Disperindag Rencanakan Gelar Operasi Pasar
SANGATTA – Ramadan tinggal 19 hari lagi. Meskipun begitu harga sembako belum mengalami kenaikan. Baik di Pasar Induk Sangatta (PIS) maupun Pasar Tradisional Sangatta Selatan (PTSS). Begitupun beberapa pasar tradisional lainnya yang tersebar di Kutim. Mulai dari di Sangkulirang, Muara Wahau, Bengalon, dan Rantau Pulung.
Data yang dikeluarkan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) PIS Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim, dari 22 jenis kebutuhan pokok masyarakat, baru satu jenis yang mengalami kenaikan. Yakni Bawang Putih yang sebelumnya Rp45 ribu per kilogram kini menjadi Rp 55 ribu.
Bahkan ada yang mengalami penurunan seperti cabai merah keriting dan cabai merah biasa. Cabai merah keriting yang sebelumnya Rp30 ribu perkilo kini menjadi Rp25 ribu per kilogram. Begitupun cabai merah biasa menjadi Rp55 ribu per kilogram yang sebelumnya Rp 60 ribu.
Sedangkan yang lainnya masih stabil hingga saat ini. Seperti daging sapi Rp125 ribu perkilogram, bawang merah Rp30 ribu per kilogram, daging ayam boiler Rp38 ribu per ekor, daging ayam kampung Rp75 ribu per ekor, telur ayam Rp40 ribu per piring, dan gula pasir Rp14ribu per kilogram.
“Ini merupakan harga terbaru saat ini. Sampai Minggu (7/5) ini harga masih stabil. Adanya kenaikan itu sudah terjadi sejak lama. Jadi bukan baru-baru ini saja. Intinya masih stabil semua,” ujar Kepala UPTD PIS, Bohari.
Dirinya memperkirakan kenaikan terjadi sepekan sebelum Ramadan. Hal ini jika mengacu pada pengalaman sebelumnya. Meskipun begitu dirinya yakin kenaikan tidak berdampak besar bagi masyarakat. Terlebih hanya bersifat sementara.
“Kalaupun naik hanya sementara saja. Harganya juga masih terjangkau. Tetapi kita berharap tidak ada kenaikan. Meskipun kecil pastinya tetap akan memberatkan masyarakat,” katanya.
Sementara itu Kadisprindag Kutim,Edwar Azran mewacanakan menggelar operasi pasar di Kutim. Bahkan untuk menekan harga pasar, pihaknya menggelar pasar murah dibeberapa desa di Kecamatan Sangkulirang. “Ya kami akan lakukan operasi pasar. Pekan-pekan ini juga. Sehingga kami tau harga pasar apakah mengalami kenaikan atau tidak,” katanya. (dy)







