• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Janji Manis Program Gratispol Menguap, Orang Tua Murid di Samarinda Tetap Menjerit Bayar Seragam Jutaan Rupiah

by BontangPost
12 Juli 2026, 13:03
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi penjualan seragam sekolah. (Generate AI)

Ilustrasi penjualan seragam sekolah. (Generate AI)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Samarinda – Gembar-gembor politik mengenai pendidikan gratis melalui program “Gratispol” yang diusung Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur nyatanya belum menyentuh akar permasalahan mendasar di lapangan.

Saban tahun ajaran baru, harapan para orang tua untuk menikmati fasilitas sekolah negeri yang murah justru kandas oleh tingginya biaya pengadaan seragam sekolah.

Alih-alih mendapatkan keringanan penuh dari program pemerintah, masyarakat kecil justru disuguhi tagihan fantastis hingga jutaan rupiah yang dikoordinir secara rapi melalui kedok koperasi sekolah.

Kondisi pelik ini dirasakan langsung oleh salah satu orang tua murid baru di sebuah SMK negeri di Samarinda yang sehari-hari bekerja serabutan.

Ia mengaku sangat terpukul dan kebingungan harus memutar otak demi melunasi biaya seragam yang nilainya di luar nalar.

Di tengah kesulitan untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, ia mempertanyakan keberadaan program Gratispol yang seharusnya hadir untuk meringankan beban mereka.

Baca Juga:  Mahasiswa Unikarta Gagal Terima Beasiswa Gratispol, Kampus; Seleksi Kewenangan Provinsi

Meski pihak sekolah berdalih tidak ada paksaan, pakaian dan atribut khusus tersebut tetap bersifat wajib dalam keseharian siswa dan anehnya hanya bisa ditebus melalui nomor rekening koperasi sekolah.

Berdasarkan data di lapangan, praktik dagang berkedok koperasi ini mematok harga paket seragam yang sangat mencekik.

Di salah satu SMKN negeri di Samarinda misalnya, paket seragam putri menembus Rp 1.755.000 dan putra sebesar Rp 1.630.000, dengan rincian komponen harga seperti baju praktik, baju olahraga, almamater, hingga atribut yang dinilai terlampau mahal.

Lebih miris lagi, di SMKN negeri lainnya di Samarinda harganya bahkan dilaporkan melambung hingga Rp 2,6 juta. Fakta ini jelas menabrak Surat Edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim yang melarang keras sekolah maupun tenaga kependidikan berbisnis seragam.

Baca Juga:  Dikirim dari Jawa, Pembagian Seragam Batik untuk Pelajar Bontang Dilakukan Bertahap

Menanggapi jeritan wali murid, pengurus koperasi berdalih bahwa mereka hanya menjual sisa stok tahun lalu dan fokus pada jenis pakaian non-nasional yang memang tidak diakomodir oleh bantuan pemerintah, seperti baju praktik dan lambang jurusan.

Sementara itu, respons dari pihak otoritas dan legislatif justru terkesan melunak dan normatif.

Plt Kepala Disdikbud Kaltim, Armin, yang awalnya mengancam akan menjatuhkan sanksi tanpa toleransi, mendadak melempar tanggung jawab ke pihak sekolah saat dikonfirmasi mengenai adanya bukti lembar tagihan resmi dari koperasi.

“Sekolah tidak menjual. Boleh beli di koperasi atau di luar, seperti itu, dan tidak ada paksaan,” kelit Armin, melansir prokal.co (Kaltim Post Grup).

Ketika didesak mengenai adanya nomor rekening yang tertera dalam lembar tagihan seragam, ia hanya menjawab singkat, “Silakan tanya ke sekolah,” tutup Armin.

Baca Juga:  Dugaan Pembayaran Seragam dan LKS di SD Negeri Bontang Disorot DPRD, Ini Kata Kepala Sekolah

Sikap senada juga ditunjukkan oleh Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, H. Baba, yang justru menilai riak penjualan seragam mahal ini sebagai hal yang lumrah dalam dunia perdagangan.

Menurutnya, pihak ketiga atau koperasi selalu memiliki celah hukum untuk bekerja sama dengan sekolah, dan menganggap wajar jika pedagang mencari keuntungan banyak.

“Kalau namanya dagang, ini kan tidak ada kepastian harus sekian harganya. Itu tergantung dia sama orang tuanya kan, si pembeli dan penjual. Kita tidak bisa memberikan semua keseluruhan jumlah baju,” kata Baba.

Sikap abai ini memperlihatkan bahwa bantuan 65 ribu paket seragam nasional gratis dari program Gratispol gagal menjadi solusi total, karena celah pengadaan seragam khusus terbukti masih menjadi ladang bisnis oknum sekolah yang mencekik tabungan orang tua murid. (*)

Tags: Bantuan Seragam GratisGratispolSeragam Sekolah
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Injak Sampah Pecahan Botol Kaca di Beras Basah, Wisatawan Lokal Dievakuasi ke Rumah Sakit

Next Post

Neni Terbitkan SE Gerakan Ayah Antar Anak di Hari Pertama Sekolah, Perusahaan Diminta Beri Dispensasi

Related Posts

Sejumlah Sekolah Tak Kebagian Seragam Gratispol Kaltim, Ini Penyebabnya
Kaltim

Sejumlah Sekolah Tak Kebagian Seragam Gratispol Kaltim, Ini Penyebabnya

23 Oktober 2026, 09:53
BPK Ungkap Masalah Seragam Gratispol Kaltim, Ratusan Siswa Tak Kebagian
Kaltim

BPK Ungkap Masalah Seragam Gratispol Kaltim, Ratusan Siswa Tak Kebagian

16 Oktober 2026, 09:30
Seragam Gratis Kaltim Rp59,7 Miliar Jadi Sorotan, BPK Temukan Siswa Laki-Laki Tercatat Dapat Jilbab
Kaltim

Seragam Gratis Kaltim Rp59,7 Miliar Jadi Sorotan, BPK Temukan Siswa Laki-Laki Tercatat Dapat Jilbab

21 Juli 2026, 08:59
Disdikbud Bontang Mulai Salurkan Seragam Gratis untuk Siswa Baru SD dan SMP
Bontang

Disdikbud Bontang Mulai Salurkan Seragam Gratis untuk Siswa Baru SD dan SMP

13 Juli 2026, 14:31
228 Mahasiswa Terima Beasiswa Ganda Gratispol Kaltim , Ini Daftar Kampusnya
Kaltim

228 Mahasiswa Terima Beasiswa Ganda Gratispol Kaltim , Ini Daftar Kampusnya

28 Mei 2026, 16:00
Pendaftaran Beasiswa Kaltim 2024 Dibuka, Pendaftar Diminta Pahami Petunjuk Tekhnisnya
Bontang

BPK Temukan Kelebihan Bayar Rp1 Miliar di Program Gratispol Kaltim, Kampus Diminta Kembalikan Dana

26 Mei 2026, 14:09

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.