• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

JATAM Ungkap Jaringan Bisnis Tambang yang Dikaitkan dengan Gubernur Sherly

by Redaksi Bontang Post
19 November 2025, 14:53
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Sherly Tjoanda

Sherly Tjoanda

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID – Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) mengungkap dugaan konflik kepentingan yang menyeret Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, dalam pengelolaan aktivitas pertambangan di daerah tersebut. Temuan itu dipublikasikan melalui laporan investigasi yang dirilis pada Selasa (18/11/2025).

Koordinator Nasional JATAM, Melky Nahar, menyampaikan bahwa keterhubungan Sherly dengan sejumlah perusahaan tambang memunculkan persoalan etik sekaligus indikasi pelanggaran aturan pemerintahan. Ia menegaskan bahwa Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 melarang pejabat publik mengambil keputusan yang dapat menguntungkan diri sendiri, keluarga, atau pihak yang memiliki hubungan langsung dengan jabatannya.

“Ketika seseorang menjabat gubernur namun masih memiliki relasi bisnis dengan industri tambang, maka itu termasuk kategori rangkap kepentingan yang dilarang,” kata Melky. Ia menyebutkan bahwa sanksinya dapat berupa teguran administratif hingga pemberhentian sementara.

Baca Juga:  Nurul Disebut Meninggal di Lubang Tambang 

Jejaring Lima Perusahaan Tambang

Dalam laporan berjudul Konflik Kepentingan Gurita Bisnis Sherly Tjoanda, JATAM menelusuri keterhubungan gubernur dengan sedikitnya lima perusahaan tambang. Jejak itu ditemukan melalui struktur pemegang saham, susunan direksi, serta keterkaitan dengan kelompok usaha Bela Group—perusahaan yang sebelumnya dikelola bersama mendiang suaminya, Benny Laos.

Beberapa perusahaan yang disorot JATAM di antaranya:

  • PT Karya Wijaya – tambang nikel di Pulau Gebe

  • PT Bela Sarana Permai – tambang pasir besi di Obi

  • PT Bela Kencana – tambang nikel

  • PT Amazing Tabara – tambang emas

  • PT Indonesia Mas Mulia – tambang emas dan tembaga

Menurut JATAM, rangkaian koneksi tersebut menunjukkan bahwa Sherly bukan hanya pembuat kebijakan, tetapi juga memiliki posisi dalam lingkar ekonomi yang menguasai sumber daya alam Maluku Utara.

Baca Juga:  JATAM Kaltim; Otorita IKN Pemain Terbaik dalam Perampasan Ruang Hidup

Dampak ke Lingkungan dan Warga

Selain isu konflik kepentingan, JATAM turut menyoroti dugaan kerusakan lingkungan dari aktivitas perusahaan-perusahaan tersebut. Beberapa temuan yang dicatat dalam laporan Kejahatan Lingkungan 100 Hari Kerja Sherly Tjoanda antara lain:

  • abrasi dan rusaknya garis pantai di Pulau Gebe,

  • pencemaran air sungai di wilayah Bacan,

  • konflik lahan di Pulau Obi.

JATAM menilai bahwa kedekatan pengambil kebijakan dengan perusahaan membuat fungsi pengawasan menjadi tumpul. Mereka mencatat adanya intimidasi terhadap warga, kriminalisasi, hingga makin menyempitnya ruang hidup masyarakat terdampak tambang.

“Ketika kepentingan politik dan bisnis berkelindan, sumber daya alam terkuras sementara kontrol pemerintah melemah,” tulis JATAM.

Tuntutan Audit Menyeluruh

Baca Juga:  Jatam Minta Izin PT TPS Dicabut 

Melky mendesak pemerintah pusat, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melakukan audit menyeluruh terhadap perusahaan-perusahaan yang disebut memiliki keterkaitan dengan gubernur. Audit yang dimaksud mencakup aspek legalitas izin, kepatuhan lingkungan, hingga pola pengawasan selama masa kepemimpinan Sherly.

“Publik berhak mendapat pemerintahan yang bekerja tanpa beban kepentingan keluarga ataupun kelompok usaha,” kata Melky. (KP)

Tags: JatamSherly Tjoandatambang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Aktivis Tambang Muara Kate Paser Kembali Ditangkap, Diadang Polisi 30 Menit Usai Dibebaskan

Next Post

Bontang Genjot Transformasi Literasi dan Pembenahan Arsip Lewat DPK Award 2025

Related Posts

Kutai Barat Jadi Daerah Paling Rawan PHK, Satu Grup Tambang Berpotensi Berdampak ke 40 Ribu Pekerja
Kaltim

Kutai Barat Jadi Daerah Paling Rawan PHK, Satu Grup Tambang Berpotensi Berdampak ke 40 Ribu Pekerja

2 Juli 2026, 15:50
Lindungi Orangutan Morio, BKSDA Kaltim Desak Konsesi Tambang dan Sawit Kutim Masuk Forum Terpadu
Kaltim

Lindungi Orangutan Morio, BKSDA Kaltim Desak Konsesi Tambang dan Sawit Kutim Masuk Forum Terpadu

15 Juni 2026, 14:00
1.500 Pekerja Tambang Kaltim Terancam PHK, Kutim dan Kukar Jadi Wilayah Paling Rentan
Kaltim

1.500 Pekerja Tambang Kaltim Terancam PHK, Kutim dan Kukar Jadi Wilayah Paling Rentan

5 Juni 2026, 15:30
Harta Rp 972 Miliar: Ini Daftar Mobil Mewah Warisan Milik Sherly Tjoanda
Nasional

Harta Rp 972 Miliar: Ini Daftar Mobil Mewah Warisan Milik Sherly Tjoanda

12 Mei 2026, 12:57
Gelombang PHK Tambang Berpotensi Meluas, Ini Langkah Pemkot Bontang
Pemkot Bontang

Gelombang PHK Tambang Berpotensi Meluas, Ini Langkah Pemkot Bontang

28 April 2026, 11:13
Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK
Bontang

Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

28 April 2026, 10:58

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.