar Motor Warga
Nasional

“Ketinggian” Ngelem, Bakar Motor Warga

23 November 2020, 20:28
BPJAMSOSTEK Serahkan Data Calon Penerima Bantuan Subsidi Upah, Sebanyak 1,1 Juta Pekerja Asal Kalimantan
Advertorial

BPJAMSOSTEK Serahkan Data Calon Penerima Bantuan Subsidi Upah, Sebanyak 1,1 Juta Pekerja Asal Kalimantan

25 Agustus 2020, 15:00

Terpopuler

  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Berpura-pura Belanja, Komplotan Pencuri Gasak Tas Berisi Emas 200 Gram dan Rp30 Juta di Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.