• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Jatuh dari Ketinggian 40 Meter, Anggota Komunitas Pecinta Alam Tewas

by BontangPost
4 Mei 2018, 11:06
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi (Net)

Ilustrasi (Net)

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Seorang anggota pencinta alam ‘Mata Angin’ bernama muhammad Ali Khusayri menghembuskan napas terakhir. Pria yang kerap disapa Khusayri tersebut tewas lantaran terjatuh dari dalam goa Walet, Gunung Sekerat perbatasan antara Kecamatan Kaliorang dan Bengalon, Rabu (2/5).

Warga Mampang Kecamatan Bengalon, itu terjatuh lantaran tali untuk memanjat terputus saat hendak  mengambil sarang walet di dalam goa.  Dari data yang dihimpun,  ia terjatuh dari ketinggian 40 meter.

Dikatakan anggota Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim,  Nico Septian, Khusayri saat berangkat ke dalam goa empat orang. Ia bersama keluarga. Tujuannya untuk membantu keluarga. Dari tempat tinggalnya ke dalam goa sekira dua jam perjalanan.

“Tetapi alhamdulillah,  tadi malam dievakuasinya. Dievakuasi  sama pihak keluarga 10 orang,” ujar Septian memberikan informasi kepada Sangatta Post, Kamis (3/5) kemarin.

Baca Juga:  Pengakuan Sopir Kecelakaan Maut di Jalan Cipto Mangunkusumo Bontang; Konsumsi Miras, Tak Sadar Lindas Korban

Nico cukup menyesal lantaran tak dapat bergabung dalam misi penyelamatan. Pasalnya,  dirinya baru mendapatkan kabar.  Bahkan,  dirinya menduga belum ada proses penyelamatan.

“Rencananya pagi (kemarin) kami akan berangkat ke sana (goa). Tetapi info terakhir,  bahwa tadi malam sudah dievakuasi,” katanya.

Begitu dengan PMI Kutim.  Pihaknya akan berangkat pagi kemarin. Komunikasi dengan Basarnas sudah dilakukan. Hanya saja,  dirinya mendapatkan kabar jika korban  sudah ditangani oleh keluarga.

“Sudah dievakuasi oleh keluarga korban pagi tadi teman-teman SAR akan bergeser ke TKP tapi info dari sana ( pak Kades ),  korban suda ditemukan dan sementara dibawa kerumahnya,” kata Ketua Harian PMI,  Wihelmus.

Sementara itu,  Ketua Forum Peduli Karst Kutai Timur (FPPKT), Irwan menyatakan jika goa tersebut vertikal dan cukup dalam.  Bahkan sangat menantang.

Baca Juga:  Masih Diburu, Sopir Truk Maut yang Tewaskan Ibu Hamil 

“Itu yang goa rencana FPKKT mau ekpedisi dulu. Goa-nya vertikal cukup dalam dan menantang. Waktu itu masih ada konflik sebenarnya terkait kepemilikan pengelola goa walet nya,” katanya.

Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan menuturkan, Ali merupakan warga Dusun Mampang RT.05 Desa Sekerat, dia berangkat ke gua gunung sekerat untuk mencari sarang walet. Ali bersama rombongan tiba di lokasi pada Pukul 09.00 Wita.

“Kami mendapatkan laporan dari anggota yang berada di lokasi bahwa sesampainya di Goa Sarang walet gunung Sekerat, kemudian korban bersama dengan Iskandar dan Arif turun kedalam gua dengan kedalaman sekitar sepuluh meter (10) dengan menggunakan tali tambang,” ujar Kapolres.

Lebih lanjut Kapolres kutim Menyampaikan, usai memanen, ketiganya akan keluar dari goa, kemudian Iskandar (45) naik  ke atas lubang gua terlebih dahulu dengan menggunakan tali, namun sesaat sampai di atas kemudian korban  (21)  ikut menyusul.

Baca Juga:  Korban Truk Maut Muara Rapak Bertambah, Pengendara Ayla Merah Meninggal Dunia

“Akan tetapi, korban naik tanpa menggunakan tali dan pada waktu akan  sampai di atas mulut Goa tangannya terlepas dari pegangan kemudian terjatuh ke bawah gua dan meninggal,” terangnya.

Setelah kejadian, tiga saudara korban turun menuju ke Desa Sekerat untuk meminta bantuan warga lainnya. Sekitar 10 orang ikut naik ke gunung untuk membantu melakukan evakuasi, namun hingga pukul 22.00 wita belum ada kabar.

“Setelah tim evakuasi bersama keluarga dan masyarakat sekitar terus melakukan pencarian akhirnya M.Ali  ditemukan  pukul 06.15 wita dan pukul 08.00 Wita, jenazah diantar ke rumah duka dusun Mampang Desa Sekerat,” pungkasnya.(dy)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: kecelakaan mautPecinta Alam
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Wacanakan Pembiayaan Lewat UNESCO 

Next Post

Puasa dan Kehamilan 

Related Posts

Spanduk Kecaman Bus Perusahaan Bermunculan di Sangatta Usai Kecelakaan Maut
Kaltim

Spanduk Kecaman Bus Perusahaan Bermunculan di Sangatta Usai Kecelakaan Maut

2 Februari 2026, 14:57
Supir Truk Samator Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Beruntun di Jalan Poros Samarinda Bontang
Bontang

Supir Truk Samator Jadi Tersangka Kasus Kecelakaan Beruntun di Jalan Poros Samarinda Bontang

6 Januari 2026, 13:12
Kecelakaan Maut di Desa Tanjung Limau, Pelaku Tabrak Lari Masih di Bawah Umur
Bontang

Kecelakaan Maut di Desa Tanjung Limau, Pelaku Tabrak Lari Masih di Bawah Umur

3 Januari 2026, 11:16
Kronologi Kecelakaan Maut di Jalan Cipto Mangunkusumo Bontang, Diduga Korban Tersangkut Tali Truk
Bontang

Kronologi Kecelakaan Maut di Jalan Cipto Mangunkusumo Bontang, Diduga Korban Tersangkut Tali Truk

9 November 2025, 16:12
Pengakuan Sopir Kecelakaan Maut di Jalan Cipto Mangunkusumo Bontang; Konsumsi Miras, Tak Sadar Lindas Korban
Bontang

Pengakuan Sopir Kecelakaan Maut di Jalan Cipto Mangunkusumo Bontang; Konsumsi Miras, Tak Sadar Lindas Korban

9 November 2025, 12:17
Polres Paser Beber Kronologi Kecelakaan Bus Jurusan Samarinda-Banjarmasin di Desa Busui
Kaltim

Polres Paser Beber Kronologi Kecelakaan Bus Jurusan Samarinda-Banjarmasin di Desa Busui

24 Juli 2025, 15:32

Terpopuler

  • Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Daftar Tempat Parkir di Bontang yang Wajib Bayar Pajak Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antrean Truk Solar di SPBU Tanjung Laut Bontang Kian Parah, Usaha Warga Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Balapan Liar Saat Salat Jumat, Puluhan Motor Diamankan Polisi di Bontang Kuala

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.